Terjebak Cinta CEO

Terjebak Cinta CEO
Episode 6


__ADS_3

Kiora kalut dengan suasana hati yang amat sangat kacau, Entah sudah berapa teguk minuman beralkohol yang Kiora minum. ya, mungkin Salah jika Dian mengajak Kiora datang ke tempat ini. Karena itu membuat Kiora tak terkontrol, bagaimanapun Kiora adalah pemula. Jadi tak seharusnya minum terlalu banyak.


Melihat kondisi Kiora yang sudah setengah mabuk, tentu membuat para lekaki nakal ingin berbuat usil. Terkihat seorang pria bertubuh besar tengah mendekati bartender, memasukan sesuatu kedalam minuman Kiora.


Prangg!!!!! gelas yang di pegang Kiora jatuh begitu saja karena di tepis seseorang. Tentu hal itu membuat semua orang terkejut.


"P..Pa..Pak Leon ada apa?" tanya Dian bingung.


"Kita bawa gadis ini keluar dari sini." kata Leon.


"Tapi pak-"


"Nanti aku jelaskan, kau bawakan tas dan ponselnya. Aku akan membopong tubuhnya." kata Leon memotong pembicaraan Dian.


"kita bertemu lagi Tuan tampan." rancau Kiora. Kiora mendekatkan wajahnya pada dada bidang Leon. Entah saat ini Kiora bak wanita murahan yang dengan suka rela bersentuhan dengan pria Asing.


"Dian kalian tadi kesini naik apa?" tanya Leonard saat sampai di luar club.


"Naik mobil pak." jawab Dian.


"Biarkan mobil itu tetap di sini, besok biar di antar oleh orang suruhanku. dan kau ku antar pulang." kata Leonard.


"Tapi bagaimana dengan Kiora pak?" tanya Dian ragu.


"Saya antar dia kerumahnya." jawab Leonard.


"jj.. jangan pak!!!" ujar Dian panik.

__ADS_1


"jangan bagaimana? apa harus saya tinggal dia di pinggir jalan?" ketus Leonard.


"Duh.. gimana ya pak, ini kan udah jam 1 pagi.. tadi bundanya berpesan kalau kemaleman suruh ke penginapan aja. terus Kio dalam keadaan mabuk lagi" kata Dian.


"Ya udah tidurin di rumah kamu aja." kata Leon.


"Ngga bisa pak, saya di sini aja numpang di kostan temen. kan ngga enak." kata Dian.


"Astaga..." kata Leon menepuk jidatnya.


"Bapak bawa Kio aja nggak papa, saya pulang bawa mobil sendiri." kata Dian.


"Kenapa jadi saya yang repot?" tanya Leon kesal.


"Ya udah sini kio biar sama saya aja pak, dari pada merepotkan bapak." kata Dian.


"Hah.. yang betul pak? kok bapak Tahu?" tanya Dian heran.


"Iya tahu.. mangkanya tadi aku langsung ajak kalian keluar dari club. Buruan ini gimana jadinya? pegel tau bopong kaya gini." dengus Leon.


"terserah bapak saja deh kalo mau anter ke rumah ya udah anter ke rumah aja. dari pada bapak bingung." kata Dian.


"Arghh... sudah sana kau pergi, bukan memberi solusi malah bikin tambah pusing." usir Leon.


"Baiklah pak saya permisi dulu, titip Kiora ya pak." kata dian tanpa rasa bersalah.


"Sorry ya Kio, anggep aja ini gue lagi nyomblangin elu." batin Dian.

__ADS_1


Leon pun tidak ada pilihan lain, ia tetap harus mengantarkan Kiora pulang ke rumah. Leon melepas jas yang melekat pada tubuhnya guna menutupi tubuh Kiora yang memang memakai pakaian sedikit terbuka.


Di sepanjang perjalanan Kiora tak ada henti - hentinya merancau, Leon pun menyadari jika gadis yang di sampingnya saat ini sedang keadaan mabuk namun ada sedikit hal yang menarik menurut Leon dari rancauan Kiora.


"Ingat Damar, aku akan membuatmu menyesal.. Tunggu pembalasanku!!!" rancau Kiora, Leon yang mendengar itu pun menyunggingkan senyum yang tak bisa di artikan.


"Gadis yang malang.." ujar Leonard.


Selang beberapa menit, kini keduanya telah tiba di kediaman Kiora. Leonard kembali membopong tubuh Kiora.


Tokk.. Tokkk.. Tokkkk... Leonard mengetuk pintu hingga beberapa ketukan, tak butuh waktu lama terdengar suara langkah kaki mendekat ke arah pintu. Pintu pun terbuka betapa terkejutnya Rena melihat anak gadisnya pulang malam di bopong seorang pria.


"Tuan Leon.. Astaghfirullah, Kiora!!! dia kenapa?" tanya Rena ibunda Kiora.


"Dia Mabuk nyonya, boleh saya masuk?" tanya Leonard.


"Yaallah, Kiora... kenapa kamu jadi seperti ini nak.. silahkan.. Silahkan tuan Leon, langsung bawa ke kamar saja tidak apa." kata Rena.


"Permisi ya nyonya.." kata Leon sopan.


"Iya, Tuan Leon silahkan. Saya panggilkan suami saya dulu ya." kata Rena membiarkan Leonard masuk ke kamar Kiora.


Saat hendak membaringkan Kiora di atas ranjang, betapa terkejutnya Leon ketika Kiora menarik dirinya hingga jatuh menindih tubuh Kiora.


"Jangan pergi!!!" lirih Kiora mengalungkan kedua tangannya pada leher Leon. Leon bersusah payah melepaskan tautan tangan Kiora, namun siapa sangka Kiora justru dengan lancang mendaratkan bibirnya tepat pada bibir Leon. Apakah Leon tertarik dengan permainan Kiora? tentu jawabanya adalah Iya, bagaimana pun Leon adalah laki - laki normal. Hampir saja Keduanya kalut dengan hasrat masing - masing. namun kesadaran Leon telah kembali ia melepas pagutan dengan Kiora yang jelas - jelas telah membangunkan sesuatu di bawah sana.


"****!!!" umpat Leon menghempaskan tubuh Kiora dengan kasar. Kalian tahu bagaimana respon Kiora? Marah? Tidak!!! ia justru tertidur dengan pulas seperti manusia tanpa dosa.

__ADS_1


__ADS_2