
Sesampainya di rumah Amel dan ibunya memutuskan untuk menggunakan sisa dari uang yang mereka pinjam. Rey yang sedang dikamar terbangun karena suara mereka
dan mendengar semua percakapan mereka
"bagi duit dong" pinta Rey
"buat apa kak jangan bilang buat minum minum lagi" Amel
"anak kecil jangan sok tau mana uangnya" Bentak Rey
"nggak ibuk nggak akan memberikannya" tolak Ibu
"mana cepat beri" berusaha merebutnya dari Ibu
"jangan rey" pintak Ibu
"banyak juga nih" Rey
"balikin nggak kak uang ini untuk biaya operasi ayah" bujuk Amel
"aku nggak peduli miggir sana" menyenggol Amel dan pergi
"bagaimana ini buk uangnya diambil semua, mau pakai apa kita bayar operasinya buk" tanya Amel binggung
"nanti kita pikirkan lagi sekarang kita istirahat dulu besok kita cari jalan keluarnya" Ibu
Keesokan harinya
"ibu yakin nggak papa sendiri" Tanya Amel
"nggal papa mel ibu bisa" jawab Ibu
"ibu yakin apa Amel izin aja" Amel
"ibu yakin udah pergi sama nanti telat" suruh Ibu
"assalamualaikum buk" salam Amel
" waalaikum salam belajar yang rajin ya" sambung ibu
Di kelas
"hai mel" sapa Siska
__ADS_1
"hai " jawabnya
"ada apa mel kok mukanya lusuh amat" tanya Siska
" nggak ada sis" jawab Amel berusaha menutup masalahnya
"pasti ada sesuatu nggak mungkin lo baik baik aja cerita aja sama aku" paksa Siska
"ayah aku kemarin kecelakaan sis dan butuh biaya yang banyak" Amel
"yang sabar mel" Siska
"aku bingung sis gimana caranya bisa cari uang sekarang" Amel dilema
"pasti nggak sedikit aku pasti bantu mel" Siska
"makasih ya Sis kamu udah banyak bantu aku nggak tau bagaimana aku bisa balas budi mu sis" ucap Amel
"kita kan sahabat sesama sahabat harus saling membantu" Siska
"makasih ya sis " kata Amel dan mereka berpelukan
Bel masuk pun berbunyi dan pembelajaran pun dimulai dengan lancar hingga jam pulang
"nggak usah sis lagian setelah ini aku mau ke rumah sakit" tolak Amel
"ok duluan ya " Siska
Sepulang sekolah Amel langsung menuju rumah rumag sakit menjenguk ayahnya dan siapa tau ibunya punya solusi untuk biaya operasi. Tiba tiba
Bruk Amel tersenggol mobil
"maaf pak saya nggak melihat" kata Amel minta maaf
"tapi tangan nona terluka biar saya obati dulu" ucap Supir
" nggak perlu pak lecet sedikit " tolak Amel dikarenakan ia sedang buru buru
"ada apa pak " seseorang keluar dari kursi penumpang dengan tatapan dingin
"maaf tuan muda saya tadi menabrak nona ini nggak sengaja" kata Supir menjelaskan
"saya yang salah maaf pak saya terburu buru" kata Amel langsung pergi
__ADS_1
" hm gadis yang menarik "
"mari tuan kita lanjutkan" kata supir lalu melanjutkan perjalanan mereka
**PRATAMA GRUB**
Tampak semua karyawan sedang memberi hormat kepada pimpinan baru mereka salah sedikit saja mereka bisa dipecat.
Aditya Pratama CEO muda dan berbakat yang mampu menyaingi rekan lainnya banhkan dunia. Dikenal dengam sosom yang dingin, cuek, dan sadis bahkan banyak wanita yang mengidolakannya karena ketampananya tak jarak mereka rela melakukan apa pun untuk mendapatkannya
"temukan informasi tentang gadis tadi dan berikan padaku secepatnya" suruh Aditya
"baik tuan muda" seru Zen sekretarisnya
Setelah Zen pergi Aditya langsung duduk di kursi besarnya menghadap arah jendela
tok tok
"permisi Tuan muda boleh saya masuk" seru Zen
"masuk" Perintahnya
"ini data yang tuan muda minta saya permisi" seru Zen dan keluar
"hmm gadis yang menarik"
"ada apa Tuan muda" kata Zen mengankat telepon
"perintahkan pihak rumah sakit untuk segera lakukan operasi" perintah Aditya
"baik Tuan muda" Zen
bersambung....
jangan lupa like and komennya
karena akan sangat membantu
maaf kalau jalan ceritanya berantakan
thor masih dalam tahap belajar
__ADS_1