Terjebak Cinta CEO

Terjebak Cinta CEO
Episode 14


__ADS_3

Lewat 100 hari kematian Daisy...


Akhirnya Rena menyerah, ia jatuh cinta dengan suami sahabatnya. hingga pada akhirnya mereka menikah. Ketika usai mengucapkan ijab kabul, Rena ikut dodi untuk tinggal di kediaman Dodi yang tak lain adalah rumah yang dulu di tinggali oleh Daisy.


"Mau kemana?" tanya Dodi dingin.


"Mau ke kamar mas.." ujar Rena.


"Kamarmu di sana, kita tidur terpisah." kata Dodi.


"pernikahan macam apa ini." batin Rena.


"Oh ya.. aku akan membuat perjanjian denganmu." kata Dodi.


"P-perjanjian apa?" tanya Rena, perasaannya mulai tak enak.


"Aku menikahimu hanya ingin menuruti permintaan terakhir istriku, kau tetap ibu sambung dari Aisyah anakku. Tapi bukan sebagai istriku." ujar Dodi.


"M-maksudnya bagaimana? aku tidak mengerti." kata Rena.


"Tidak ada hubungan selayaknya suami istri di antara kita.. Tapi kau tenang saja, aku akan tetap memberikan nafkah lahir untukmu tapi tidak untuk nafkah batin." kata Dodi pergi begitu saja.


Rena yang mendengar itu pun Syok bukan main, hampir setiap hari Dodi mengajaknya untuk menikah. Namun siapa sangka jika ia harus menjalani pernikahan tak berlogika seperti ini.


.


.

__ADS_1


.


Enam Bulan sudah Rena menjadi istri seorang Dodi, namun tetap saja ia menjalani pernikahan yang flat. Ia melayani semua kebutuhan Dodi dan juga Aisyah tanpa terlewat sedikitpun, Namun tetap saja, Dodi tidak pernah menunjukan pedulinya sedikitpun.


Hingga pada suatu malam, tiba - tiba Dodi masuk ke kamar Rena. Tentu Rena terkejut mengetahui hal itu, karena pantang bagi keduanya memasuki kamar masing - masing.


"Mas... Kamu salah kamar." kata Rena mengingatkan.


"Bantu aku... Kepalaku pusing.." kata Dodi.


"Kamu mabuk mas?" tanya Rena, memapah tubuh Dodi.


"Aku antar ke kamar ya Mas.." kata Rena. Sesampainya di depan kamar Dodi, Rena melepaskan papahannya agar Dodi masuk sendiri ke kamarnya, karena jika dirinya ikut masuk ia tahu Dodi akan marah besar. Namun saat Rena membukakan pintu, Dodi menarik tubuh Rena ikut masuk ke kamarnya.


"Kenapa kau menarikku mas?" tanya Rena terkejut. Bukannya menjawab Dodi justru menghempaskan tubuh Rena ke atas tempat tidur.


Hingga terjadilah pergulatan panas keduanya. Akhirnya setelah 6 bulan menunggu, kini Rena menjadi istri Dodi seutuhnya.


"RENA!!!" teriak Dodi. Ia terkejut bukan main saat mendapati Rena tidur di sampingnya dengan keadaan telanjang.


"M-mass..." kata Rena menutupi tubuh telanjangnya dengan selimut.


"Kenapa kau di sini ha?" tanya Dodi.


"A-aku.." Rena tak bisa berkata - kata.


"Kau menggodaku semalam?" tanya Dodi mencekeram dagu Rena.

__ADS_1


"T-tidak.. B-bukan begitu mas.. S-semalam mas datang ke kamarku." ujar Rena jujur.


"omong kosong, kalau aku ke kamarmu. Kenapa sekarang kau malah di kamarku hah?" bentak Dodi.


"Kau memintaku mengantarkan ke kamar mas.. sungguh, aku tidak bohong." kata Rena bergetar.


"Keluar kau!!!!' teriaknya menghempaskan Rena. Dengan tergesa - gesa Rena memakai pakaiannya yang berserakan, lalu keluar kamar.


"Maafkan aku menodai kamar kita Daisy..." ujar Dodi meremas rambutnya. ia semakin frustasi saat melihat noda merah pada sprei.


Satu bulan kemudian...


Setelah kejadian di malam itu, hubungan Dodi dan Rena bukannya membaik tapi justru semakin memburuk. Dodi benar - benar enggan untuk bertemu dengan Rena, ia jadi sering pulang malam bahkan tidak pulang sama sekali.


Hari ini hari minggu, tentu Dodi libur kantor. Ia memutuskan untuk stay di rumah, bagaimana pun ia sangat rindu dengan buah hati cantiknya yang semakin lama menjadi anak yang pintar.


Seperti biasa Rena menyiapkan makanan untuk Dodi, namun Dodi sama sekali tak menyentuhnya. Jangankan Menyentuh, meliriknya saja tidak.


"Mas.. Tidak makan?" tanya Rena.


"Kau makan saja dulu, pesanan makananku belum datang." jawab Dodi dingin.


"T-tapi aku sudah masak buat mas." ujar Rena.


"Aku makan dari luar saja." kata Dodi. Rena hanya bisa menghela nafas, dengan terpaksa ia memakan masakannya sendiri. Tiba - tiba...


Hoekkk... Hoeekk... Hoeekkk... Belum juga selesai makan Rena sudah memuntahkan kembali makanannya. Sudah dua hari ini Rena merasakan aneh pada dirinya, entah karena kecapekan atau.....

__ADS_1


"Kalau sakit kedokter, rumah biar Mbok si tum yang ngurus." kata Dodi dari arah tangga.


"Suami macam apa itu.." gerutu Rena.


__ADS_2