
3 hari berlalu
Selesai mata kuliah Jean bergegas keluar ruangan dan melangkah keluar kampus.
"Jean bisa kita bicara sebentar "kata Denny yang berdiri tepat dihadapan Jean membuat langkahnya terhenti
"Iya ada apa ya ka?
"Bisa kita bicara dikantin?
"Tapi kak saya harus bekerja setelah ini "
"15 menit aja " pinta Denny lagi
"Baiklah kak 15 menit ya,aku takut terlambat karena pak Hadi pasti sudah menunggu aku di depan"
"Oke " Denny melangkah menuju kantin di ikuti Jean di belakangnya
Setibanya dikantin Denny memilih tempat duduk yang jauh dari mahasiswa lainnya,ia ingin bicara secara nyaman dengan Jean.
Mata para mahasiswa wanita yang ada dikantin menatap sinis ke arah Jean,mereka iri Denny mengajaknya makan bersama.
"Kamu mau minum atau makan? tanya Denny
"Gak usah kak langsung aja kak apa yang mau diomongin aku gak bisa lama lama "
Sebenarnya Jean risih hanya duduk berdua dengan Denny ditambah lagi mata para gadis dikantin yang melihatnya dengan sinis.
"Jean "Denny menatap Jean
"Biasakah kita berteman lebih dekat dan jangan selalu menghindariku karena aku ...."
"Kak aku gak ada niat untuk menghindar dari kak Denny, aku hanya gak mau orang mikir yang enggak enggak dan salah paham karena aku berteman dengan kak Denny, kakak tau kan aku bisa kuliah disini karena beasiswa aku gak mau ada masalah kak aku harap kakak bisa mengerti "kata Jean
"Aku ngerti Jean,tapi apa salahnya berteman"
"Kak Denny ,kakak itu idola di kampus ini dan itu akan jadi masalah kalau kakak berteman dengan aku,coba kakak lihat sekeliling bagaimana mereka melihatku sekarang duduk bersama kak Denny disini!
Denny melihat sekeliling benar saja mereka menatap Jean dengan sinis, saat Denny melihat mereka langsung pura pura buang muka.
"Jean kamu gak perlu takut dengan pandangan mereka pokoknya aku mau kita berteman"
"Kak aku pamit ya aku harus kerja " Jean berdiri dari duduknya dan melangkah meninggalkan Denny tanpa menjawab ucapan Denny
Denny hanya menatap punggung Jean yang berjalan meninggalkannya
"Aku akan terus mengejarmu Jean aku menyukaimu"
****
"Maaf pak aku agak lambat tadi ada hal yang harus aku lakukan dulu "kata Jean saat masuk ke mobil
"Iya gak papa non " pak Hadi kemudian langsung menyalakan mesin mobil
15 menit kemudian Jean sampai dirumah Ryo
Jean langsung masuk dan berganti pakaian kemudian mulai mengerjakan pekerjaannya.
Jean masuk ke kamar Ryo dan mulai membersihkan kamar Ryo saat Jean selesai membersihkan tempat tidur dia melihat ada buku yang jatuh dilantai, dia segera mengambilnya tidak sengaja ada foto yang jatuh dari buku itu.
__ADS_1
Jean mengambil foto itu dan menatapnya didalam foto terlihat Ryo dan seorang wanita cantik sedang terseyum bersama
"Mereka terlihat sangat bahagia tapi kenapa aku tidak pernah melihat wanita ini kesini "gumam Jean dalam hati
"Apa dia pacarnya? difoto ini dia terlihat sangat bahagia terlihat dari senyumnya yang terlihat begitu tulus "Jean bicara sendiri
"Ah sudahlah apa urusannya ini denganku " Jean lagi kemudian memasukkan foto ke dalam buku lalu meletakkannya diatas nakas yang ada di samping tempat tidur.
Jean kemudian melanjutkan pekerjaannya setelah selesai jean keluar dari kamar Ryo dan turun kelantai 1,Jean kemudian melangkah kedapur untuk memasak makan malam.
Pukul 6 sore Ryo pulang kerja
Saat akan menaiki tangga dia melihat Jean dari kejauhan sedang mempersiapkan makanan dimeja makan
"Entah kapan aku mulai menyukaimu tapi melihatmu membuatku merasa senang "kata Ryo dalam hati sambil tersenyum
Nita yang tak sengaja melihat tuannya menatap Jean seperti itu ikut terseyum melihatnya.
"Sudah sangat lama tuan tidak terseyum seperti itu "kata Nita dalam hati,ia kemudian melangkah mendekati Ryo
"Apakah tuan butuh sesuatu? tanya Nita mengagetkan Ryo
Ryo yang kaget kelihatan kebingungan
"Tidak" Ryo kemudian melangkah menaiki tangga
Mendengar ada suara Ryo Jean menoleh dan segera menutup makanan di meja,ia kemudian berlari menaiki tangga mengejar Ryo
"Tuan "kata Jean dengan nafas tersengal sengal
Ryo menoleh menatap Jean
Tidak usah" Ryo kemudian berbalik meninggalkan Jean dan masuk ke dalam kamar
ishhh dasar pria berhati dingin,suasana hatinya gak bisa di tebak "gerutu jean dalam hati kemudian kembali menuruni tangga
Jam 7 malam Ryo turun untuk makan malam,Jean sudah siap berdiri di samping meja makan
"Silahkan tuan" kata Jean sambil meletakkan piring dan alat makan saat Ryo sudah duduk di meja makan
"Duduklah temani aku makan "perintah Ryo tanpa menatap Jean
"Saya berdiri disini saja tuan "
"Aku bilang kamu duduk dan makan bersamaku "Ryo menatap Jean dengan tatapan dingin
"Saya tidak lapar tuan, lagian saya disini pelayan tuan tidak pantas duduk makan bersama tuan "
"Jean aku sedang tidak ingin berdebat denganmu jadi duduklah "kata Ryo dengan nada tinggi
mendengar Ryo marah Jean langsung duduk
"Makanlah "kata Ryo
"Ii..iya tuan "
"Hanya dengan menakuti seperti ini aku jadi bisa makan denganmu " Ryo melirik sekilas pada Jean
Mereka makan tanpa bicara sama sekali selesai makan Ryo langsung berdiri dan Jean pun langsung berdiri untuk membersihkan meja makan.
__ADS_1
"Sebelum pulang temui aku di ruang kerja ku "kata Ryo kemudian melangkah meninggalkan Jean
Jean kemudian membersihkan meja makan dan langsung mencuci semua piring kotor,selesai smua pekerjaannya Jean mengganti pakaiannya kemudian menuju kelantai 2 untuk menemui Ryo.
tok..tok...
"Masuklah "kata Ryo
Jean kemudian masuk dan berjalan kedepan meja tempat Ryo duduk,Jean melihat Ryo sedang memegang amplop warna coklat.
"Ini untukmu" Ryo menyodorkan map coklat dan amplop putih pada Jean
Jean segera mengambilnya dia membuka amplop putih dan melihat isinya adalah uang kemudian Jean membuka amplop warna coklat ada kertas didalamnya.
"Itu perjanjian kerja kamu disini "
"3 hari lagi perjanjian itu habis makanya ku serahkan padamu dan itu uang gaji sesuai yang aku janjikan"sambung Ryo
"Terimakasih tuan "
"Bekerjalah dikantorku setelah ini dan jangan bekerja di kafe itu lagi "Ryo menatap Jean
"Tapi tuan saya tidak bisa bekerja di kantor tuan"kata Jean sambil menatap Ryo
"Apa kau menolak tawaranku "Ryo berjalan mendekati Jean
Jean yang melihat Ryo mendekatinya langsung melangkah mundur, Jean mundur Ryo pun semakin mendekatkan dirinya pada Jean.
Langkah Jean terhenti karena punggungnya menabrak rak buku Jean ketakutan melihat Ryo semakin dekat dihadapannya,karena ketakutan Jean tidak menyadari ada buku yang jatuh dari atas rak buku
Ryo segera menangkap buku yang hampir saja mengenai kepala Jean dan meletakan tangannya diatas kepala Jean,Jean hanya menutup matanya
"Kenapa kau selalu ceroboh " kata Ryo pada Jean
Jean membuka matanya Jean langsung merasa gemetar dan detak jantungnya tiba tiba berdebar kencang melihat wajah Ryo tepat ada di depan wajahnya.
"Tuu.ttu..aaann " Jean gugup
"Biarkan aku melakukan satu percobaan untuk memastikan sesuatu "kata Ryo menatap Jean dalam
"Maksud tuan?tanya Jean terbata bata
Ryo langsung mencium bibir Jean
Jean hanya diam tak bisa bergerak bahkan seperti berhenti bernafas, jantungnya berdetak seperti mau pecah dan hanya bisa menutup matanya entah kenapa Jean merasa tidak mampu menolak ciuman Ryo dan pasrah Ryo mencium bibirnya.
Ryo terus mencium Jean,Ryo tau Jean tidak bisa berciuman karena tidak ada perlawanan sama sekali dari Jean.
Ryo melepaskan bibirnya dari bibir Jean dan menatap Jean yang masih menutup matanya.
perlahan Jean membuka matanya dan melihat wajah Ryo masih tepat didepan matanya
"Tuan apa yang kau lakukan "kata Jean gemetar
"Jadilah kekasihku " Ryo menatap mata Jean
"Hah " Jean setengah berteriak seakan tak percaya apa yang di ucapkan Ryo
bersambung ....
__ADS_1
"maaf baru update author lagi sibuk 3 hari kemarin 😊😊