
"Nona Jean...." panggil Desi saat Jean berlari melewatinya
Namun Jean tak menghiraukan Desi yang memanggilnya,Jean berlari secepat mungkin untuk sampai di depan lift dan segera menekannya berkali kali agar lift segera terbuka ia tidak mau Ryo mengejarnya
"Ku mohon cepatlah" Jean gemetar menahan air matanya sambil terus melihat kearah kantor Ryo
Ryo yang baru saja akan melangkah mengejar Jean namun Diane memanggilnya
"Ryo kepalaku pusing" Diane langsung terduduk dilantai
Ryo bingung harus melakukan apa, dia ingin mengejar istrinya tapi juga khawatir terjadi apa apa
Bagas yang baru datang melihat kejadian ini langsung bertanya pada Ryo
"Ada apa Ryo?
" Jean kemari tadi dan dia melihat Diane bersamaku,dia salah paham Gas"jawab Ryo frustasi
"Sudah ku bilang sejak awal tapi kamu tidak mau mendengarkanku bukan? " bentak Bagas
Kali bagas melupakan batasan antara bos dan anak buah, ia merasa kesal melihat kelakuan sahabatnya itu
"Kejar dia atau dia akan semakin salah paham nantinya?" Bagas mendorong Ryo
"Tapi Diane... " Ryo menunjuk Diane yang sedang duduk di lantai memegangi kepalanya
"Dia biar aku yang urus, sekarang cari Jean atau kamu akan menyesal" perintah bagas pada Ryo
Ryo pun langsung meraih kunci mobil dan handphone lalu berlari keluar ruangannya
Jean yang sudah sampai di lobi kantor Ryo terus menunduk agar tak ada karyawan yang melihatnya menangis namun tetap ada saja karyawan yang memandangnya penuh tanya
__ADS_1
Jean mempercepat langkahnya keluar dari kantor Ryo dan segera menghentikan taksi
"Kemana non? tanya supir taxi saat Jean masuk ke dalam taxi
"Jalan dulu aja ya pak" jawab Jean
"Oh iya non" kata supir taxi kemudian melajukan mobilnya
Jean yang sedari tadi menahan suara tangisnya akhir menangis sesegukan
Supir taxi yang memperhatikan Jean lewat kaca mobil pun berinisiatif memberikan tisu karena kasihan
"Ini non.. " supir taxi memberikan kotak tisu pada Jean
Jean menatap supir taxi lalu meraih tisu dengan tangannya lalu menutup wajahnya dengan tisu dan lagi lagi ia menangis
Terasa begitu sakit hati Jean, apa yang dilihatnya membuat hatinya seperti tertusuk tusuk pisau , orang yang dia cintai, orang yang dia percayai dan orang satu satunya yang dimilikinya dalam hidupnya kini telah mengkhianatinya, sesak rasanya dada dan air mata yang tak bisa berhenti mengalir dari matanya
***
Ryo berlari keluar kantor mencoba mencari keberadaan Jean
" Nyonya baru saja naik taksi tuan"kata satpam
"Ashhh sial.... " Ryo menarik rambutnya frustasi
Ryo kemudian berlari ke parkiran mengambil mobil untuk mencari Jean
"Ada apa ya pak Ryo kok buru buru begitu, tadi juga istrinya pergi terburu buru apa kah mereka bertengkar?apa karena mantan pacar pak Ryo ada disini atau jangan jangan pak Ryo.... " kata salah satu karyawan yang memperhatikan bosnya kebingungan
"Hush kamu jangan sembarangan ya" kata karyawan lainnya
__ADS_1
Ryo terus berusaha menelpon Jean namun Jean mematikan teleponnya sesaat setelah melihat Ryo menelponnya, Ryo merasa frustasi dan memukul setir mobilnya
"Kamu dimana Jean, kalau kamu pergi seperti ini aku tidak menjelaskan apapun padamu" Ryo bicara sendiri sambil melihat kanan dan kiri mencari Jean
Ryo kemudian kembali menelpon kali ini dia menelpon Bagas
"Bagas suruh orang kepercayaanku mencari Jean dan temukan dia" Ryo lalu mematikan telepon
"Huh..aku sudah memperingatkan sebelumnya tapi kau malah percaya wanita pengganggu itu" gerutu Bagas gerutu bagas dalam hati
Bagas berbalik dan menatap Diane
"Apa kau puas sekarang?"
"Apa maksudmu aku tidak mengerti" jawab Diane sinis
"Jangan berpura pura Diane, jangan karena Ryo percaya padamu kamu pikir bisa membodohiku juga" Bagas
"Aku tidak tau apa yang sedang kamu bicarakan" Diane membuang muka tidak mau menatap Bagas
Bagas mendekat dan mencengkram leher Diane
"Jangan bermain main denganku ya wanita sialan" Bagas menekan tangannya
"Lepas sakit Bagas" dia mencoba menarik tangan Bagas yang mencengkram lehernya
"Ku peringatkan kamu ya, begitu Ryo tau rahasiamu dia akan mengirimmu ke neraka lihat saja" Bagas melepaskan tangannya dari leher Diane dan tersenyum sinis lalu pergi keluar meninggalkan Diane di ruang kerja Ryo
bersambung.....
author sedang berusaha untuk rajin menulis supaya bisa up bab baru setiap hari, terimakasih untuk yang setia membaca dan jangan lupa kasi like n komentarnya ya supaya author semangat untuk terus menulis terimakasih 🤗🤗🙏🙏
__ADS_1