
"Raniiii....."panggil jean
"Hai Jean,kamu pulang cepat hari ini ya?
"Iya tuan sombong itu sedang baik hati " Jean dengan senyum sinis
"Hati hati loh Jean biasanya benci bisa jadi cinta, apalagi Ryo itu tampan dan kaya suatu hari bisa aja kamu jatuh hati ke dia " kata Rani mencubut pipi Jean
"Ah kamu bisa aja jangankan jatuh cinta perempuan manapun gak akan ada yang tahan dengan sikap dingin Ryo apalagi aku "
"Aku cuma pengen cepet cepet selesai kerja disana, supaya aku bisa bebas dari dia dan yang terpenting aku bisa kembali bekerja disini "kata Jean sambil tersenyum
"Tunggu aku ambilin minuman ya aku traktir"kata Rani meninggalkan Jean
Jean kemudian melihat tangannya dia kembali memegang telunjuknya yang tadi di balut plaster oleh Ryo dan kembali mengingat tatapan dan perhatian Ryo tadi
"meskipun kadang kamu terlalu kejam kamu masih punya sisi baik terhadap wanita "
"Apaan sih aku kok mikirin dia "kata Jean sambil menggelengkan kepalanya
"Jean ini " Rani menyodorkan gelas berisi es capuccino pada jean
"Makasih ya Ran "
__ADS_1
"O iya Jean kemaren ka Denny main kesini dia nanyain kamu "
"Ha h kok bisa? tanya Jean kaget
"Kayaknya dia punya perasaan lebih dari teman deh sama kamu Jean, karena dia rela datang kesini nanya nanya tentang kamu "Rani melanjutkan ceritanya
"Kamu bilang apa ke dia Ran?
"Ya aku bilang ke dia kalau kamu kerja untuk sementara dirumah Ryo dan aku memberikan no telephone kamu kedia "jawab Rani sambil tersenyum
"Kamu kasi no telepone aku?
"Jean tidak ada salahnya berteman kalau kamu cocok bisa kehubungan yang lebih dari teman apa salahnya kalau kamu coba buka hati,gak mungkinkan kamu akan sendirian selamanya kan?"Rani mencoba meyakinkan Jean
"Jean kamu ini cantik tapi kenapa kamu segitu gak pedenya setiap kita bahas soal cowok Jean cobalah dekat dengan seseorang "Rani menepuk bahu Jean
"Hmm..mungkin di dunia ini setiap anak cinta pertamanya adalah orangtuanya bukan?tapi aku patah hati pertamaku justru karena orang tuaku,aku takut Ran untuk membuka hati takut suatu hari aku tersakiti atau pun aku menyakiti orang ku cintai,itu kenapa aku gak mau pacaran aku hanya ingin menjaga hatiku dan mewujudkan cita citaku saat ini hanya ingin membahagiakan nenek ku "
"Tapi Jean ..." Rani belum menyelesaikan kalimatnya Jean sudah kembali bicara
"Ran status sosial membuatku juga takut aku dari keluarga biasa saja aku tidak ingin dipermalukan karena itu,itu juga alasana aku menghindari ka Denny dia itu idola cewek cewek dikampusku selain tampan dia juga dari kalangan atas "kata Jean kemudian minum es capucino di depannya
Rani kasian tidak lagi melanjutkan untuk bertanya pada jean
__ADS_1
Jean tenggelam dalam lamunannya teringat bagaimana perjuangannya sejak kecil yang hanya dirawat neneknya kadang kalau mengingat itu Jean merasa sangat sedih
"Rani aku pulang ya dah sore aku mau kemini market dulu sebelum pulang ke kos "kata Jean menghampiri Rani yang sedang membuatkan kopi untuk pelanggan kafe
"Hati hati ya Jean "
"Iya aku duluan ya "Jean melambaikan tangan meninggalkan Rani
Jean kemudian naik angkot untuk pulang ke kosan,kurang lebih 10 menit kemudian Jean turun dari angkot dan langsung menuju mini market yang tak jauh dari gang kosannya.
Jean kemudian belanjaan kebutuhannya yang habis di kosan,Jean lalu membayar kekasir kemudian keluar dari minimarket dan berjalan pulang menuju kosan
Jean kembali teringat pertama kali bertemu dengan Ryo waktu itu yang hampir menabraknya,Jean terseyum dan menyentuh plaster luka yang melingkar ditelunjuknya
"Kenapa aku sering bgt mikirin dia sih? kata Jean pada dirinya sendiri sambil mempercepat langkahnya menuju kosan
"Jean sudah pulang?sapa bu kos
"Iya bu "
"Pemisi bu saya masuk dulu"kata Jean kemudian berlalu meninggalkan bu kos dihalaman depan kosnya
Jean kemudian masuk kemudian meletakkan belajaanya dilantai lalu merebahkan badannya dikasur,Jean kemudian tertidur
__ADS_1