
Sementara itu dirumah sakit
Dokter kembali mengecek keadaan ayah Amel
“bagaiman ini apa ayah baik baik saja” ucap Amel merasa khawatir
“ibu nggak tau mel semoga ayah baik baik saja” ucap Ibu
Tak lama dokter keluar
“bagaimana keadaan ayah saya dok” tanya Amel
“keadaan pasien semakin memburuk kita harus secepatnya melakukan operasi” ucap Dokter
“tapi kami belum punya uang cukup dok” ucap Ibu
“permisi dok pasien atas nama pak Ayah bisa dioperasi” ucap Suster yang baru datang
“kalau begitu segera siapkan ruangan dan alat alat” ucap Dokter
“baik dok” ucap Suster
Operasi pun segera dilakukan. Diluar Amel daan Ibunya menunggu dengan perasaan diaduk. Setelah 2 jam operasi selesai
“bagaimana dok keadaan suami saya” tanya Ibu
“operasi suami ibu berjalan dengan lancar, kita tinggal menunggu beliau melewati masa kritisnya” ucap Dokter
“syukurlah, dok boleh saya tau siapa yang membayar uang operasi suami saya” tanya Ibu
“mohon maaf bu kami tidak bisa memberitahu karena pihak bersangkutan tidak ingin identitasnya diketahui” ucap Dokter
Setelah operasi selesai Surya ayah Amel dipindahkan keruangan perawatan VVIP yang tentunya makin membuat Amel merasa penasaran dengan identitas si penolong. 1 bulan kemudian Ayah dirawat dan selama itu juga Amel bolak balik dari sekolah rumah dan rumah sakit menjaga sang ayah bersama ibu.
“assalamualaikum, bagaimana kondisi ayah” tanya Amel
“alhamdulillah nak ayah sudah merasa lebih baik” ucap Ayah meski belum sehat total
“ibu dimana yah” tanya Amel
“sedang beli makanan nak” jawab Ayah
“assalamualaikum” ucap Ibu yang baru datang
“wa alaikum salam, ibu udah balik” ucap Amel
“iya ibu habia dari depan, mel kamu nggak kerja hari ini” tanya Ibu
“nggak bu Amel libur selama 1 minggu besok ujian akhir jadi Amel ingin fokus ujian dulu” ucap Amel
“o gitu maaf ya kalau ibu ngerepotin kamu gantian jaga Ayah” ucap Ibu
“nggak apa apa bu Amel nggak kesusahan ko harus jaga ayah” ucap Amel
“pasti kamu juga terganggu sama kelakuan kakak kamu selama ibu nggak dirumah ibu Cuma berharap kakak kamu bisa berubah kearah yang lebih baik” ucap Ibu
“iya buk, ibu beli apa” tanya Amel
“o ini ibu tadi beli nasi sama lauknya juga kita makan sama sama ya” ucap Ibu
__ADS_1
Amel bersama ke2 orang tuanya menikmati makan bersama sesekali ibu bergurau dan juga ayah tampak tidak ada kekhawatiran dan ayah juga ikut bergurau dengan keadaan orang yang sehat
“bu yah Amel pulang dulu mau belajar ” ucap Amel
“iy nak ibu doakan semoga ujian besok berjalan lancar” ucap Ibu
“amel pulang dulu assalamualaikum” pamit Amel
Setelah sampai dirumah Amel melanjutkan memasak jika tidak kakaknya akan ngamuk lagi dan hal tersebut sudah terbiasa Amel rasakan selama 2 minggu belakangan. Amel rindu dengan kakaknya yang dulu perhatian dan peyayang kadang Amel iri dengan teman temannya yang dijemput pulang oleh kakak mereka.
Setelah selesai menyiapkan makanan, Amel lalu mandi dan belajar untuk persiapannya ujian
Keesokan harinya Amle berangkat dengan semangat
“hai mel” sapa Siska
“hai sis siap ujiannya” tanya Amel
“siap dong tapi gue juga deg degan nih” ucap Siska
“bismilah aja pasti bisa “ucap Amel
“oke gue akan berusaha semaksimal gue”ucap siska dengan percaya diri
Sekitar 2 minggu Amel menjalani ujian dan tinggal menunggu hasilnya. Sepulang sekolah Amel menyiapkan lagi makanan karena kakaknya selalu pulang malam. Amel ikhlas melakukannya asal ia bisa melihat kakaknya setiap hari.
Sebenarnya Rey kakak Amel adalah orang yang hangat dan suka mengajak Amel jalan jalan tiap pekan namun entah kenapa semenjak putus dengan pacarnya Rey tiba tiba berubah menjadi orang emosian dan suka minum. Setelah selesai dengan urusan rumah Amel bersiap siap kerumah sakit
“hai mel mau kemana” tanya Siska
“mau kerumah sakit jenguk ayah” ucap Amel
“sebelum kita kerumah sakit kita beli makanan dulu” ucap Amel
“oke” ucap Siska
Mereka pun berangkat bersama menuju rumah sakit dan Siska juga sekalian untuk menjenguk
“assalamualaikum om tan” ucap Siska
“wa alaikum salam e ada Siska mari masuk nak” ucap Ibu
“bagaimana keadaannya om” tanya Siska
“alhamdulillah sudah lebih baik sis” ucap Ayah
“gimana ujian nak berjalan dengan lancar” tanya Ibu
“iya bu berjalan lancar kami tinggal tunggu hasilnya” kata Amel
“semoga hasilnya yang terbaik ya sayang” ucap Ibu
“amin bu” ucap Amel
“kalau gitu Siska pamit dulu on tan semoga lekas sembuh om assalamualaikum” ucap Siska
“wa alaikum salam” ucap Ibu
“Amel juga sekalian pamit mau kerja dulu” ucap Amel
__ADS_1
“baik baik ya nak” ucap Ibu
“iya bu assalamualaikum” ucap Amel salam
“wa alaikum salam” ucap Ibu dan Ayah
Sekitar 30 menit Amel sudah tiba dicafe tempat ia biasa kerja segera Amle berganti seragam karena cafe cukup ramai. Sementara itu Aditya sedang meeting dengan cliennya dicafe yang sama. Dari jauh Aditya bisa melihat Amel yang sedang kerja mondr mandir mengantar pesanan.
BRUK
“maaf nyonya saya tidak sengaja” ucap Amel yang tiba tiba menabrak seorang wanita
“bisa kerja nggak sih rusak gaun saya jadinya kan” ucap wanita itu dengan kasar
“saya minta maaf nyonya” ucap Amel yang ikut membantu membersihkan noda pada gaun wanita tersebut
“uang yang kamu punya tidak akan mampu membeli gaun ini” ucapnya marah marah
Karena keributan tersebut manager cafe datang untuk mencari masalah dan menyelesaikannya
“maaf nyonya ada ribut ribu apa” tanya Manager
“lihat apa yang dilakukan karyawan anda gaun saya jadi rusak” ucapnya
“saya selaku manager minta maaf atas kelakuan karyawan saya” ucap Manager
“pokoknya saya minta ganti rugi sekarang juga” ucapnya
“maaf nyonya saya tidak punya uang sebanyak itu untuk ganti rugi” ucap Amel
“mana mungkin juga karyawan seperti dia mampu ganti rugi mustahil” ucapnya
“saya yang akan ganti rugi” ucap Aditya yang tiba tiba datang dari samping
“salam Tuan Aditya” ucap Manager
“ada masalah apa ini” tanya Aditya
“karyawan saya tidak sengaja menumpahkan minuman di gaun nyonya ini tuan dan beliau minta ganti rugi atas gaunnya yang rusak” ucap Manager
“kalau begitu masalahnya kita bisa selesikan ini tanpa ada ganti rugi” ucao Aditya
“mana bisa begitu gaun ini desain terbaru dan keluaran terbaru yang pasti harganya sangat mahal pokoknya saya minta ganti rugi” ucapnya marah marah
“kalau memang baru kenapa langsung terkena minuman biasa tidak mungkin baju berkualitas tinggi akan rusak Cuma tersiram air biasa” ucap Aditya
Lalu wanita tersebut pergi dengan kesal karena dipermalukan
“terima kasih tuan telah membantu mengatasi masalah ini” ucap Manager
“makasih juga karena tuan sudah membela saya” ucal Amel
“itu masalah sepele” ucap Aditya
“”permisi tuan bisa kita lanjutkan meetingnya” ucap Clien
“ya kita lanjutkan lagi maaf atas masalah barusan” ucap Aditya
Kemudian Aditya melanjutkan kembali meetingnya yang sempat tertunda
__ADS_1