
"Kiora, kamu yakin nak mau ke jakarta lagi? katanya kamu ambil cuti 2 bulan." kata Rena.
"Kio yakin bun." ujar Kiora.
"Kamu kan di rumah baru beberapa hari to nak, Bunda sama ayah masih kangen." ujar Rena.
"Yakin bun kalo ayah kangen sama Kio?" tanya Kiora.
"Tentu bunda nggak bohong Kio, Bunda tau kio masih sakit hati dengan pernikahan Damar dan Aisyah Ayah sama Bunda ngerti-"
"Kalo ngerti kenapa Ayah nggak nyoba buat halangin sih Bun? padahal waktu itu Kio udah meraung - raung memohon agar pernikahannya di batalkan. Tapi apa? ayah sama sekali nggak ada niatan sama sekali Bun." ujar Kiora.
"Kio dengerin bunda ya.." kata Rena mengusap rambut Kiora.
"Bunda bakal cerita tentang sesuatu hal yang belum Kio ketahui.." kata Rena.
"Cerita apa Bund?" tanya Kiora.
"Sebenarnya Kak Aish itu bukan anak kandung Bunda.." kata Rena
"Hah.. maksud bunda apa?" tanya Kiora terkejut.
"Dengerin dulu Kio.." kata Rena, Kiora pun menurut. ia begitu antusias menanti cerita dari bunda yang selanjutnya.
-Flashback On-
"Daisy, lihatlah anak kita cantik sekali." ujar Dodi sambil menggendong buah hati yang lahir 3 hari yang lalu. Daisy tersenyum lemah ia baru saja pulang dari rumah sakit, namun ia merasa aneh. Dadanya sakit, nafasnya terengah - engah.
"Sayang apa kau ingin menyusuinya?" tanya Dodi sambil menyodorkan buah hati kearah istri tercintanya.
"Tidak Mas.. Dadaku sakit!!" keluh Daisy.
__ADS_1
"Itu wajar karena mungkin itu efek dari melahirkan secara normal sayang. baiklah.. kalau begitu kau istirahat saja dulu ya." Kata Dodi mengecup kening Daisy.
"Minum Dulu ya Sy.." kata Rena yang beberapa jam lalu tiba untuk menengok sahabatnya yang melahirkan.
"Nggak dulu Ren, dadaku masih sesak." tolak Daisy.
"Arghh..." teriak Daisy sembari memegang dadanya.
"Daisy, kau kenapa.. Mas Dodi, cepat telepon dokter." ujar Rena, sebagai sahabat Daisy sedari kecil ia begitu panik mendapati Daisy yang sedang kesakitan.
"B.. Baiklah." kata Dodi.
"Sayang bertahanlah.." kata Dody menguatkan. Sedangkan Rena, ia menggendong anak dari sahabatnya.
"Aku tidak kuat mas!!!" ujar Daisy lirih.
"Kau bicara apa, kau tidak boleh seperti itu.." kata Dodi.
"Mas.. bolehkah aku minta satu permintaan?" tanya Daisy tiba - tiba.
"Menikahlah dengan Rena mas!!" kata Daisy yang sukses membuat Rena dan Dodi terkejut.
"Apa maksutmu Daisy?" tanya Dodi.
"Mas, hanya dia yang bisa merawat anak kita dengan tulus." kata Daisy.
"Tidak!! anak kita tidak akan di urus orang lain selain dirimu Daisy." kata Dodi.
"Mas, aku mohon.. Menikahlah dengan Rena!! dan bahagiakan selalu anak kita- Akhhh...." belum sempat ia melanjutkan ucapannya, takdir sudah berkata lain. Daisy menghembuskan nafas terakhirnya dengan meninggalkan wasiat jika suaminya harus menikahi sahabatnya.
"Daisy, bangun!!! apa kau bodoh hah? kau meninggalkanku begitu saja hah? bukannya kau bilang jika kita akan menjadi besan? lalu kenapa kau malah memintaku merawat anakmu? bangun Daisy, ini tidak lucu." teriak Rena dengan berlinang air mata. ia masih tak percaya jika sahabatnya sudah tiada.
__ADS_1
.
.
.
.
"Kau masih ingat pesan dari Daisy?" tanya Dodi usai dari pemakaman. Rena hanya diam.
"Aku ingin mengabulkan permintaan terakhir istriku." kata Dodi membuat Rena membulatkan kedua bola matanya.
"Apa kau gila? aku tidak mau, aku tahu jika Daisy sangat mencintaimu. jadi aku tidak mau merusak kebahagiaan sahabatku." tolak Rena.
"Rena, kau dengar sendiri kan, dia yang memintanya. karena dia percaya jika kau bisa menyayangi putri kami layaknya kau menyayangi putrimu sendiri." ujar Dodi.
"Aku tidak mau mas!! pernikahan bukanlah sebuah permainan, aku akan merawat anak kalian tapi tidak dengan menikah." kata Rena kekeh.
"Aku mohon Rena!!!! bantu aku mewujudkan permintaan terakhir istriku." kata Dodi berlutut memohon.
"Maaf mas, aku tidak bisa!!" ujar Rena sekali lagi.
Oeekkk... Oeekkk.. Oeekkk.... keduanya di kagetkan dengan tangsian bayi di dalam kamar, Dodi bergegas menuju sumber suara, ia menggendong berusaha menenangkan bayinya. Namun, hasilnya nihil. Bayinya tetap meraung tak mau berhenti menangis.
"Biar ku Gendong." kata Rena, seolah terhipnotis dalam dekapan Rena, Aisyah kecil tertidur kembali dengan tenang.
"Menikahlah denganku Rena.." kata Dodi.
"apa kau gila Dodi, kuburan istrimu masih basah." teriak Rena.
"Apa kau tidak lihat putriku sangat nyaman denganmu." kata Dodi.
__ADS_1
"Dodi..kita tidak perlu menikah! aku akan merawat aisyah seperti anakku sendiri kau jangan khawatir." ujar Rena.
"Kau butuh waktu kan? maka aku akan menunggu sampai kau siap Rena, bantu aku mewujudkan permintaan terakhir istriku." ujar Dodi.