Terjebak Cinta CEO

Terjebak Cinta CEO
pernyataan cinta lagi


__ADS_3

Keesokan harinya


Jean datang bekerja sejak jam 10 pagi tapi,tidak melihat Ryo sama sekali dan tidak mungkin Ryo belum bangun di jam seperti ini dia orang yang selalu bangun pagi meskipun tidak bekerja.


"Mba Nita apa tuan Ryo berangkat keluar kota?"tanya Jean pada mba Nita


"Tidak tuan Ryo sedang keluar Jean"


"Ooo "


"O iya Jean tuan Ryo berpesan kamu tidak boleh membersihkan kamar nya dan juga kamu harus menunggu sampai dia pulang nanti dan siapkan makan malam juga untuk tuan Ryo " Nita menyampaikan pesan Ryo untuk Jean


"Baik mba "


"Hari ini kamu siapkan makan malamnya sendiri ya karena hari ini aku dan beberapa pelayan akan libur dan kami menginap di tempat keluarga masing masing "lanjut mba Nita


"Kok tumben mba?


"Setiap sebulan sekali memang begitu jean tuan Ryo memberi kami libur "Nita sedikit berbohong pada Jean


"Mba Nita aku terakhir bekerja hari ini aku minta maaf kalau ada salah ya mba Nita selama aku kerja bersama mba Nita"


"Iya Jean santai aja "Nita dalam hati hanya tertawa mengingat Jean akan tetap di rumah itu karena tuannya sudah menyiapkan sesuatu yang spesial untuk Jean


Jam 6 sore


Ryo pulang dan langsung ke kamar, Jean bingung karena bos nya itu tidak menyapanya sama sekali seolah olah Jean tidak ada dirumah itu.


Jam 7 malam Jean sudah menyiapkan makan malam kemudian berganti pakaian,Karena Ryo belum turun Jean jadi berinisiatif untuk memanggilnya lagi pula ini hari terakhir Jean tidak ada salahnya dia bersikap baik pada Ryo.


tok..tok..


"Tuan... "panggil Jean


Ryo kemudian membuka pintu rambutnya basah karena baru saja selesai mandi


"Tuan makan malamnya sudah siap " Jean sambil menatap Ryo yang masih mengeringkan rambutnya dengan handuk.


Jean terpesona dengan ketampanan Ryo

__ADS_1


"Aku tidak ingin makan malam" kata Ryo datar lalu berbalik meninggalkan Jean


Jean langsung memegang pergelangan tangan Ryo sehingga Ryo menghentikan langkahnya


"Tapi tuan aku sudah siapkan malamnya "


Ryo menatap tangan Jean yang memegangnya,Jean sadar Ryo melihat tangannya yang memegang pergelangan tangan Ryo,Jean buru buru melepaskannya


"Maaf tuan saya.. "


"Masuklah aku ingin bicara denganmu "Ryo mempersilahkan Jean masuk


Jean kemudian melangkah masuk,Ryo kemudian menutup dan mengunci kamarnya


Mendengar Ryo mengunci pintu Jean langsung berbalik karena kaget


"Tuuu..aannn kenapa mengunci pintunya "Jean dengan suara gemetar


"Apa yang dia akan lakukan kenapa tadi aku masuk tanpa rasa curiga dirumah ini tidak ada siapapun para pelayan sedang libur hanya ada sopir dan penjaga rumah itupun mereka ada diluar rumah ini..habislah aku apa dia akan melakukan hal buruk padaku,sekarang didalam kamar ini hanya ada kami berdua berteriak sekencang apapun tidak akan ada yang dengar karena kamar ini di buat kedap suara ya Tuhan tolong aku " Jean berdoa dalam hati


Ryo menatap dingin pada Jean,Ryo merasa senang dalam hati melihat Jean pucat dan keringat dingin karena ketakutan,Ryo kemudian melangkah mendekati Jean


"Kenapa apa kau takut padaku?" Ryo melangkah dan berdiri tepat di hadapan Jean yang mukanya semakin pucat


Jean melangkah mundur Ryo pun melangkah mendekatinya langkah Jean terhenti saat kakinya terbentur tempat tidur dan hampir jatuh ketempat tidur.


Ryo langsung menangkap Jean dan memeluk pinggang Jean dengan satu tangan dan menariknya kedalam pelukannya.


Jean kaget Ryo memeluknya


"Tuan ku mohon jangan lakukan apapun padaku " suara Jean terdengar takut meskipun saat ini wajahnya terbenam di dada Ryo


Ryo tersenyum mendengar ucapan Jean,karena tidak mendapat jawaban Jean memberanikan diri mengangkat wajahnya menatap Ryo yang sedang tersenyum.


Ryo mempererat pelukan pada pinggang Jean


"Apa kau berharap aku melakukan sesuatu padamu?" Ryo menaikkan alisnya menatap Jean yang juga menatapnya.


Mendengar jawaban Ryo Jean kemudian menudukkan kepala kembali ke depan dada Ryo, ia bisa merasakan Aroma tubuh Ryo yang wangi

__ADS_1


"Aku mengunci pintu karena takut kamu lari lagi seperti waktu itu dan membuatku khawatir" Ryo mengusap rambut Jean dengan tangannya


Jean kemudian menggeser tubuhnya tapi Ryo segera menahannya dan kembali memeluk Jean dengan kedua tangannya


"Apa sih mau nya orang ini "gerutu Jean dalam hati


Jean merasa kesal karena jantungnya berdegung kencang dan takut Ryo bisa merasakan degup jantungnya yang tak karuan sekarang ini.


"Jean tetaplah seperti ini sebentar saja " Ryo mencium pucuk kepala Jean


Jean hanya mematung dipelukan Ryo


"Tidak kah kamu memiliki perasaan sedikitpun padaku?"tanya Ryo


Jean menggelengkan kepalanya,Jean berbohong karena sebenarnya dia pun mulai merasa menyukai Ryo tapi mencoba menghindarinya


"Kau yakin?


Jean kembali mengangguk


"Spa kau tidak ingin menjawabku dengan suaramu?"Ryo kemudian menarik dagu Jean


Jean langsung menutup bibirnya dengan tangannya dia takut Ryo menciumnya,Ryo tersenyum melihat Jean menutup mulutnya


Ryo kemudian mendekatkan wajahnya pada Jean dan mencium tangan Jean yang menutupi bibirnya,Jean memejamkan matanya


"Jadilah kekasihku "


"Tuan aku sudah bilang aku tidak mau tuan cari saja yang lain "


"Aku mau kamu!"jawab Ryo dengan nada tinggi membuat Jean takut


"Tuan tapi aku tidak bisa " Jean menundukkan wajahnya


Ryo melepaskan pelukannya dari Jean


"Apa alasaanya kenapa kau tidak mau apa kau memiliki kekasih? Ryo sedikit membentak Jean karena merasa kesal


bersambung ......

__ADS_1


besok author up lagi ya 😊😊😊


__ADS_2