
Leon memperbaiki penampilannya, ia turun menuju lantai dasar kediaman orang tua Kiora, tampak Pak Dodi dan Bu Rena telah duduk manis di sofa ruang keluarga, tak lupa juga ada Damar dan Aisyah di sana.
"Silahkan duduk Tuan Leon." ujar pak Dodi.
"Jangan panggil saya dengan sebutan seperti itu Tuan, Nyonya.. kita ini adalah keluarga bukan? dan umur saya lebih muda dari Anda. Jadi panggil nama saja." kata Leon.
"Ahh.. nak Leon, rasanya terlihat canggung jika seperti ini" kata Rena.
"Tak apa Nyonya." ujar Leon.
"Jangan panggil kami nyonya atau pun tuan nak Leon, panggil kami Om dan Tante agar terlihat akrab." kata Rena
"Baik Tante.." kata Leon canggung.
"Jadi bagaimana ceritanya Kiora bisa bersama anda Nak Leon?" tanya Dodi to the point.
"Tadi saya bertemu dia dan Dian di Club, kebetulan saya sedang bertemu dengan klien di sana." kata Leon jujur.
"Sejak kapan Kiora datang ke tempat - tempat seperti itu Yah?" tanya Rena Syok.
__ADS_1
"Sepertinya baru sekali Bu.. terlihat dari gaya minumnya yang masih kaku." ujar Leon.
"Jadi dia mabuk?" tanya Dodi.
"Benar Om.. tadi saya tidak sengaja melihat ada orang yang berniat buruk pada Kiora, jadi saya mengajaknya keluar dari Club." kata Leon.
"Terima kasih ya Nak Leon, kalau saja tidak ada Nak Leon entah apa yang akan terjadi pada anak kami." kata Rena.
"Sama - Sama Tante.. Kalau begitu saya pamit karena hari sudah hampir pagi. Maaf menggangu istirahat kalian semua." ujar Leon.
"Menginaplah disini nak Leon, lagi pula sebentar lagi sudah pagi." tawar Rena.
"Benar Nak Leon.. menginaplah sepertinya di luar cuacanya sedang tidak bagus." kata Dodi.
"Tak apa nak Leon, lagi pula kita keluarga sekarang. Iya kan yah?" kata Rena.
"Benar nak Leon, masih ada kamar tamu yang kosong di sini, jadi tenanglah." kata Dodi.
"Terima kasih telah bersedia menampung saya Om.. Tante.. " ujar Leon.
__ADS_1
"Ya sudah, istirahatlah.. Damar antarkan Kakakmu ke kamar tamu yang di lantai atas ya." kata Dodi.
"Baik Ayah.. Ayo ku antar ke kamar atas." ajak Damar yang di ikuti Leon.
"Ku peringatkan jangan dekati Kiora!!!" kata Damar saat tiba di sebuah kamar.
"Memangnya kenapa?" tanya Leon santai.
"Aku tau tujuanmu mendekati Kiora hanya untuk memanas - manasiku." kata Damar.
"Apa maksut kamu Damar?" tanya Leon geram.
"Selama ini aku menjaga Kiora dengan sangat baik, aku nggak akan tinggal diam jika melihat Kakakku sendiri merusak gadis yang ku jaga selama ini." kata Damar.
" Siapa yang merusak? aku masih waras Damar, Dan lagi.. aku tidak boleh mendekatinya? Memangnya kenapa? dia bukan istri orang kan? tanya Leon sinis.
"Aku melihat dengan mata kepalaku sendiri kau memanfaatkan keadaan Kiora yang sedang mabuk untuk melampiaskan nafsumu." tuding Damar.
"Jaga mulutmu Damar!!!!" kata Leon mengeratkan giginya.
__ADS_1
"Heh.. Ku sarankan bersihakan dulu lipstik bekas kau berciuman dengan Kiora tadi, aku jijik melihatnya." Sindir Damar lalu meninggalkan pria itu seorang diri. Leonard segera mengusap bibirnya, benar saja masih ada sedikit lipstik Kiora yang tertinggal pada bibir Leon.
"Shiit..." umpat Leon, seketika kejadian bersama Kiora barusan terngiang di kepalanya.