
Sore hari Jean kemudian di pindahkan ke ruang perawatan VIP berdasarkan permintaan keluarga Ryo
"Ma.."panggil Jean sambil memegang pergelangan tangan mama Ryo yang sedang merapikan selimut di tubuh Jean
"Iya sayang"mama Ryo tersenyum ke arah Jean
"Apa mas Ryo tidak pernah datang selama aku di rawat?"Jean menundukkan wajahnya menahan air matanya
"Tentu sayang dia mendapingimu dan terus berada di sisi sejak dari Jogja hingga kemarin, tapi sepertinya dia kelelahan karena menjagamu selama di rawat itu sebabnya dia memerlukan istrahat
"Tapi...."belum sempat Jean menyelesaikan ucapannya mama Ryo kembali bicara
"Mungkin juga dia merasa bersalah atas apa yang terjadi padamu itu sebabnya dia belum kemari sayang"ucap mama Ryo mengenggam tangan Jean
"Saat kamu sadar 3 hari yang lalu Ryo pergi setelah mengetahui kondisimu baik baik saja,mama rasa dia butuh waktu untuk sendirian karena mama sangat tau bagaimana sifat Ryo,mama harap kamu mengerti ya nak"mama Ryo menatap Jean sendu
__ADS_1
Jean menatap mama Ryo tanpa terasa air matanya jatuh
"Ma..Jean juga bersalah untuk semua yang terjadi..."ucap Jean sambil terisak
"Sudahlah nak jangan terlalu di pikirkan ya, yang terjadi biar berlalu yang terpenting sekarang kamu bisa segera pulih dan kembali kerumah setelah itu baru kita bisa melakukan hal lainnya"mama Ryo memeluk Jean
Di tempat lain Ryo menghisap rokok sambil menatap keluar jendela apartemen,ia tak pernah kembali ke rumah selama kembali ke kota M baginya rumah menjadi hal yang paling tidak ingin dia datangi saat ini,karena ketika dia kembali kerumah dia akan terus mengingat kenangan indah sekaligus menyakitkan bersama Jean di rumah itu
"Aku akan menceraikan Jean..."ucap Ryo datar
"Aku serius dengan ucapanku" jawab Ryo menatap Bagas
"Kamu mau menceraikan dia setelah dia hampir kehilangan nyawanya demi dirimu,gila kamu Ryo...ucap Bagas tak menyangka Ryo punya pikiran seperti itu
"Aku akan membayar mahal untuk hal itu,aku berutang nyawa padanya aku akan berikan kompensasi yang besar saat kami bercerai nanti"Ryo mematikan rokoknya
__ADS_1
"Keterlaluan kamu Ryo,apa kamu tidak memikirkan perasaan Jean dia sendirian Ryo disini,bagaimana dengan janji yang kamu ucapkan di depan neneknya hah "bentak Bagas yang tak bisa menahan emosinya
"Dia akan berkecukupan setelah bercerai denganku,dia tidak akan kekurangan apapun aku tau caranya berterimah kasih,pulanglah aku harus istrahat kita ada rapat penting besok pagi"ucap Ryo mengusir Bagas
"Ryo kamu akan menyesalinya jika melakukan itu"Bagas mengambil jaket kemudian meninggalkan Ryo
Setelah pintu tertutup
Brakkkkkk....
Ryo memukul dinding hingga jari jarinya berdarah,matanya memerah di tambah pikirannya yang kacau,ia kemudian menyandarkan bahunya ke dinding dan membiarkan darah segar mengalir di jari jarinya tatapannya kosong tak ada yang bisa dilakukannya
bersambung
maaf karena author lama banget gak up itu dikarena author hamil kemaren sama sekali gak kepengen nulis dan udah coba tapi tetap sulit untuk melanjutkannya,insya Allah mulai hari ini author akan rajin up lagi tapi jangan di tagih cepat cepat ya sambil urus bayi soalnya 🙏
__ADS_1