Terjebak Cinta CEO

Terjebak Cinta CEO
menjaga Diane


__ADS_3

Hampir 2 jam Ryo duduk menunggu di samping tempat tidur Diane,tak lama Diane mengerjapkan matanya


Diane membuka mata dan menoleh kesamping tempat Ryo duduk


"Ryo... Ucap Diane pelan


Ryo yang sedang membaca majalah pun kaget


" Di..kamu sudah sadar?"tanya Ryo


Diane hanya mengangguk


"Aku akan panggil dokter, tunggu sebentar" Ryo kemudian menekan tombol panggilan untuk bantuan di dekat tempat tidur pasien


"Ryo..terimakasih"ucap Diane memegang pergelangan tangan Ryo


"Apa kau sudah merasa baikan Di..?


" Aku hanya sedikit pusing"jawab Diane yang masih terlihat pucat


Tidak lama kemudian perawat datang ke kamar Diane


"Tolong periksa pasien suster dia baru saja siuman"kata Ryo


"Mohon tunggu sebentar ya pak,saya akan periksa infusnya terlebih dahulu setelah itu saya akan panggil dokter untuk memeriksa kondisi pasien" Perawat itu lalu memeriksa infus Diane setelah itu keluar untuk memanggil dokter


"Ryo.. aku ingin minum tenggorokanku terasa kering"Diane terdengar sangat lemah


"Oh..iya" Ryo segera mengambil gelas berisi air putih kemudian membantu Diane untuk duduk dan minum air


"Terimakasih"


"Berikan no telepon suamimu agar rumah sakit bisa menghubungi nya untuk memberi tahu keadaanmu saat ini" Ryo memberikan kertas dan pulpen pada Diane

__ADS_1


Diane menatap Ryo dan matanya mulai berkaca kaca


"Aku sudah berpisah dengannya" Diane kemudian menundukkan wajahnya dan menangis


"Kalau begitu berikan nomor telepone orang tuamu aku akan menghubungi mereka" Ryo kembali menyodorkan kertas pada Diane


"Mereka sudah tidak peduli padaku lagi setelah aku berpisah dengan Mark hiks... " Diane lagi lagi menangis


Ryo yang merasa kasihan mendengar penjelasan Diane lalu duduk dihadapannya


''Lalu aku harus menghubungi siapa? Tanya Ryo bingung


Diane hanya menggelengkan kepalanya


"Di... hubungi lah keluarga atau teman terdekatmu, aku tidak bisa menjagamu disini"


Mendengar ucapan Ryo Diane langsung memeluk lengan Ryo


"Tolonglah Ryo tetap disini malam ini saja" Diane memohon dengan suara yang terdengar lemah


"Dia sudah memilikimu sekarang, apakah menemaniku disini untuk semalam saja tidak bisa, aku tidak punya siapa siapa disini sekarang Ryo " Diane kembali memohon agar Ryo tetap mau bersamanya dirumah sakit


Ryo mengusap kasar wajahnya di satu sisi dia kasihan pada Diane tapi di sisi lain dia tidak ingin Jean khawatir karena dirinya tidak pulang, lagipula alasan apa yang akan dikatakan pada Jean jika ia tidak pulang malam ini, tidak mungkin dia membohongi Jean hanya demi Diane


Di.. aku akan minta Bagas untuk menemanimu malam ini" Ryo melepaskan pelukan Diane


"Aku tidak mau Bagas"


"Tolong mengertilah Diane, jangan mempersulit keadaan" Ryo mulai merasa kesal


"Permisi pak Ryo " sapa dokter yang baru saja masuk


Ryo pun bergeser menjauh dari ranjang pasien membiarkan dokter memeriksa Diane

__ADS_1


"Apa ada keluarga yang bisa saya ajak bicara pak Ryo? Tanya dokter saat selesai memeriksa Diane


" Saya walinya untuk sementara dok, saya belum bisa menghubungi keluarganya saat ini"


"Bisa kita bicara sebentar pak Ryo di ruangan saya"


"Baik dok" Ryo kemudian mengikuti langkah dokter meninggalkan ruang perawatan Diane


"Bagaimana dok keadaannya? tanya Ryo


" Saya harap pak Ryo tidak kaget, dari hasil lab diagnosa awal saya nona Diane mengidap kanker hati, tapi kamu butuh pemeriksaan selanjutnya untuk memastikannya pak Ryo"


"Kanker hati dok?" Ryo kaget bak di sambar petir


Tidak disangka setelah sekian lama tak bertemu Diane, justru sekarang mereka bertemu dan Diane sedang sakit parah


"Dokter apa ini benar? tanya Ryo sekali lagi


" Untuk diagnosa awal seperti itu pak Ryo,kami hanya perlu melakukan pemeriksaan lebih lanjut untuk mengetahui sudah sejauh mana penyakit pasien ini"dokter menjelaskan lagi pada Ryo


"Apa ini bisa sembuh dok?


" Dari banyak pasien hanya sedikit sekali yang bisa sembuh dari penyakit kanker hati ini"kata dokter


"Tapi.... belum selesai dokter mengucapkan kalimatnya Ryo sudah memotongnya


" Cukup dokter saya mengerti maksud dokter"Ryo kemudian berdiri dan meninggalkan ruangan dokter


Ryo mencuci wajahnya di kamar mandi lalu melonggarkan dasinya, entah kenapa setelah mendengar penjelasan dokter tadi dadanya terasa sesak


"Kenapa ini bisa terjadi?" Ryo menatap dirinya di cermin


bersambung

__ADS_1


terimakasih sudah membaca like dan komen ya jangan lupa vote jika berkenan 🙏🙏🤗🤗


__ADS_2