
Diane datang dan langsung masuk ke kamar hotel Mark karena dirinya memiliki kunci kamar hotel milik Mark,namun ia merasa heran karena kamar milik Mark gelap tak seperti biasanya
"Sayang...."panggil Diane
Namun tak ada suara,Diane akhirnya menyalakan lampu seketika Diane terkejut saat melihat Ryo duduk di kursi tepat dihadapannya dan Mark yang mulutnya di tutup dengan lakban di apit dua anak buah Ryo
"Hallo sayang..."ucap Ryo tersenyum dengan wajah mengejek
"Ri..Ri.....yo.."ucap Diane terbata bata
"Kenapa apa kau terkejut sayang?"tanya Ryo berdiri dari duduknya mendekati Diane dan menatapnya tajam
"Ri..ri..yo aku bisa jelaskan"Diane meraih tangan Ryo
"Menjelaskan apa hah?"bentak Ryo menghempaskan tangan Diane
"Ryo ini tidak seperti yang kamu pikirkan?" Diane berusaha membujuk Ryo
"Cukup.."bentak Ryo mengcekram dagu Diane
Diane yang mendapat perlakuan seperti itu memundurkan langkahnya dan tertabrak dinding di belakangnya
"Ryo sakit"Diane meraih tangan Ryo
"Sakit katamu?sakit yang seperti apa maksudmu?"Ryo dengan emosi yang meluap luap
"Ini semua ide dia Ryo,ku mohon percayalah"Diane menatap ke arah Mark
Ryo memberi kode pada anak buahnya untuk melepas lakban di mulut Mark
"Diam kamu jalang,ini semua kamu yang merencanakan bukan?"teriak Mark
"Bukankah kau yang merencankan agar bisa mendapatkan dana untuk perusahaanmu yang bangkrut agar bisa beroperasi kembali "teriak Diane frustasi
__ADS_1
"Hahaha..kalian sungguh pasangan yang luar biasa"ucap Ryo tersenyum sinis pada Diane
"Lalu bagaimana dengan penyakitmu,apa itu juga rencana dia?"tanya Ryo
"Ryo aku melakukannya karena aku mencintaimu,aku hanya ingin kembali padamu Ryo percayalah"Diane terus memohon pada Ryo agar percaya
"Tolong percayalah aku tidak bohong Ryo"lanjut Diane
"Bawa mereka masuk"perintah Ryo pada anak buahnya
Bagas masuk bersama anak buahnya yang menggiring perawat Diane dan juga dokter yang sudah menipu Ryo tentang penyakit Diane dengan tangan di ikat
Diane melihat teman perempuannya dan juga dokter Louis seketika terkejut,kali ini dia tidak bisa apa apa hanya keringat dingin yang mulai mengucur di wajahnya
"Bagaimana?apa kalian ingin mengatakkan yang sebenarnya?"tanya Ryo menatap wanita itu dan dokter Louis
"Katakanlah jika kalian tidak ingin merasakan dinginnya penjara"Bagas membentak dokter Louis
"Aku hanya di minta tolong untuk memanipulasi rekam medis Diane dan meminta untuk menuliskan biaya yang besar untuk kemoterapinya" ucap Dr.Louis gemetaran
"Aku hanya di minta untuk mengambil setiap uang kemoterapi Diane dan di kirim ke rekening pribadi Mark"ucap wanita itu terbata bata
"Tidak itu tidak benar Ryo "Diane langsung duduk bersimpuh di hadapan Ryo dan memeluk kaki Ryo
"Ku mohon percayalah padaku"Diane memohon pada Ryo
Ryo mengambil berkas di tangan anak buahnya dan melempar ke arah Diane,Diane memungut seluruh kertas itu dan melihatnya ia tidak percaya seluruh bukti tentang rencana jahatnya terhadap Ryo jelas ada di kertas kertas itu
"Ini tidak benar Ryo,ini semua rencana dia"Diane menunjuk Mark
Ryo berjongkok di hadapan Diane dan memegang kuat lengan Diane
"Aku aku mengirim kalian ke neraka"Ryo menatap tajam Diane
__ADS_1
Diane bisa merasakan aura gelap di wajah Ryo,ia semakin ketakutan karena Ryo tidak pernah main main dengan ucapannya
"Ku mohon Ryo maafkan aku,aku hanya membantu dia"Diane menangis
Ryo yang di penuhi emosi langsung menjambak Diane
"Kau tau aku tidak pernah main main dengan ucapanku kan?"Ryo menatap Diane penuh amarah
"Ryo.. Ryo...lepaskan ini sakit"Diane menangis memohon iba pada Ryo
Saat Ryo tengah fokus pada Diane,Mark memanfaatkan keadaan untuk memukul anak buah Ryo dan mendorong Bagas yang ada dihadapannya dan ia segera berlari keluar kamar hotel dengan cepat
"Kalian kejar dia jangan sampai dia lolos"perintah Ryo
"Kalian berdua antar mereka bertiga ke kantor polisi,bawa bukti bukti ini"Ryo menyerahkan berkas pada anak buahnya
Ryo kemudian bergegas keluar kamar hotel ikut mengejar Mark yang sudah menghilang ,Ryo menuju ruang keamanan hotel untuk mengecek keberadaan Mark di cctv
"Ryo.. Ryo...ku mohon lepaskan aku"teriak Diane berkali kali namun tak berhasil
"Kau harus membayar segala kejahatanmu wanita licik"bisik Bagas di telinga Diane
"Diam kau.."teriak Diane
"Masih bisa banyak bicara,tunggu di kantor polisi dan kau akan merasakan dinginnya penjara kali ini"Bagas tersenyum sinis pada Diane
"Aku bersumpah akan membalasmu"teriak Diane memberontak
"Lanjutkan,mobil di lobi sudah siap"Bagas meminta anak buahnya untuk membawa mereka bertiga
"Awas kau ya,aku tidak akan tinggal diam liat pembalasanku nanti"teriak Diane sebelum menghilang di lift
Bersambung
__ADS_1
Jangan lupa vote,like,komentar dan terimakasih untuk hadiahnya karena semua itu buat author bisa terus semangat untuk menulis 🤗🤗
Maaf kalau up nya masih bolong bolong itu karena author masih kurang sehat 🙏🙏