
Setelah 2 hari pencarian Mark belum juga di temukan itu membuat Ryo semakin khawatir dengan keberadaan Jean
"Bagaimana mungkin kalian tidak becus dalam mencari orang seperti Mark"bentak Ryo pada anak buahnya
"Bos kami sudah melakukan penyisiran di tempat kemungkinan Mark bersembunyi tapi belum membuahkan hasil"kata anak buah Ryo
"Hanya tempat yang mungkin katamu?cari dia diseluruh kota ini,dia tau kalian mencarinya itu sebab kalian harus lebih teliti"lanjut Ryo dengan nada penuh emosi
"Kami akan lakukan yang terbaik bos"ucap anak buah Ryo
"Buktikan ucapan kalian,aku tidak ingin dengar omong kosong lagi"ucap Ryo kemudian memberi tanda pada anak buahnya untuk meninggalkan ruangannya
Sudah 2 hari ini Ryo hanya berdiam diri di rumah,ia sama sekali tak ingin datang ke kantor, ia masih terus merasa khawatir karena Jean belum di temukan dan juga Mark yang masih belum tertangkap membuatnya tidak bisa fokus bekerja
Tok..tok...
"Masuklah..."ucap Ryo
Bagas datang membawa beberapa berkas yang harus di lihat dan di tanda tangani Ryo
"Tanda tangani beberapa berkas ini"kata Bagas meletakkan beberapa map di hadapan Ryo
Ryo meraih map map yang berisi berkas tersebut dan membaca nya
"Apa sudah ada kabar tentang Jean?"tanya Ryo
"Anak buah kita masih melakukan pencarian di setiap kota yang mereka datangi"Bagas menjelaskan pada Ryo
"Apa perlu menambah orang untuk melakukan pencarian,kirim beberapa anak buah kita lagi kesana untuk mempercepat pencarian"Ryo dengan nada gusar
"Aku sudah mengirim anak buah kita lagi untuk membantu mereka dalam pencarian, semoga dalam beberapa hari kita akan mendapatkan hasil"Bagas mencoba menenangkan Ryo yang terlihat sangat gusar
"Tidak bisakah lebih cepat,bagaimana jika Mark dan anak buah nya lebih dulu menemukan Jean?"Ryo mengusap kasar rambutnya
"Tidak mungkin, anak buah kita cukup banyak yang melakukan pencarian terhadap Jean,sebaiknya kamu berfikir lebih tenang Ryo agar tidak terbebani"Bagas mencoba menenangkan agar Ryo tidak terlalu stres
__ADS_1
"Bagaimana aku bisa berfikir tenang hah?sementara aku tidak tau apa apa tentang istriku saat ini"Ryo dengan nada tinggi
"Cih... dia yang membuat istrinya melarikan diri sekarang dia juga yang kebingungan gak jelas"gerutu Bagas dalam hati
Bagas membuka beberapa nota nota kecil yang ada di dompetnya dan membuangnya ketempat sampah, namun ia sangat terkejut mendapati banyak botol minuman disana
"Apa kau kembali minum alkohol lagi?"tanya Bagas mengambil salah satu botol minuman kosong dan menunjukkannya pada Ryo
"Hmmmm.."jawab Ryo singkat
"Jangan membuatku tambah pusing ya"titah Bagas Bagas kesal
"Maksudmu?"Ryo memicingkan matanya bingung
"Apa kau gila,jika kau menjadikan alkohol sebagai pelarianmu itu tidak akan berguna sama sekali di saat seperti ini.."Bagas meninggikan suaranya
"Aku tidak bisa tidur jika tidak minum,aku bahkan tidak bisa tidur di kamarku karena aku terus melihat bayangan Jean disana,aku terus merasa bersalah itu sebabnya aku minum dan tidur di ruang kerjaku ini semenjak Jean pergi"Ryo menjelaskan dengan nada sedih
"Ryo...dengar ya aku sudah memperingatkanmu sebelum semuanya menjadi masalah rumit seperti sekarang tapi kau mengabaikan semua ucapanku saat itu"Bagas meletakkan kedua tangannya di meja kerja Ryo dan menatap Ryo dengan sinis
Ryo menatap sahabatnya itu,ia terdiam sejenak tak bisa memberi jawaban atas apa yang di katakan Bagas karena memang semua itu benar,dirinya lah ya tak mendengarkan kata kata sahabatnya waktu itu
"Jika aku tidak bisa menemukan Jean aku tidak akan bisa memaafkan diriku untuk selamanya"lanjut Ryo
"Itu sepadan dengan apa yang sudah kau lakukan padanya"Bagas dengan nada mengejek sahabatnya itu
Tiba tiba pintu ruang kerja Ryo di ketuk oleh Nita,Bagas pun segera membuka pintu
"Ada apa mba Ni...?"belum selesai ucapan Bagas Rani yang berada di belakang Nita langsung menyeruak masuk keruangan Ryo dan tak memperdulikan kalau ia menabrak Bagas yang ada di depannya,Bagas pun berbalik menatap punggung Rani yang sudah berdiri di depan meja kerja Ryo
"Maafkan saya tuan,saya sudah mencoba meminta Rani untuk menunggu di bawah tapi ia memaksa untuk bertemu langsung dengan tuan Ryo"ucap Nita sedikit takut
Bagas hanya menggeleng dan memberi kode agar Nita meninggalkan ruang kerja Ryo
"Dimana Jean tuan Ryo?kau kemanakan?apa yang kau lakukan padanya?"tanya Rani bertubi tubi sambil menatap tajam pada Ryo
__ADS_1
"Tunggu Rani kau sedang apa disini?"tanya Ryo terbata bata
"Tadinya aku pikir aku tidak bisa menghubungi Jean sebulan belakangan ini hanya karena dia sibuk,itu sebabnya aku datang untuk menemuinya tapi ternyata kata penjaga rumah ini dia hilang"Rani dengan emosi yang meluap luap
"Kamu apakan dia sampai dia hilang hah? kamu menyakitinya kan?tidak mungkin dia hilang begitu saja bukan?"tanya Rani sudah kehilangan sopan santunnya dan menunjuk Ryo dengan tatapan tajam
"Gadis ini,berani sekali dia memaki Ryo seperti itu"gumam Bagas dalam hati
"Rani disini terjadi kesalahpahaman antara saya dan Jean,saya pun sedang berusaha mencarinya sekarang"Ryo mencoba memberi pengertian pada Rani
"Tapi kau terlihat baik baik saja untuk ukuran orang yang sedang hilang istrinya"Rani menatap Ryo sinis
"Rani saya tau kamu khawatir dengan sahabatmu,sama saya pun begitu anak buahku sedang mencari Jean saat ini"Ryo kembali menjelaskan kepada Rani agar merasa tenang
"Cih...aku pikir dia hidup dengan tenang dan bahagia denganmu ternyata tidak"ucap Rani lagi lagi sinis pada Ryo
"Sahabat Jean ini sungguh luar biasa"gumam Bagas lagi dalam hati dia bahkan tidak takut sama sekali memaki Ryo
"Rani aku tidak ingin berdebat denganmu, akupun sama khawatir dan frustasi karena Jean menghilang jadi tolong jangan memperumit situasi"Ryo mulai meninggikan suaranya pada Rani
Rani yang mendengar nada Ryo sedikit tinggi pun merasa sedikit takut
"Kalau begitu temukan Jean segera,aku akan kesini setiap hari untuk memastikan keberadaan Jean,jika tidak aku akan melaporkanmu kepolisi"gertak Rani pada Ryo
Rani kemudian melangkah keluar meninggalkan ruang kerja Ryo dan menatap sinis Bagas saat melewatinya
"Ha..ha..ha ternyata sahabat Jean itu sungguh bar bar "Bagas terkekeh menatap punggung Rani yang menghilang menuruni tangga
"Lihatlah masalahmu bertambah, kau harus berhadapan juga dengan sahabatnya itu setiap hari"Bagas tersenyum mengejek Ryo
"Aku merasa sial hari ini tadi kau yang mengomeli dan baru saja sahabat Jean juga ikut mengancamku huft"Ryo mengusap kasar rambut dan wajahnya
Bersambung....
Terimakasih untuk yang sudah membaca dan setia menunggu bab baru ya author sedang usahakan untuk bisa up bab baru setiap hari dan semoga bisa lebih dari 2 bab 🙏🙏
__ADS_1
Untuk hadiah dan vote kalian author ucapkan terimakah banyak karena mengapresiasi karya author yang masih penulis pemula ini 😇😇
Terimakasih juga untuk yang sudah like dan komentar itu buat author semangat untuk terus menulis 🤗🤗