
Setelah mengumpul banyak bukti tentang Diane dan Mark Ryo sudah mempersiapkan rencana untuk menjebak keduannya
Ryo mendatangi hotel tempat Mark menginap,Ryo tidak menampakkan wajahnya terlebih dahulu hanya anak buahnya yang mengetuk pintu kamar Mark
Mark membuka pintu dan menatap 2 orang dihadapannya
"Apa benar dengan pak Mark?"tanya salah satu anak buah Ryo
"Ya benar,kalian siapa?"tanya Mark sedikit gugup karena ini pertama kalinya ada orang mengenalinya di Indonesia selain Diane dan orang orangnya
Ryo tiba tiba muncul berdiri di hadapan Mark dan membuka kaca matanya sambil tersenyum
"Akhirnya kita berjumpa "ucap Ryo tersenyum sinis lalu memasukkan kacamatanya di dalam saku jas nya
"Siapa kau?"tanya Mark pura pura tidak mengenali Ryo
Ryo melangkah mendekati Mark
"Kau yakin tidak mengenaliku?"Ryo bertanya balik sambil menaikkan alisnya
Mark ingin menutup pintu namun anak buah Ryo langsung menahan pintunya,Mark memundurkan dirinya selangkah karena merasa dirinya terancam
Ryo melangkah mendekati Mark dan membisikkan kalimat di telinganya
"Jangan kau pikir bisa membohongi ku"Ryo kemudian mendorong Mark hingga Mark menabrak dinding
Mark yang menerima perlakuan seperti itu dari Ryo langsung emosi dan maju mencengkram kerah baju Ryo,anak buah Ryo langsung melangkah menghentikan namun Ryo memberikan kode agar membiarkan Mark
"Kau mau apa dariku?"tanya Mark penuh emosi
Ryo melepaskan tangan Mark dan mendorong hingga menabrak dinding di belakangnya,Ryo kemudian mencekik lehernya
"Harusnya aku yang bertanya bukan, kau dan istri gila mu itu mau apa dariku?"Ryo menatap Mark dan memperkuat cekikan nya di leher Mark
__ADS_1
"Istri? siapa aku tak mengerti maksudmu"Mark berbohong
Ryo semakin menekan cengkraman leher membuat Mark kesusahan bernafas
"Lepaskan saya tidak mengerti maksudmu"Mark berusaha menarik tangannya Ryo yang terus mencekik lehernya
Ryo menyunggingkan senyumnya kemudian menganggukkan kepalanya memberi kode pada anak buahnya untuk menunjukkan foto Mark dan Diane di sebuah restoran beberapa hari lalu
Mark membelalakkan matanya tak percaya jika Ryo mengetahui tentang dirinya dan Diane,selama ini mereka berdua percaya Ryo tidak mengetahui apa apa tentang mereka
"Lalu kau mau apa?"Mark kembali menatang Ryo
"Kau bertanya aku mau apa?"bentak Ryo emosi lalu mengeluarkan sebuah pistol dan menodongkan nya tepat di dahi Mark
"Kalian bermain dengan orang yang salah"Ryo menatap Mark dengan tatapan mematikan
"Tu...tu..nggu...kita bisa bicara baik baik"Mark yang ketakutan mencoba membujuk Ryo
Ryo tidak bergeming dan tetap menatap Mark dengan tatapan mematikan
Ryo tersenyum lalu menurunkan pistol dari kening Mark dan memerintahkan anak buahnya untuk menggeladah kamar hotel tersebut untuk mencari bukti tambahan yang bisa memberatkan keduanya
Mark yang masih ketakutan tetap diam di tempatnya dan hanya mengamati anak buah Ryo menggeladah seluruh isi kamar hotelnya,tidak butuh waktu lama anak buah Ryo menemukan beberapa berkas dan langsung menyerahkan pada Ryo
Ryo membaca berkas tersebut dengan teliti kemudian melempar berkas tersebut ke arah Mark
Ryo baru saja melangkah hendak memukul Mark namun ponsel Mark berdering dan Ryo segera meraih ponsel tersebut dari nakas dan jelas nama Diane disana "Diane my wife"
Ryo melempar ponsel tersebut kepada Mark dan tersenyum jijik
"Pastikan dia datang kemari, jika tidak kau akan tau akibatnya"Ryo memutar mutar pistol ditangannya
Mark menelan kasar liurnya,mau tidak mau dia harus mengikuti perintah Ryo dia tidak mau mati konyol di tangan Ryo
__ADS_1
Mark kemudian menekan tombol menerima dan Ryo langsung mendekat menekan tombol speaker
"Hallo sayang aku akan tiba di sana 1 jam lagi"ucap Diane di seberang telepon
"Ba..baiklah sayang"jawab Mark gugup tak berhenti menatap Ryo yang masih memegang pistol dan memutar mutarnya di hadapannya
"Tunggu sayang,kamu terdengar gugup ada apa?"tanya Diane curiga
Ryo menatap Mark dan memberi kode untuk terus bicara dengan Diane
"Ehm..tidak sayang aku sedang makan jadi omongan agar sedikit terputus tadi"Mark meyakinkan Diane
"Ah kamu makan lebih dulu,kenapa tidak menungguku"ucap Diane manja
"Aku terlalu lama menunggumu sayang jadi aku makan lebih dulu tapi tenang saja aku akan tetap menemanimu makan nanti"Mark terdengar begitu romantis
Ryo merasa ingin muntah mendengar kata kata romantis pasangan penipu dihadapannya ini
"Baiklah sayang aku tunggu disini"Mark kemudian menutup telepone nya
"Cih..."Ryo tertawa geli kemudian merebut ponsel milik Mark dengan sangat cepat sebelum Mark berhasil mengirim pesan pada Diane
"Kau pikir bisa membodohiku"Ryo melempar ponsel Mark kearah dinding hingga jatuh kelantai dan hancur
Mark yang melihat itu hanya bisa menelan ludahnya kasar,ia tidak akan bisa melawan Ryo saat ini karena ia sama sekali tidak memiliki persiapan hingga Ryo datang secara tiba tiba di hotel tempatnya menginap
"Kita tunggu kedatangan istrimu"Ryo tersenyum penuh arti pada Mark
Bersambung
Untuk 2 bab kedepannya juga masih tentang membongkar rahasia Mark dan Diane ya 🤭,
Untuk yang sudah like,vote dan komentar dan juga yang kasi hadiah author ucapkan terimakasih banyak kalian semua buat author terus semangat menulis 🤗🤗meskipun sedang dalam keadaan kurang sehat 🙏🙏
__ADS_1
semoga besok atau lusa bisa up 2 bab langsung ya😁