Terjebak Cinta CEO

Terjebak Cinta CEO
memeluk Ryo


__ADS_3

Hari ini tepat 3 minggu Jean bekerja di rumah Ryo.


Sama seperti biasanya Jean menjalani hari dengan kuliah dan kerja di rumah Ryo,selama satu minggu ini Jean berusaha keras untuk tidak ber interaksi langsung dengan Ryo, dan Jean merasa beruntung karena di hari kerja Ryo sibuk dan sering pulang malam jadi hanya bertemu sebentar kemudian Jean langsung pulang.


Hari ini Jean sebenarnya malas berangkat kerja, karena ia tau kalau Ryo akan ada dirumah dan pastinya akan selalu mempersulit pekerjaannya, tapi Jean tidak punya pilihan lain karena jika dia tidak datang bekerja akan ada konsekuensi denda yang harus dibayarkan daripada berurusan lebih panjang dengan Ryo sebaiknya Jean mengalah lagipula ini minggu terakhir jean bekerja disana


Jean bergegas bangun mandi dan bersiap untuk berangkat ke rumah Ryo.


Tidak lama menunggu,pak Hadi kemudian menjemput Jean di kosan


Sampai di rumah Ryo,Jean langsung turun dan masuk kerumah,saat masuk keruang tengah langkah Jean terhenti ada Ryo dan Bagas duduk disofa sedang mengobrol


Jean merasa kikuk karena Ryo langsung menatapnya,Ryo menatapnya dari atas sampai bawah


"Selamat pagi tuan "sapa Jean merasa gugup dilihat Ryo seperti itu kemudian Jean segera menundukkan kepalanya


Bagas langsung menoleh mendengar suara Jean


"Hai Jean selamat pagi "kata Bagas terseyum


Jean melihat Bagas kemudian terseyum


Ryo melihat Jean terseyum kepada Bagas merasa kesal dalam hatinya


"*Ga*dis ini padaku sangat dingin bahkan terlihat selalu takut dan tak pernah mau melihat mataku secara langsung saat aku bicara dengan tapi bisa terseyum dengan sangat manis pada Bagas "


"Jean kamu cantik banget hari ini " Bagas memuji Jean


"Apa ada acara penting Jean hari ini ?


Bagas tidak memperdulikan tatapan Ryo yang menatapnya dengan tajam


Saya ada janji dengan teman saya nonton sepulang kerja nanti "


"Wah kamu udah punya pacar Jean,pasti cewek secantik kamu banyak yang suka dan pasti ada yang sakit hati kalau kamu gak jomblo lagi" kata Bagas kemudian melirik Ryo yang sedari tadi menatapnya tajam


"Bukan begitu temanku itu perempuan dia kerja di kafe sama dengan aku "


"Oh untunglah Jean,bisa ada yang patah hati kalau kamu punya pacar "kata Bagas tertawa


"Saya permisi kebelakang ya tuan "Jean kemudian melangkah meninggalkan ruang tengah

__ADS_1


Ryo hanya mengangguk mendengar ucapan Jean


Setelah Jean menghilang Ryo langsung melempar Bagas dengan bantal sofa


"Wooowww "Bagas tertawa


"Apa maksudmu begitu ?tanya Ryo dengan tatapan tajam


"Ha ha aku hanya ingin memastikan dia belum punya pacar "


"Bukankan dia hari ini cantik sekali?dia emang udah cantik sih tapi hari ini dia berdandan dan berpakain seperti itu bukankan dia jadi lebih menarik " Bagas tersenyum menaikkan alisnya


"Kamu mulai menyukainya kan?akui saja " kata Bagas meledek Ryo


"Sudahlah kamu pulang aku mau mandi,bukankah pacarmu sudah menunggu "kata Ryo melangkah meninggalkan Bagas


"Dasar pria dingin kau sebaiknya mengakui perasaanmu sebelum Jean gak kerja disini lagi "kata Bagas kemudian berdiri dan keluar untuk pulang


Namun Ryo tidak memperdulikan apa yang di katakan Bagas


***


"Jean siapkan air mandi untukku "kata Ryo kemudian naik ke lantai 2


Jean kemudian mengikuti Ryo kelantai 2


Ryo masuk kekamar di ikuti Jean


Jean kemudian langsung menuju kamar mandi sedangkan Ryo duduk di sofa dan mengambil majalah untuk dibaca sambil menunggu Jean menyiapkan air mandinya.


tiba tiba Jean berteriak


"Aaaaaaaaaa"


Ryo mendengar Jean langsung berdiri menghampiri Jean yang ada dikamar mandi


"Ada apa?


Jean berbalik dan langsung memeluk Ryo dengan erat


Ryo yang kedua tangannya berpegangan pada pintu kamar mandi membuat Jean leluasa langsung bisa melingkarkan kedua tangannya di badan Ryo

__ADS_1


Ryo kaget karena Jean memeluknya tiba tiba, jantungnya berdetak kencang dan tubuhnya sepeti beku tak bisa bergerak


"Jean kamu kenapa ?Ryo bertanya lagi


"Disana ada kecoa " Jean gemetar dan masih menenggelamkan wajahnya di dada Ryo


"Kamu takut sama kecoa?


"Iya Tuan "


Tiba tiba Jean sadar kalau dia sedang memeluk Ryo,karena ketakutan dia tidak sadar kalau orang yang dipeluknya adalah Ryo


Dia mengangkat kepalanya dan menatap wajah Ryo yang juga sedang menatapnya


Deg


Manik mata keduanya kembali bertemu,menyadari hal itu Jean buru buru melepaskan pelukannya dan melangkah mundur


"Maafkan saya tuan "


Jean mundur namun lantai kamar mandi agak licin dan Jean hampir terjatuh


Ryo kemudian menangkap tangan Jean yang akan jatuh


"Kamu ini hati hati "Ryo menarik tangan Jean


tangan Jean gemetar,maafkan saya tuan saya tidak sengaja


"Berhenti mengucapkan kata maaf kamu harus berhati hati kalau tidak kamu bisa terluka"


Ryo berkata seperti itu karena peduli pada Jean,dia pun mencoba menutupi kalau jantung berdetak kencang sedari tadi sejak di peluk Jean


Jean menatap Ryo mereka terdiam beberapa detik sambil bertatapan


"Saya akan menyiapkan air mandi anda tuan" Jean menarik tangannya yang masih di pegang Ryo


"Tidak usah saya akan mandi sekarang menggunakan shower saja" Ryo menunjuk kearad shower


"Kamu lanjutkan saja pekerjaanmu yang lain "


"Ba..baik tuan "Jean kemudian melangkah meninggalkan kamar mandi

__ADS_1


Jean menoleh sejenak menatap Ryo yang membelakanginya kemudian berbalik dan buru buru meninggalkan kamar Ryo


__ADS_2