
Jean sedang di rias MUA terkenal yang di pilih langsung oleh mama Ryo,untuk akad nikah Jean akan menggunakan kebaya modern
Sementara Jean dirias, nenek Jean tidak berhenti menatap cucunya itu dan matanya pun ikut berkaca kaca melihat cucunya sangat cantik dengan balutan kebaya warna putih
"Sudah selesai nona "kata sang perias
"Terimakasih "ucap Jean
"Kita akan ambil beberapa foto ya nona untuk dokumentasi" kata salah satu fotografer pernikahan
"Baiklah "
Jean berpose dengan beberapa gaya berdasarkan arahan sang fotografer,setelah selesai sang fotografer kemudian pamit keluar kamar tempat Jean berada
"Kamu sangat cantik nak "puji nenek Jean
"Nenek "Jean dengan mata berkaca kaca
"Jangan menangis sayang, nanti makeup nya rusak "nenek Jean mengusap punggung tangan Jean
"Semoga segala kebahagian yang akan kamu dapatkan kedepannya ya nak,tugas nenek sudah selesai, setelah ini Ryo yang akan melanjutkan menjaga dan menyanyangimu serta membuatmu bahagia" nenek Jean berdoa untuk kebahagiaan Jean dan Ryo
"Nenek tinggal denganku dan mas Ryo disini ya,ijinkan Jean merawat nenek di hari tua nenek ini aku yakin mas Ryo gak akan keberatan kalau nenek tinggal dengan kami" Jean dengan wajah memohon
"Nanti kita bicarakan lagi ya sayang"kata nenek
Tok.. tok..
Pintu di buka dan Jean terkejut karena ayah dan ibunya berdiri di depan pintu
"Ayah..Ibu.."
"Nak maaf ya Ibu baru datang hari ini"kata Ibu Jean
"Ayah Ibu kemarilah "panggil Jean
"Kamu sangat cantik nak "ucap Ayah dan ibu Jean secara bersamaan
"Maafkan kami ya nak "kata Ibu Jean lagi
"Ayah Ibu ini adalah hari bahagia untuk Jean,jadi jangan bersedih ya yang sudah berlalu biarkan berlalu Jean sudah bisa menerima semua itu,yang terpenting sekarang ada ayah,ibu dan nenek disini mendampingiku di hari bahagiaku" Jean dengan wajah penuh kebahagiaan
Sejak perpisahan orang tuanya terjadi Jean memang tidak pernah membenci atau menyalahkan kedua orang tuanya itu,Jean berusaha menerima kenyataan meskipun sejak terjadi perpisahan mereka jarang datang untuk melihat Jean,bagi Jean itu adalah takdir yang sudah harus dijalaninya.
__ADS_1
***
Hapal gak ntar akad nikah salah ucap lagi "Bagas meledek Ryo yang terlihat tegang
"Ya gak mungkin lah,ini hari bersejarah buat aku makanya aku sedikit gugup "Ryo kesal dengan pertanyaan Bagas
"Aku boleh ketemu Jean bentar gak ya ?kata Ryo
"Gila apa kamu?kamu baru boleh ketemu Jean saat akad nikah nanti "Bagas memaki Ryo
Ntar kalau dah selesai acara pernikahan ini, kamu lihatin dia tuh mulai bangun tidur sampai tidur lagi "Bagas tertawa
"Issshhh....Kamu ini " Ryo hendak memukul Bagas
"Kakak .."teriak seseorang di pintu
"Irene " Ryo langsung menghampiri dan memeluk adiknya itu
"Kenapa baru datang hari ini? Ryo dengan wajah kesal
"Kakak aku harus menyelesaikan kuliah dulu,dan tau sendiri kan perjalanan London ke Indonesia butuh berapa jam,ini aja masih jetlag" Irene kemudian memeluk kakaknya lagi
"Ayolah setidaknya adikmu ini sudah datang, dan aku penasaran dengan calon kakak iparku yang cantik dan sangat dibanggakan mama dan papa "kata Irene sambil memeluk lengan kakaknya itu
Tidak lama nyonya Arum datang dan menghentikan percakapan mereka
"Udah ngobrolnya? tanya nyonya Arum
"Sayang akad nikahnya akan dimulai 15 menit lagi ya,ayo kita turun "ajak nyonya Arum
"Semangat kakakku "kata Irene tersenyum
Ryo menghela nafas kemudian mengikuti langkah mamanya
Di ruangan yang sudah di siapkan sudah berkumpul keluarga besar Hendrawan dan Juga beberapa dari keluarga Jean
Akad nikah sengaja hanya mengundang keluarga inti saja dan para tamu untuk beberapa kolega papa Ryo di undang saat resepsi malam hari nanti
Ryo duduk tepat dihadapan penghulu dan juga ayahnya Jean yang akan menjadi wali nikah mereka
Jean kemudian datang di dampingi nenek dan ibunya
Dengan kebaya berwarna putih dan dandanan yang sangat anggun membuat semua yang ada di dalam ruangan berdecak kagum akan kecantikan Jean saat ini
__ADS_1
Ryo benar benar terpesona memandang wanita yang sebentar lagi akan jadi istrinya itu
Ya Tuhan terimakasih kau memberiku seorang bidadari secantik dia"gumam Ryo dalam hari
"Ma...kayaknya mama bener bener gak salah pilih deh kakak iparku cantik dan sepertinya dia orang yang baik"ucap Irene senang pada nyonya Arum
"Pasti dong sayang " nyonya Arum kemudian mengusap pucuk kepala Irene
"Mari kita mulai ya "ujar pak penghulu
"Saya terima nikah dan kawinnya Jean Anastasya binti Sunardi dengan mas kawin tersebut tunai "ucap Ryo dengan satu nafas
"Bagaimana saksi Sah?tanya penghulu
"Sah. sah.." semua tamu undangan yang ada di ruangan tersebut
Ryo tersenyum pertanda lega tidak melakukan kesalahan dan menatap Jean yang juga tersenyum dan terlihat matanya berkaca kaca
"Terimakasih ya Allah "ucap Jean dalam hati
Kemudian mereka berfoto dengan buku nikah dan juga Ryo di persilahkan untuk mencium kening istrinya,mereka kemudian meminta restu kepada kedua orang tua masing masing
Disini tangis haru kedua keluarga tidak dapat di bendung lagi saat anak dan menantu meminta restu kepada mereka
"Hallo kakak ipar,maaf ya kita baru bertemu sekarang,harusnya kita bertemu lebih cepat supaya aku bisa memberi tahumu kejelekan kakakku ini " Irene meledek Ryo
"Wah apa apaan ini "Ryo tidak terima
"Panggil aku Jean saja kita seumuran kan "Jean memeluk Irene
Ryo tersenyum bahagia melihat dua orang yang sangat di sayanginya begitu akrab,padahal saat Ryo berpacaran dengan Diane,Irene sama sekali tidak menyukai Diane
"Selamat ya Boss "Bagas menepuk bahu Ryo
"Bulan madu jangan lama lama ya bos nanti aku kesepian "Bagas sambil tertawa
"Makanya nikah jangan pacaran mulu "Ryo mengingatkan sahabatnya itu
Kemudian mereka kembali bersalaman dengan semua keluarga yang ada disana termasuk orang tua Denny hanya saja Denny tidak terlihat di acara itu,mengingat Denny menyukai Jean mungkin itu alasan dia tidak hadir di acara tersebut
Bersambung..
maaf kalau gak up tiap hari..author usahakan ya semoga kedepannya author bisa lebih sering up lagi
__ADS_1
terimakasih yang sudah setia menunggu author up jangan lupa like dan vote ya 🙏🏻🙏🏻