Terjebak Cinta CEO

Terjebak Cinta CEO
Seperti Orang Yang Berbeda


__ADS_3

3 hari berlalu Ryo tidak muncul di rumah sakit untuk sekedar melihat Jean,bahkan Ryo terkesan cuek dengan kondisi Jean saat ini dia memilih menyibukkan diri dengan pekerjaannya Bagas yang setiap hari bersama Ryo pun merasa bingung dengan sikap Ryo yang berubah 180 derajat dari biasanya


"Apakah siang nanti kamu tidak ikut untuk menjemput Jean,hari ini Jean pulang dari rumah sakit?"tanya Bagas mencoba bicara dengan Ryo yang sedari tadi hanya sibuk membuka berkas yang ada di hadapannya


"Tidak,aku sibuk"jawab Ryo singkat


"Apa kamu tidak peduli sama sekali padanya?"tanya Bagas lagi


Ryo menutup berkas yang ada di hadapannya dengan kasar


"Apakah bisa kita tidak membicarakan dia?aku sibuk bekerja dan masih banyak hal yang lebih penting dari itu"ucap Ryo sinis lalu membuka kembali berkas yang ada di hadapannya


"Dia istrimu Ryo,dia bahkan hampir mati karenamu!bukankah kamu yang mati-matian mencari dia sebelum ini dan dia juga menyelamatkanmu dari kejadian itu apa kamu lupa?"Bagas menjadi emosi melihat tingkah Ryo yang keterlaluan pada Jean


"Untuk saat ini dia masih istriku, lagi pula aku sudah katakan begitu dia pulih kami akan segera bercerai"jawab Ryo santai sambil menggoyangkan pena di tangannya dan menatap Bagas datar


"Sebenarnya apa yang ada di pikiranmu?aku tidak habis pikir Ryo, yang pasti kau akan menyesal jika melakukan itu"Bagas melempar kertas yg ada di tangannya kemudian dia keluar meninggalkan Ryo,karena jika terus berada di sana ingin rasanya dia memukul pria di depannya itu

__ADS_1


"Hei... kamu mau kemana berkas ini...?"panggil Ryo


Bagas tidak perduli ia terus berjalan menuju pantri sepertinya dirinya butuh kopi untuk meredakan emosinya


Ryo hanya menatap laptop yang ada dihadapannya entah dimana pikirannya saat ini


Ryo membuka berkas perceraian yang sudah di siapkannya,membaca kembali isinya ia harus memastikan Jean tidak menuntut apapun padanya dan ia bisa memberikan Jean kompensasi atas segalanya,ada rasa sakit mana kala dia membaca kembali surat perceraian itu, jauh di lubuk hatinya dia tidak menginginkan hal ini tapi orang yang di cintainya kini berubah menjadi benci padanya apalagi hampir kehilangan nyawa demi dirinya.


Ryo menghembuskan nafas kasar kemudian menutup kembali berkas perceraian itu


Ponsel Ryo berdering di sana tertera nama ibunya,jika boleh berharap Ryo sebenarnya berharap Jean akan menghubungi atau sekedar mencarinya setelah ia sadar tapi ternyata tidak, itu membuat Ryo semakin yakin Jean tidak lagi mencintainya


"Halo.."jawab Ryo


"Kamu dimana Jean akan pulang hari ini, perawatannya akan di lanjutkan di rumah?"kata mama Ryo


"Aku di kantor ma..jam berapa dia akan pulang aku akan menjemputnya nanti"jawab Ryo

__ADS_1


"Yang kamu sebut dia itu adalah istrimu Ryo kamu ini kenapa sih?"tanya mama Ryo sedikit emosi dengan jawaban Ryo


"Ma...aku tutup dulu aku masih banyak kerjaan kita bicara nanti lagi ya,aku akan tepat waktu menjemputnya nanti.."Ryo langsung memutuskan panggilannya


"Ada apa sih dengan anak ini..."mama Ryo bingung menatap ponsel di tangannya


"Hanya berpisah sebentar mereka sudah sangat dingin hubungannya humph"mama Ryo berbicara sendiri


"Ma...apa yang di katakan Ryo?"tanya papa Ryo menyadarkan mama Ryo yang sedang bingung


"Ahh..iya Ryo akan menjemput Jean nanti tapi..apa papa merasa Ryo aneh dia tidak pernah datang saat Jean bangun tapi dia selalu datang saat istrinya sudah tertidur dan hanya menatapnya, saat Jean bangun dia akan segera pergi..sebenarnya ada apa?tanya mama Ryo


"Biasa ma..nanti kalau mereka sudah dirumah pasti baik lagi, maklum habis terpisah mungkin masih ada rasa yang mengganjal di hati Ryo ,biarkan saja mereka menyelesaikan masalahnya sendiri,ayo kita temui Jean "ucap papa Ryo


"Aku hanya sedikit takut pa..papa tau kan Ryo sekeras apa orangnya, semoga saja itu hanya perasaan mama apalagi Jean dalam masa pemulihan mama tidak mau itu mempengaruhi kesehatan Jean nantinya


"Mama tenang aja.."ucap papa Ryo meyakinkan

__ADS_1


__ADS_2