Terjebak Cinta CEO

Terjebak Cinta CEO
Episode 11


__ADS_3

Kiora pulang dengan penampilan yang berbeda, tentu membuat seluruh penghuni rumah terkejut.


"Astaga... Kio!!! kamu abis mimpi apa?" tanya Bunda tiba - tiba.


"Ada yang salah dari Kio ya Bund? kok semuanya ngelihatin aku kaya gitu?" tanya Kiora.


"Ini beneran kamu dek? masyaallah... nggak nyangka, akhirnya kamu bisa feminim juga." kata Aish. Ketika semua sedang heboh karena penampilan Kiora yang baru, Damar justru diam terpaku menatap pesona mantan kekasih yang sekarang menjadi adik iparnya tersebut. Baru kali ini Damar melihat Kiora berpenampilan layaknya perempuan dengan menggunakan dres di atas lutut serta rambut yang tergerai dengan warna blonde, terlihat cocok dengan warna kulit putihnya.


"Kenapa makin hari, Kiora semakin cantik.." batin Damar.


"Kio ke atas dulu ya.." ujar Kiora.


.


.


.


Semakin hari tingkah Kiora semakin menjadi, rencana balas dendam metode ganti penampilan sukses di lakuhkan Kiora. Setiap hari Kiora semakin terbiasa dengan pakaian yang sedikit terbuka, hingga pada Suatu hari kedua orang tuanya harus menghandel cabang restoran yang ada di luar kota sedangkan Aisyah harus pergi ke pondok. itu artinya Kiora hanya tinggal di rumah bersama ART dan Kakak iparnya, Damar. Karena masih cuti ia memutuskan untuk tetap tinggal di rumah.


Jam menunjukan pukul 09.00 pagi, Semua orang sudah malakuhkan aktivitasnya masing - masing. Kecuali Kiora, ia masih lontang - lantung tak ada pekerjaan. ia memutuskan untuk berenang, jangan di tanya Kiora memakai pakaian seperti apa. Tentu ia memakai baju renang yang hanya menutupi kedua bongkahan payudara dan mis.Vnya.


"Loh Den Damar balik lagi?" tanya Bi Ijah, ART di rumah Kiora.


"Iya bi.. ada berkas yang ketinggalan. Oh ya, apa Kiora belum bangun?" tanya Damar.

__ADS_1


"Sudah den.. Non Kio sekarang sedang berenang, ini bibi mau buatin sarapan." ujar Bi ijah.


"Gitu ya Bi.. Emh... kasih dia makanan yang sehat ya." kata Damar.


"Siap Den." kata Bi ijah.


Entah mendapat dorongan dari mana, Damar menyusul Kiora ke Kolam Renang. Damar di buat terpanah dengan pemandangan yang tidak pernah ia lihat sebelumnya. Terlihat Kiora baru saja naik dari kolam renang, tentu menambah kesan erotis.


"Sempurna..." batin Damar. Apakah Kiora tahu jika sedang di perhatikan oleh Damar? jawabannya adalah Tahu!! karena sangat jelas terpampang nyata dari kaca jendela yang ada di dekat kolam renang. Namun ia pura - pura tak melihatnya. Entahlah ia begitu senang melihat ekspresi Damar yang seperti singa yang lapar.


"Kiora!!!" panggil Damar, membuat Kiora terkejut.


"Cepat sekali cengunguk satu ini melesat mendekat kemari" batin Kiora.


"Aku rindu.." kata Damar memeluk Kiora tanpa ijin. Kiora segera meronta, namun sayang kekuatan Damar lebih besar darinya.


"Tolong.. Biarkan seperti ini terlebih dahulu. Sungguh aku merindukanmu Kiora.."kata Damar.


" Jangan sampai ada orang lain yang melihat kita, hingga muncul salah paham ." kata Kiora. Jujur saja, perasaan Kiora masih tetap sama dari sebelumnya, kini Kiora merasakan pelukan hangat yang hilang mulai beberapa hari yang lalu, rasanya masih sama! hanya saja keadaan yang membuatnya berbeda.


"Tapi aku sangat rindu Kiora!!! kau Tau, aku paling tidak bisa kau diamkan.. Ku mohon tetaplah menjadi Kioranya Damar yang dulu." kata Damar menangkup kedua pipi Sanas.


"Apa kau juga bisa kembali menjadi Damarnya Kiora lagi?" tanya Kiora sendu. Damar jelas tak bisa menjawabnya, mengingat statusnya yang kini adalah kakak ipar dari Kiora.


"Tidak kan?" tanya Kiora dengan tawa sumbang.

__ADS_1


"Kiora yang dulu sudah tidak ada, jadi mulailah mengenal Kiora yang sekarang." imbuh Kiora, sungguh sakit rasanya hati Damar mendengar ucapan Kiora.


"Kiora!!! ini bukan keinginanku sungguh." kata Damar.


"Lalu kenapa kau dengan mudah menerimanya?" tanya Kiora.


"Kio plis!!! ini menyangkut nama baik keluargaku." kata Damar.


"Tapi bukan untuk hubungan kita!!!" ujar Kiora.


"Jika saja kau mengatakan jujur di malam sebelum kau menikah dengan kak Aish, setidaknya aku bisa menerima semua ini Damar!!!" teriaknya.


"Aku-"


"Bahkan malam sebelum kejadian itu, kau menikmati wanita malam di club kan?" tanya Kiora yang membuat Damar membelalakan mata.


"K... Kio? dari mana kau tau itu?" tanya Damar gugup. Lagi - lagi Kiora menampakan seringainya.


"Jelas aku tau!!! bahkan aku juga tau jika kau sering menyewanya saat bertugas di sini." ujar Kiora.


"Aku bisa jelaskan Kio.." kata Damar hendak meraih tangan Kiora, namun di tepisnya.


"Segitu menjijikannya kah aku Kiora?" tanya Damar tertunduk.


"Sangat!!!" ujar Kiora sinis lalu pergi meninggalkan Damar, entah mengapa dadanya terasa sesak tatkala mendengar pertanyaan Damar yang membuat Kiora memutar kembali saat dimana ia tahu satu per satu pengkhianatan Damar. Menikmati sentuhan wanita lain berkedok menjaga kehormatan wanitanya, Menjijikan memang!

__ADS_1


__ADS_2