
Aku meminta dokter untuk mempekerjakan perawat pribadi untuk menemanimu dirumah " ucap Ryo di sela sela makan mereka
"Tidak usah Ryo aku bisa sendiri"
"Tidak apa apa kamu kan disini sendirian dan kamu sedang sakit setidaknya ada yang menemanimu dan bisa merawatmu, karena aku juga tidak bisa sering mengujungimu"
"Baiklah" ucap Diane lesu
"Tapi jika sewaktu waktu aku menghubungi tidak apa apa kan Ryo?"
"Ya, tidak masalah aku juga sudah membayar biaya perawatan mu jika butuh sesuatu hubungi aku atau Bagas"
"Tapi Bagas tidak menyukaiku" Diane mendengus kesal
"Hubungi aku kalau begitu, anggap saja ini bantuan dariku sebagai temanmu disini" Ryo terseyum pada Diane
"Aku tidak ingin hanya sekedar menjadi temanmu, lihat saja nanti kau pasti akan kembali padaku Ryo "
Diane membalas senyum Ryo
"Jika sudah selesai aku akan antarkan kamu pulang aku harus kembali ke kantor setelah ini"
"Iya"
Mereka tiba di apartemen tempat Diane tinggal
"Aku mengantarmu sampai disini saja ya, perawat akan datang 30 menit lagi aku sudah memberikan alamat lengkap mu padanya"
"Tidak ingin mampir sebentar dulu Ryo?tanya Diane basa basi
"Di...tidak baik bagiku bertamu jika kamu sendirian jika ada yang melihat nanti bisa salah paham"
__ADS_1
"Tapi dulu kau tidak begini Ryo ?
Ryo menghela nafas
" Di..sekarang berbeda, kamu pasti paham kan? Ryo menepuk bahu Diane
"Iya aku mengerti" Diane tersenyum masam
"Baiklah aku pergi dulu"
"Hmmm"
Diane memandangi punggung Ryo yang berlalu meninggalkannya
"Aku yakin sekali kamu akan kembali padaku nantinya Ryo"
***
Jean mempersiapkan makan malam seperti biasanya, meskipun berkecamuk pertanyaan dikepalanya ia tetap berusaha menjalankan kewajibannya, ia masih berharap suaminya bisa memberi penjelasan padanya nanti agar ia tidak berfikir yang buruk tentang suaminya dan Diane
Jean meletakkan piring di hadapan suaminya kemudian mengambilkan makanan untuk suaminya lalu duduk dihadapannya
"Sayang ada apa? Ryo meraih tangan Jean yang melamun
" Ahh... Tidak apa apa mas"jawab Jean terbata bata
"Tapi kamu tidak seperti biasanya sayang?
"Mungkin aku hanya sedikit lelah mas? Jean memijit bagian belakang lehernya pura pura agar Ryo percaya
" Ayo mas dilanjut makannya"Jean mengalihkan pembicaraan mereka
__ADS_1
"Hmmm" Ryo menatap istrinya kemudian melanjutkan makannya
Sebenarnya banyak pertanyaan yang ingin keluar dari mulut Jean tapi entah bagaimana harus mengatakannya, bagaimana jika suaminya menggangap dirinya tidak percaya padanya?
Setelah selesai makan Ryo menuju ruang kerja dan Jean masuk ke kamar mereka, melihat Jean yang justru masuk ke kamar mereka membuat Ryo heran, biasanya jika dirumah Jean akan mengikuti suaminya bahkan hingga tertidur menunggu Ryo bekerja dia ruang kerjanya
"Sayang?panggil Ryo saat Jean akan masuk ke kamar
"Iya mas...
"Tidak ikut ke ruang kerja?
" Aku sedang ada tugas kuliah mas"
"Tapi biasanya kamu akan menemaniku di ruang kerja sayang"
"Aku ingin mengerjakannya di kamar mas, aku merasa sedikit lelah"
"Baiklah" Ryo kemudian melangkah meninggalkan Jean
Jean pun berbalik membuka pintu dan masuk ke kamar
Ryo berbalik dan menatap pintu yang sudah di di tutup Jean
"Sebenarnya dia kenapa, tidak biasanya sikapnya seperti itu" Ryo bicara sendiri kemudian melangkah menuju ruang kerjanya
Jean bersandar di balik pintu
"Maafkan aku mas...
bersambung
__ADS_1
gak berhenti author ucapkan terimakasih untuk sudah membaca karya author maafkan bila masih banyak kekurangan🙏
jangan lupa kasi like dan komentar ya biar author semangat menulisnya 🤗🤗