Terjebak Cinta CEO

Terjebak Cinta CEO
sikap kekanak kanakan


__ADS_3

Jean menurunkan tangan Ryo dari wajahnya dan mendorong tubuh Ryo agar menjauh darinya, Jean kemudian melangkah melewati Ryo, melihat itu Ryo langsung menghentikan Jean dengan cepat memegang pergelangan tangannya


"Sayang kamu mau ke mana? " Ryo berbalik menatap Jean


"Lepaskan, aku hanya ingin ke kamar mandi apa sekarang juga tidak boleh? Jean menatap Ryo datar


Ryo melepaskan tangannya dan membiarkan Jean pergi ke kamar mandi, Ryo memadangi punggung istrinya itu sampai menutup pintu kamar mandi


Jean menyandarkan tubuhnya dibalik pintu tangisnya akhirnya pecah tubuhnya merosot dan terduduk dilantai


" Mas Ryo aku tidak menyangkan kamu akan seperti ini"Jean memegang pipinya yang masih terasa sakit bekas tamparan suaminya itu


Ryo mendengar isak tangis Jean dari balik pintu, dirinya berdiri disana sejak Jean menutup pintu kamar mandi


"Tangan bodoh apa yang sudah kau lakukan.." Ryo menatap tangannya kesal dan memundurkan langkahnya menjauhi pintu kamar mandi


Jean berdiri lalu membasuh wajahnya, jelas terlihat matanya bengkak dan sudut bibirnya yang terlihat membiru serta pipinya yang masih memerah


Brak.. Brakk... Brak


Terdengar suara pukulan keras dari luar kamar mandi, Jean yang kaget buru buru membuka pintu dan melihat suaminya sedang memukuli tembok menggunakan tangannya, Jean segera berlari menghampiri Ryo dan memegang lengannya


"Mas Ryo apa yang kamu lakukan" Jean berteriak sambil menahan lengan Ryo

__ADS_1


"Tangan ini yang sudah menyakitimu kan?akan ku hancurkan tangan ini agar kamu bisa memaafkan aku" ucap Ryo dengan emosi yang menguasai dirinya


"Apa selalu seperti ini caramu menyelesaikan masalah, sikapmu terlalu kekanak kanakan mas"teriak Jean pada Ryo yang terus menarik tangannya hendak memukul tembok yang ada di hadapannya


Mendengar ucapan istrinya Ryo langsung merasa lemas dan menurunkan tangannya perlahan


"Sudah selesai, kamu hancurkan tembok ataupun tanganmu tidak akan merubah apapun mas" Jean menghempaskan tangan Ryo lalu pergi meninggalkan Ryo


Ryo hanya terdiam lemas mendengar ucapan istrinya, entah harus berbuat apa dirinya membeku di tempat,ucapan istrinya benar benar membuatnya tak bisa berbuat apa apa


Jean kemudian kembali dengan membawa kotak P3K


"Kemarilah.. " Jean menarik Ryo dan mendudukkannya di tepi tempat tidur


Setelah selesai mengobati luka Ryo, Jean merapikan kotak P3K dan berdiri dari duduknya, namun baru saja Jean akan melangkah Ryo menahan dan menarik kedalam pelukannya


"Maafkan aku sayang... " ucap Ryo dengan suara parau dan memeluk istrinya erat


Jean mencoba mendorong tubuh suaminya itu namun Ryo terus menahan Jean agar tetap berada di pelukannya


"Sayang tolong katakan sesuatu, aku mohon maafkan aku"


"Dia sedang sakit keras dan aku hanya membantunya, aku belum mengatakan apapun padamu karena aku menunggu waktu yang tepat karena aku tidak ingin kamu salah paham, aku mengakui kebodohanku karena tidak mengatakan ini lebih awal dan akhirnya ini menyakitimu sayang... " Ryo mencoba menjelaskan pada Jean

__ADS_1


Jean hanya mendengarkan tanpa ekspresi dan tak menjawab apapun ucapan suaminya itu


"Kamu bisa bertanya pada Bagas, dia tau segalanya tentang Diane yang sedang sakit"lanjut Ryo


"Cih.. Bagas bahkan tau dan kalian membohongiku secara bersama begitu..?" tanya Jean dengan nada kesal


"Tidak sayang, tidak seperti itu Bagas sudah memintaku untuk bicara denganmu, hanya saja aku takut kamu salah paham" Ryo melepas pelukan lalu memegang bahu istrinya dan menatapnya


"Sudahlah aku lapar,aku ingin makan.. " Jean melepaskan tangan suaminya lalu berdiri


"Sayang tunggu dulu aku belum selesai bicara, dengarkan penjelasanku.... " Ryo belum menyelesaikan ucapannya namun Jean langsung memotongnya


"Aku tidak ingin membahasnya lagi.. " ucap Jean dengan nada keras


"Tapi sayang ......"Ryo meraih tangan istrinya namun Jean menghempaskan tangan suaminya


" Aku bilang cukup, aku tidak ingin membahasnya"Jean menatap Ryo sinis


Jean kemudian berlalu meninggalkan Ryo yang hanya terdiam melihat sikap keras istrinya


Bersambung


sekali lagi terimakasih banyak untuk yang setia membaca setiap bab baru yang author update, author senang bisa punya banyak pembaca meskipun author masih penulis pemula dan masih banyak kekurangan dalam hal menulisπŸ™πŸ™πŸ™

__ADS_1


untuk semua yang baca, yang like, yang komentar bahkan yang kasi vote sekali lagi author ucapkan terimakasih sebanyak banyaknya karena itu semua jadi penyemangat author untuk terus menulis πŸ€—πŸ€—πŸ™πŸ™


__ADS_2