
Ryo Zian dan Jean tiba di rumah sakit Jean langsung di bawa menuju UGD berselang 5 menit dokter keluar
"Pasien harus segera di operasi apakah kalian keluarganya"kata dokter pada Ryo dan Zian
"Saya suaminya dokter"ucap Ryo
"Segera lakukan operasinya dokter selamatkan istri saya"lanjut Ryo memohon
" Baik pak kami pasti lakukan yang terbaik,namun pasien kehabisan banyak darah pasien butuh transfusi darah apakah ada dari kalian yang bergolongan darah O?"tanya dokter
"Saya golongan dara O dokter silahkan ambil saja "ucap Zian
"Silahkan ikut dengan perawat"perintah dokter pada Zian
Jean pun di bawa keluar dari ruang UGD dan di bawa ke ruang operasi dengan beberapa laat yang sudah terpasang di tubuhnya
"Jean ku mohon bertahanlah"Ryo meraih tangan Jean namun di tahan oleh perawat
"Bapak tunggu disini"ucap perawat menghalangi Ryo saat mencoba ikut masuk ke ruang operasi
Ryo pun hanya bisa mematung di tempatnya memegang pintu ruang operasi yang sudah di tutup tanpa sadar tubuhnya merosot dan terduduk di lantai,ia menjambak rambutnya sendiri dan air matanya jatuh
"Bagaimana mungkin kamu mempertaruhkan nyawamu untukku"ucap Ryo sambil menangis
__ADS_1
Bagas yang baru tiba di rumah sakit langsung berlari mencari Ryo,Bagas melihat lampu operasi menyala itu tandanya Jean sedang di operasi
"Ryo ayo kita duduk disana"ajak Bagas menarik tangan Ryo supaya berdiri
"Dia terluka karena ku,jika aku tak menahan nya Mark tidak akan mengincar dia"Ryo berteriak sambil menangis frustasi
"Aku menyesal mencari nya kemari,karena aku Mark melakukan semua itu,harusnya aku biarkan Jean hidup bahagia"Ryo memukul tembok
"Ryo tenangkan dirimu"Bagas menarik Ryo agak duduk
"Tidak jika dia tidak selamat,aku lah yang bersalah"teriak Ryo sekali lagi lalu terduduk dan menangis
"Jean sedang menjalani operasi,kita harus mendoakan Jean selamat dan mampu melewati nya"Bagas mencoba menenangkan Ryo
Ryo terdiam tatapannya kosong,dia tak mampu berfikir apapun selain penyesalan dan rasa bersalah terhadap Jean
"Ganti pakaianmu jika Jean sadar nanti dia tidak boleh melihatmu dalam keadaan seperti ini"ucap Bagas memberikan paper bag berisi baju baru pada Ryo
"Tidak aku akan menunggu operasinya selesai"ucap Ryo meletakkan paper bag di kursi
2 jam lama nya operasi Jean berjalan,saat lampu ruangan operasi telah mati Ryo,Bagas dan juga Zian langsung berdiri di depan pintu menunggu dokter keluar
"Operasinya berjalan lancar tapi pasien belum sadarkan diri,pasien akan di pindahkan keruangan ICU untuk mendapatkan perawatan intensif"dokter menjelaskan pada Ryo dan yang lainnya
__ADS_1
"Tapi apakah istri saya baik baik saja dokter?"tanya Ryo
"Pasien akan berada di ICU kita akan lihat perkembangannya nanti,jika pasien dalam keadaan baik dalam 24 jam pasien akan sadar"ucap dokter
Tidak lama kemudian Jean yang berbaring diatas tempat tidur keluar dari ruang operasi,Ryo langsung menghampiri istrinya itu dan menangis,ia begitu terpukul rasanya melihat Jean dipasangi banyak alat
"Aku mohon segeralah buka matamu sayang"pinta Ryo sambil mencium tangan Jean
Tempat tidur Jean kemudian di dorong dan masuk keruang ICU disana Ryo hanya bisa melihat dari pintu kaca ruangan ICU
"Maafkan aku sayang"Ryo kembali menangis sambil menatap Jean dari kejauhan
"Ayo bersihkan dirimu,ini sudah jam 5 pagi"Bagas menarik Ryo dari depan ruangan ICU Jean
"Anak buah kita akan berjaga disini,kamu perlu berganti pakaian dan istirahat,Mark dan anak buahnya juga sudah tertangkap tak perlu ada ya g di khawatirkan"Bagas membujuk Ryo
"Tidak aku tidak ingin jauh dari Jean,jika dia sadar aku ingin ada di sisinya"ucap Ryo menolak
"Baiklah jika kamu tidak mau istrahat tidak apa apa tapi setidaknya ganti pakaianmu agar Jean merasa nyaman saat melihatmu nanti"ucap Bagas menatap baju Ryo yang masih penuh dengan darah
Ryo meraih paper bag yang di bawa Bagas dan menuju kamar mandi di rumah sakit itu
Bersambung
__ADS_1
Terimakasih yang sudah kasi vote dan hadiah 🙏