Terjebak Cinta CEO

Terjebak Cinta CEO
pengakuan Jean pada Zian


__ADS_3

"Jean Minggu ini kita kepantai yok"ajak Zian saat mereka akan pulang


"Tapi aku....."ucapan Jean terputus


"Tenang kita pergi ke pantai bareng karyawanku lainnya juga"ucap Zian mengetahui kekhawatiran Jean


Zian menyadari kalau Jean menjaga jarak amandengan dirinya, entah karena Jean takut teman sekantornya salah paham atau memang ada hati yang harus Jean jaga itu sebabnya ia takut jika bepergian berdua saja,Jean bahkan mau di antar pulang Zian karena mereka se arah dan alasan penghematan ongkos


"Anggap aja kamu traktir kita ,karena hari ini tepat sebulan kamu bekerja dan menerima gaji pertama,anggap aja pajak anak kantor"Zian menggoda Jean


Zian meskipun merupakan atasan dikantornya namun ia sangat akrab dengan semua pegawainya,mereka bahkan sering makan bersama sekedar merayakan ulangtahun karyawannya,padahal Zian terkenal anak orang kaya di Jogja yang memiliki pabrik furniture besar namun ia tidak menyombongkannya,bahkan ia memilih tidak memakai supir pribadi dan juga memilih kendaraan pribadi yang tidak mahal untuk ia gunakan


Zian masih muda namun sangat membatasi pergaulannya,ia bahkan tidak memiliki banyak teman karena tidak ingin terjerumus ke pergaulan bebas seperti pemuda seumurannya, ia memilih membantu orang tua mengelola perusahaan yang bisa ia jadikan alasan sibuk saat teman temannya mengajaknya nongkrong atau mengunjungi tempat hiburan malam (cowok idaman ya 🤭🤭)


"Gimana mau gak traktir kita.."ucap Zian menepuk bahu Jean yang melamun


"Ah..iya baiklah tapi tidak boleh pesan makanan yang mahal ya,aku harus berhemat"ucap Jean dengan wajah cemberut


"Tenang saja nona Jean,itu bisa diatur"goda Zian


"Ayo kita pulang keburu sore nih"ajak Zian


"Hmmmm"Jean kemudian berjalan mengikuti langkah Zian


Tanpa mereka sadari ada dua orang yang memperhatikan mereka dari kejauhan


Sebenarnya Jean sudah sangat ingin memberi tau Zian alasan sebenarnya ia datang ke Jogja,namun Jean menunggu waktu yang tepat karena takut jika Zian mengetahui tentang dirinya yang sebenarnya Zian akan memecatnya,lalu jika Zian memecatnya bagaimana ia akan hidup di Jogja jika tidak memiliki pekerjaan


"Aku pasti akan mengatakan padamu suatu hari nanti Zian"ucap Jean dalam hati sambil melambaikan tangan kepada Zian saat turun dari mobil


***


Hari Minggu Jean dan beberapa orang karyawan Zian pergi ke pantai bersama sama


"Uhhhhh..."Jean menghirup udara pantai dalam sambil menutup mata


"Apa kau menyukai pantai Jean ?"tanya Zian menghampiri Jean


"Hmmmm...aku sangat menyukai pantai" jawab Jean tersenyum tanpa membuka matanya


Zian menatap lekat lekat wajah wanita yang sedang tersenyum disampingnya itu


"Ya Tuhan aku menyukainya"gumam Zian dalam hati sambil menatap Jean


"Zian.... "panggil Jean membuyarkan lamunan Zian


"Hemmmm...."ucap Zian


"Coba deh tutup mata kamu dan hidup udara pantai pasti terasa begitu tenang"ucap Jean meminta Zian mengikuti yang dia lakukan

__ADS_1


"Jean aku...."ucapan Zian terhenti karena Jean memegang pergelangan tangannya


"Ayo coba dulu..."Jean menatap Zian meminta agar Zian melakukannya


"Baiklah...baiklah"Zian kemudian melakukan yang di minta Jean


"Hanya dengan pegangan tanganmu saja membuatku begitu gugup Jean "ucap Zian dalam hati


"Bagaimana?"tanya Jean


"Humphhh cukup menyenangkan"Zian membuka mata dan tersenyum pada Jean


"Pantai adalah tempat favoritku untuk menenangkan diri"kata Jean menatap air laut di hadapannya


Jean kembali menarik nafas dan menutup matanya


Kembali muncul di ingatannya sosok Ryo yang begitu menyayangi nya dulu dan kenangan mereka saat berada di pantai,tak terasa air mata Jean jatuh di pipinya


"Jean kok nangis?"tanya Zian memegang bahu Jean


"Aku...."Jean menatap Zian di sebelahnya


"Kenapa?"tanya Zian khawatir


"Aku mengingat seseorang saat ini"ucap Jean sendu


"Maksudnya Jean?"Zian merasa kecewa karena bisa membaca dari ucapan Jean kalau orang yang dimaksud pasti berarti untuk Jean


"Gimana maksudnya Jean aku bingung"Zian menggaruk kepalanya


"Sebenarnya aku kemari karena kabur dari rumah bukan karena merantau Zian,maaf karena berbohong sejak awal kita bertemu"Jean menatap Zian berharap Zian mengerti


"Dan orang yang kamu maksud itu siapa Jean,pacarmu?"tanya Zian penasaran


"Dia suamiku Zian"Jean kembali menintikkan air matanya


"Ma...ma..maksud kamu Jean " ucap Zian kaget dan ada rasa sakit di hatinya saat Jean menyebut suami di depannya


"Tapi kami sudah berpisah karena dia kembali pada mantan kekasihnya"lanjut Jean


"Tapi bagaimana ceritanya Jean ?"tanya Zian semakin penasaran


"Aku menikah dengannya 6 bulan yang lalu dan mantannya pacarnya kembali beberapa bulan lalu dan mereka kembali bersama itu sebabnya...."ucapnya Jean tertahan ada rasa sakit di dadanya yang membuatnya merasa sesak tak bisa melanjutkan ceritanya


"Cukup Jean jangan di ingat lagi"Zian mencoba menghibur Jean,ia mengerti Jean tertekan saat ini


"Maaf aku tidak mengatakan ini dari awal,aku tidak berani mengatakannya Zian"Jean tertunduk


"Udah..ayo kita bergabung dengan yang lain seperti nya makanannya sudah siap"Zian mengajak Jean berpindah tempat ke tempat teman teman mereka makan

__ADS_1


"Zian apa kau tidak marah?"tanya Jean gugup


"Hmmmm semua orang punya rahasia kan dalam hidupnya,ada yang bisa dikatakan pada orang lain ada yang tidak,tapi terimakasih kamu percaya dan mau berbagi cerita kamu dengan aku Jean"Zian memegang kedua bahu Jean


"Ayo kita makan,tuh anak anak udah nungguin"ajak Zian Jean pun mengikuti Zian


"Jika kau tidak terikat dengan siapapun,maka aku boleh bukan menaruh hati padamu Jean"Zian bicara dalam hati berjalan di depan Jean dan senyum senyum sendiri


"Makanannya udah datang nih yuk makan"Zian mengajak semuanya untuk makan


"Makasih ya Jean "ucap teman teman sekantor Jean


"Sering sering aja ya kayak gini"pinta salah satu dari mereka


"Hush...gantian dong jangan tiap bulan Jean aja,kalau gitu mah bisa tekor Jean nya"Zian menimpali omongan karyawannya


"Siap pak "ucap mereka serentak lalu tertawa


Mereka tertawa sambil makan bersama,lalu main di pantai dan menikmati sunset bersama


****


Nyonya ada di Jogja Bos


Begitu isi SMS yang di terima Ryo,Ryo langsung berdiri dari duduk dan langsung menelpon anak buahnya


"Kau yakin itu istri saya?"tanya Ryo


"Sangat yakin bos,saya sudah mengikuti nyonya 2 hari terakhir ini,untuk memastikan saya akan kirim fotonya bos


Ryo mematikan telepon nya dan menunggu kiriman foto yang dimaksud anak buahnya


"Aku menemukanmu sayang"Ryo setengah berteriak sambil menatap foto di layar ponselnya itu


Ryo kemudian menelpon kembali anak buahnya


"Terus ikuti istri saya,tapi jangan sampai dia curiga saya akan berangkat kesana malam ini juga"perintah Ryo kepada anak buahnya


Ryo kemudian menelpon Bagas


"Siapkan tiket keberangkatan ku ke Jogja malam ini juga,akhirnya aku menemukan istriku"pinta Ryo pada Bagas


"Aku akan membawamu kembali sayang"Ryo kembali menatap ponselnya yang berisi foto istrinya yang dikirim anak buahnya,sudah sebulan lebih ia tak melihat wajah yang sangat di rindukannya itu


Bersambung....


Makasih banyak untuk vote dan hadiahnya ya 🙏🙏


terimakasih juga untuk yang sudah like dan komentar itu buat author terus semangat untuk terus menulis,meskipun pembaca author tidak sebanyak penulis yang lebih senior tapi author sangat bersyukur karena ada yang mau membaca karya author yang masih pemula ini dan masih banyak kekurangan ya 🙏🙏🙏

__ADS_1


Author usahakan untuk up setiap hari dan semoga bisa lebih dari 1 bab 🤗🤗


__ADS_2