
"Kenapa mas minta maaf? Tanya Jean bingung
" Maaf karena aku membuatmu menunggu dan sampai ketiduran di sini"
"Dimana para pelayan kenapa tidak ada satupun yang menemanimu disini? tanya Ryo dengan nada marah
" Mas.. Tadi mba Nita menemaniku tapi aku yang memintanya untuk pergi beristrahat"Jean melepaskan pelukan suaminya
"Apa mas sudah makan?
" Sudah" jawab Ryo berbohong
Jika Ryo mengatakan dirinya belum makan pasti Jean akan bertanya lebih banyak
"Ya sudah kalau begitu mas mandi dulu, nanti aku buatin teh herbal dan aku potongkan buah"
Ryo mengangguk kemudian melangkah menuju lantai 2 dan Jean ke dapur untuk menyiapkan teh dan juga buah
Setelah mandi Ryo duduk di sofa yang ada dikamar mereka menikmati teh herbal dan buah yang disediakan Jean
"Apa hari ini mas sibuk sampai lembur?
Ryo langsung berhenti mengunyah buah yang sedang di makannya dan menatap Jean yang sedang asik menatap laptop dihadapannya
Karena tak mendapat jawaban Jean pun akhirnya berbalik dan menatap suaminya
__ADS_1
"Mas kok melamun?
"Hah gak aku cuma lagi mikirin kerjaan sayang?Ryo berusaha bersikap biasa saja
"Terasa begitu berat saat membohongi Jean seperti ini, tapi jika dia tau apa yang kulakukan hari ini bisakah dia memahaminya?ataukah rasa percayanya padaku akan hilang? Tidak.. Tidak hubunganku dan Jean tidak boleh bermasalah hanya karena kehadiran Diane yang sedang sakit saat ini" Ryo berusaha meyakinkan dirinya sendiri
"Kalo mas lelah ayo kita istirahat" Jean menutup laptop dihadapannya
Jean kemudian berdiri namun Ryo langsung menariknya ke pangkuannya
"Seharian ini aku bekerja dan pulang larut tapi istriku malah menyuruhku tidur" ucap Ryo cemberut
"Justru karena mas lelah seharian bekerja makanya ayo kita tidur"
"Apa pekerjaan mas terlalu berat? bicaralah denganku, ya walaupun aku tidak begitu mengerti tentang pekerjaan mas tapi kalo mas bicarakan setidaknya aku bisa jadi pendengar yang baik dan mas merasa lega sehingga mas tidak terlalu terbebani"
Deg..
Kata kata Jean membuat Ryo seperti seseorang yang sedang ketahuan berbohong karena sepertinya Jean merasa ada sesuatu yang berbeda darinya
"Aku cuma lelah sayang" Ryo kemudian mencium pucuk kepala Jean
Ryo kemudian menggendong Jean menuju tempat tidur dan merebahkan nya disana
(Adegan 21+ gak usah ditulis ya 🤭)
__ADS_1
Dirumah sakit
"Aku tidak mau ada kata gagal camkan itu" perintah Diane pada seseorang di sebrang telepon
Bagas kemudian masuk saat melihat Diane sedang menelpon seseorang, tapi Bagas terlambat karena tidak mendengar apapun yang dibicarakan Diane dengan seseorang yang di telepon nya
Melihat Bagas masuk ke ruang perawatan nya Diane segera menyimpan handphone dan segera berbaring
"Katanya kamu tidak punya keluarga atau teman disini tapi yang kulihat baru saja kau bicara dengan seseorang di telepon" sindir Bagas
"Itu hanya temanku di Australia dia menanyakan keadaanku, lagian itu bukan urusanmu tinggalkan aku sendiri aku ingin istrahat" Diane merasa kesal pada Bagas dan mengusirnya keluar dari kamarnya
"Kamu semakin mencurigakan Diane, kita lihat saja seberapa lama sandiwara yang kamu mainkan akan terbongkar"Bagas bicara dalam hati dan tersenyum sinis pada Diane
"Kalau kau bisa sendiri kurasa kau baik baik saja, jadi jangan bersikap lemah di hadapan Ryo sadarkan dirimu"Bagas memberi peringatan pada Diane lalu pergi meninggalkan kamar Diane
"Kau... " Diane mengepalkan tangannya mendengar ucapan Bagas
"Sepertinya kau dulu yang harus ku singkirkan, kau bisa menggagalkan semua rencanaku nantinya" gerutu Diane dalam hati memandang Bagas yang meninggalkan kamarnya
bersambung.....
makasih yang setia membaca jangan lupa setelah baca kasi like dan komentar dan kalau berkenan kasi vote ya
🤗🙏
__ADS_1