
Jean sedang asik menyiram tanaman dihalaman belakang rumah tiba tiba mertuanya datang mengejutkannya
"Jean.... " panggil bu Arum
"Mama... " ucap Jean kemudian menghampiri mertuanya dan mencium tangannya
"Mama mau minum apa Jean buatin ya?"
"Gak ah mama mau ajak kamu jalan, mama bosan irene masih di Bali mama kesepian"
"Hahha mama ini ada ada aja, memangnya mama mau jalan kemana?" Jean terseyum pada mertuanya itu
"Bagaimana kalau ke salon lalu belanja?kamu hari tidak kuliah kan?
" Hmmm tapi aku kabarin mas Ryo dulu ya ma soalnya...."ucapan Jean terhenti saat mertuanya langsung memotong ucapannya
"Aku sudah menelponnya berkali kali tapi dia tidak mengangkatnya, ayo kita pergi saja"
"Baiklah ma, Jean ganti baju sebentar ya" Jean kemudian berlalu menuju kamarnya
Mall di kota M
"Apa kamu sudah ke dokter kandungan sayang?tanya mama Ryo tiba tiba saat mereka sedang memilih baju
" Itu ma..mas Ryo masih sangat sibuk akhir akhir ini"jawab Jean tersipu malu
"Terus kapan mama gendong cucu mama sudah gak sabar nih" goda bu Arum
__ADS_1
"Semoga secepatnya ya ma... "
"Aamiin...sering sering lah luangkan waktu berdua nanti mama bicara sama Ryo,dia masih terus sibuk dengan pekerjaannya meskipun sudah memiliki istri huh"bu Arum merasa kesal
"Tidak apa apa ma..mas Ryo juga bekerja untuk perusahan tetap berjalan lancar kan?Jean memeluk bahu mertuanya
"Dia beruntung memiliki istrimu sepertimu Jean yang terus mengerti meskipun waktunya bersamamu sedikit" bu Arum mengelus rambut Jean
"Pulang nanti aku akan mampir ke kantor mas Ryo ma, mau kasi kejutan aku sudah lama gak kekantor mas Ryo"
"Baiklah, ayo kita makan dulu" ajak bu Arum menggandeng Jean
Pukul 4 sore Jean dan bu Arum telah selesai dengan kegiatan mereka, supir bu Arum pun mengantar Jean ke kantor Ryo
"Ma.. Jean pamit dulu ya " Jean mencium tangan mertuanya itu
"Jangan lupa mama mau punya cucu segera" ucap bu Arum sebelum Jean turun dari mobil
Setelah mertuanya pergi Jean pun melangkah masuk ke gedung kantor Ryo
Semua pegawai disana membungkukkan badan saat melihat istri bos mereka datang, Jean pun tersenyum pada mereja
"Sore mba Desi.."sapa Jean saat di depan meja sekertaris Ryo itu
" Nona Jean "Desi buru buru berdiri dan membungkukkan badannya
" Suamiku ada kan? tanya Jean
__ADS_1
"Ada nona tapi... " Desi belum menyelesaikan kalimatnya Jean sudah melangkah meninggalkannya menuju ruang kerja
"Terimakasih mba Desi " ucap Jean
Jean tersenyum sambil memandangi barang yang dibawanya karena dirinya akan memberi kejutan pada suaminya itu sebabnya dia datang tanpa memberi tau Ryo sebelumnya
Jean pun pelan pelan mendorong pintu dan masuk kedalam ruangan Ryo, namun pemandangan yang dilihatnya membuatnya berhenti dan menjatuhkan barang yang ada di tangannya
"Mas Ryo.... Ucap Jean gemetar
Ryo yang sedang duduk di kursi kerja dan Diane yang duduk di pangkuannya terlihat begitu intim terkejut saat ada yang memanggil namanya
"Jean...Ryo buru buru berdiri dan segera menghampiri Jean
Diane pun pura pura terlihat kebingungan dan merapikan bajunya
Jean memundurkan langkahnya saat Ryo mendekatinya
" Sayang jangan salah paham, ini tidak seperti yang kamu lihat"Ryo mencoba memberi penjelasan
Jean menunduk menahan air matanya
"Jean aku mohon sayang jangan salah paham" Ryo mencoba meraih tangan Jean,namun Jean langsung menepis tangan Ryo
"Permisi saya harus pulang, maaf saya mengganggu kalian" ucap Jean dengan nada gemetar kemudian berbalik dan berlari meninggalkan ruang kerja Ryo
bersambung
__ADS_1
terimakasih author selalu ucapkan untuk yang terus membaca karya author meskipun masih banyak kekurangan, author terus berusaha menulis dengan baik dan bisa up sering sering
jangan lupa kasi like dan komentarnya ya 🤗🤗🙏🙏