Terjebak Cinta CEO

Terjebak Cinta CEO
Episode 15


__ADS_3

Belum sempat Dodi beranjak dari tempat ia berdiri, tiba - tiba Rena oleng tak sadarkan diri, hal itu membuat Dodi panik.


"Rena!!! apa kau baik - baik saja?" tanya Dodi saat memapah tubuh Rena.


"Kau jangan bercanda Rena!!!" ujar Dodi, namun Rena masih tak bergeming. tanpa pikir panjang, Dodi membawa Rena ke rumah sakit yang kebetulan hanya berjarak 1 km dari rumahnya.


Dodi mondar mandir di depan ruang UGD, meskipun ia belum bisa menjadi suami yang baik jujur saja ia sangat khawatir dengan Rena.


"Keluarga Nona Rena?" ujar dokter yang baru saja keluar dari ruang UGD.


"Saya suaminya dok, Bagaimana keadaan istri saya?" tanya Dodi.


"Mari ikut ke ruangan saya pak, ada beberapa hal yang harus saya sampaikan." kata Dokter, Dodi pun ikut keruangan dokter.


"Apa dia punya penyakit serius?" batin Dodi.


"Silahkan duduk bapak.." kata Dokter mempersilahkan.


"Baik dok.." kata Dodi.


"Jadi begini bapak, Anda sebagai suaminya agar memberitahu Nona agar tidak melakuhkan diet secara ketat karena Nona Rena punya sakit asam lambung yang itu artinya beliau tidak boleh sampai telat makan."kata Dokter.


"Dan lagi, selamat bapak.. istri anda sedang hamil, usia kehamilanya 4 minggu." kata Dokter menjabat tangan Dodi.


"Saya permisi dokter.." kata Dodi. Ia terkejut bukan main, seingatnya ia baru melakuhkannya sekali dengan Rena.

__ADS_1


"Ayo kita pulang.." kata Dodi menarik pergelangan tangan Rena.


"Aw.. sakit mas.." rintih Rena, Namun tak di hiraukan Dodi.


Dodi melajukan mobilnya dengan kecepatan penuh, ingin rasanya ia mengintrogasi Rena pasal kehamilannya. Sesampainya di rumah, Dodi segera menarik Rena dan menghempaskan tubuhnya pada kursi ruang tamu rumahnya.


"Aww....Sa-"


"Katakan anak siapa yang kau kandung?" tanya Dodi to the point.


"Apa maksutmu mas?" tanya Rena bingung.


"Tidak usah berlakon, katakan itu anak siapa?" tanyanya lagi.


"Cih.. belaga bego, pasti selama ini kamu menyelundupkan pria masuk ke rumah ini kan?" cibirnya.


"Jaga bicaramu mas.. aku tidak serendah itu. kalau pun aku hamil ini anakmu darah dagingmu." kata Rena penuh emosi.


"Mana mungkin, kita hanya melakuhkannya hanya satu kali. bagaimana bisa langsung hamil." bantah Dodi.


"Aku berani bersumpah, aku tidak pernah melakuhkannya selain denganmu mas." kata Rena berderai air mata.


.


.

__ADS_1


.


.


9 bulan berlalu sejak kejadian dimana Dodi mengetahui kehamilan Rena, sikap Dodi belum juga ada perubahan ia hanya mementingkan urusan Aisyah tanpa mempedulikan Rena yang telah melahirkan anak perempuan yang cantik, yang tak lain juga darah dagingnya. tak hanya dari bayi, hingga kedua anak perempuannya besar pun ia masih membeda - bedakan antara Kiora dan Aisyah. Entahlah keegoisan yang amat sangat hakiki.


Flashback Off


"Jadi aku adalah anak yang di harapkan oleh ayah?" tanya Kiora rapuh.


"Iya..." ujar Dodi tiba - tiba muncul di depan pintu kamar.


"Mas...." teriak Rena.


"Kenapa? apa salahnya aku memberitahu dia?" tanya Dodi angkuh.


"Jangan keterlaluan mas.. dia juga anakmu!!!" teriak Rena.


"Pantas saja dulu ayah memintaku menunggu kak Aish menikah dulu, Jadi ini juga salah satu alasan kenapa ayah tidak mengijinkan aku untuk mendahului kakak menikah, sampai - sampai ayah tidak mencegah kak Aisyah menikah dengan kekasihku?" tanya Kiora.


"Sudah sepantasnya kamu mengalah dengan kakakmu Kiora, karena kebahagiaan Aisyah itu yang utama." kata Dodi.


"Bagaimana dengan aku yah? berhari - hari aku meratapi nasipku dan harus menerima kenyataan bahwa aku harus tinggal serumah dengan kakak iparku yang tak lain adalah kekasihku." teriak Kiora berderai air mata.


"Egois!!!! entah persetan apa tuhan menciptakanku untuk di lahirkan dari orang tua macam kalian." kata Kiora meraih kopernya dan pergi begitu saja. Rena berusaha mencegah kepergian Kiora, namun tekat Kiora sudah bulat. Ia butuh ketenangan untuk batinnya.

__ADS_1


__ADS_2