Terjebak Cinta CEO

Terjebak Cinta CEO
tamparan


__ADS_3

Jean mendorong dada Ryo,Ryo pun mengalah namun tetap melingkarkan tangannya pada pinggang Jean


"Aku tidak percaya padamu"ucap Jean menatap tajam Ryo


"Apa yang harus aku lakukan agar kamu percaya?"tanya Ryo


"Tentang Diane kamu benar benar salah paham sayang,aku juga di bodohi olehnya dia berpura pura sakit kanker hati dan aku kasihan padanya itu sebabnya aku membantunya namun ternyata dia hanya memanfaatkan kebaikanku"Ryo menjelaskan pada Jean


Jean menunduk mendengar semua penjelasan Ryo ingin sekali ia percaya namun hati nya pun masih sakit dan ia masih takut untuk percaya


"Diane telah aku jebloskan kedalam penjara namun suaminya masih berkeliaran di luar sana dan mengawasi kita sayang,aku khawatir dia bisa saja melukai karena dendam"lanjut Ryo


"Maksudnya?"Jean mengangkat kepalanya dan menatap Ryo


Wajah yang sangat ia rindukan, pelukan hangat yang dia nantikan dari pria yang di cintainya ini namun Jean segera menghilangkan semua pikirannya itu


"Suami Diane berhasil lolos saat aku menangkap Diane dan dokter yang sudah berbohong tentang analisa medisnya,aku takut saat ini dia mengincarmu karena kamu adalah istriku"Ryo menjelaskan kembali pada Jean


"Keluar dari sini"tunjuk Jean kearah pintu sambil menatap ke arah yang lain


Ryo melongo melihat istrinya seperti itu,tak percaya semua penjelasannya akan mendapatkan jawaban seperti itu dari istrinya


"Aku bukan istrimu lagi,jika pun dia melukai ku itu bukan urusanmu lagi"ucap Jean


"Jean apa yang kamu katakan?"tanya Ryo bingung

__ADS_1


"Apa ini karena kamu sudah memiliki laki laki lain yang lebih tepatnya bosmu itu,aku tau segalanya Jean dia bahkan mengantar dan menjemput mu bekerja kan"Ryo tersulut emosi karena di usir oleh Jean


Plaaaakkkkk....


Jean menampar Ryo mendengar ucapan Ryo itu


"Kamu pikir aku apa hah?keluar kamu dari sini?"teriak Jean sambil menunjuk pintu


"Jean aku....."Ryo melepaskan tangannya yang sedari tadi masih berada di pinggang Jean


"Jika kamu tidak tau segalanya setidaknya jangan menuduh yang tidak ku lakukan,kamu tidak tau apa yang harus aku korbankan untuk pergi dari kota M "lanjut Jean dengan nada emosi yang hampir membuat air matanya menetes namun berusaha ia tahan


"Tolong pergi dari sini,aku tidak ingin melihatmu lagi"lagi lagi Jean mengusir Ryo


Ryo tak bisa bisa berkata kata lagi hanya memundurkan langkahnya menuju pintu kamar kos Jean membuka pintu dan melangkah keluar


Setelah Ryo pergi Jean terduduk di lantai dan menangis,Ryo pun sebenarnya tidak pergi ia masih berdiri di depan pintu kamar Jean ia juga masih bisa mendengar suara isak tangis Jean


Ryo pun memilih meninggalkan kosan Jean,ia tau percuma saat ini jika ia ingin kembali bicara dengan Jean itu karena Jean masih sangat emosi


"Berjagalah,jangan sampai ada yang terlewat"ucap Ryo pada anak buahnya kemudian memasuki mobil


''Bagaimana?"tanya Bagas saat Ryo sudah memasuki mobil


"Dia tidak ingin kembali bersamaku"ucap Ryo getir

__ADS_1


"Dia pasti hanya terkejut akan kedatanganmu yang tiba tiba"ucap Bagas mencoba menenangkan Ryo


"Aku sudah mengatakan segala tentang kebenaran yang ingin dia dengar, tapi dia malah mengusirku aku menyesal atas apa yang telah membuatnya sakit namun penolakan dari nya membuatku benar benar...."ucapan Ryo tercekat


"Bersabarlah,bagaimana jika kita kembali ke hotel dan ber istrahat"ajak Bagas


"Tidak,aku akan tetap disini jika kau ingin kembali ke hotel pergilah"tolak Ryo


Bagas paham betul bagaimana perasaan Ryo saat ini ia tidak mengomentari lagi ucapan sahabatnya itu


"Baiklah kita makan dulu saja,kita tidak perlu kembali ke hotel"ajak Bagas


Bagas kemudian meminta salah satu anak buahnya untuk membeli makanan untuk dirinya,Ryo dan juga anak buah merek


Dikamar kosnya Jean masih terduduk pada posisinya tadi, penjelasan Ryo tentang Diane yang menipunya membuatnya ingin percaya tapi disisi lain ia masih merasa sakit hati dan takut jika yang dikatakan Ryo adalah kebohongan


Jean berdiri dari duduk nya sembari menghapus air mata di wajahnya,ia mencari dimana ponselnya berada,Jean langsung mencari nama Zian di sana namun tangannya terasa kaku saat akan menekan tombol panggil


"Apa yang kulakukan...."bisik Jean pada dirinya sendiri


Bersambung


Terimakasih untuk dukungannya,vote dan juga hadiahnya author merasa senang sekali 🙏🙏🥰🥰


kasi like n komentarnya juga ya

__ADS_1


Author akan giat menulis untuk memenuhi janji author untuk update 2 bab setiap harinya


__ADS_2