
Daniel dan Danisa menikmati malam pertama mereka di hotel tanpa ada gangguan dari anaknya Kania, Kania sendiri di bawa Bryan dan Kirana. Dia merasa senang bisa main dengan Missel sepanjang waktu. Sedangkan Daniel, pagi ini dia menikmati lagi percintaan panas dengan istrinya.
Dia sampai tidak habis pikir, kenapa istrinya begitu menggairahlan. Namun begitu, dia sangat senang sekali. Dan kini keduanya sedang mandi bersama, melakukan ritual baru sepanjang menjadi suami istri sejak kemarin. Danisa menggosok punggung suaminya, dan Daniel sangat menikmati sentuhan lembut tangan Danisa.
Jika karena Danisa lelah karena pagi tadi dia meminta lagi dua kali. Dia harus bersabar karena memang Danisa kelelahan. Daniel menarik tangan Danisa untuk berbalik menghapanya, dia mencium bibir istrinya itu di bawah guyuran sower. Tangannya mulai menggerayangi bagian tubuh sensitif Danisa.
"Mas, udah dong. Aku capek." kata Danisa menepis tangan jahil suaminya itu di bagian intinya.
"Hemm, enak sayang. Aku pengen lagi." kata Daniel menciumi leher Danisa.
"Ya tapi istirahat dulu. Apa ngga kasihan sama aku?" tanya Danisa.
"Ngga."
"Ish, kamu tuh. Lihat coba kakiku sampai gemetar begini karena menahan capek." kata Danisa lagi menunjuk kakinya pada Daniel.
"Sini aku pangku aja, biar kamu ngga capek. Tapi aku masukin ya?"
"Aaaa, ngga mau. Udah deh mandinya, ngga akan selesai kalau urusan itu sama kamu." kata Danisa merajuk.
Dia lalu mengguyur sendiri kepalanya agar basah dan menggosok sendiri tubuhnya dengan spoons. Daniel mengambil spoons dari tangan Danisa dan menggosokkannya ke seluruh tubuh Danisa. Sampai pada bagian depan yang menjulang menantang, dia usap dengan lembut dan memijatnya juga.
Ada keinginan dia menghisapnya, namun di tahan oleh tangan Danisa. Dia tahu, pasti nantinya dia akan terbuai dan akan mengulang lagi kegiatan panas di dalam kamar mandi. Sejujurnya dia ingin sarapan dan setelah itu mau tidur. Itu rencananya saat ini.
Berbeda dengan Daniel, dia ingin sarapan lalu istirahat sebentar dan bercinta lagi dengan Danisa. Dia ingin memuaskan bercinta selama menginap di hotel dua hari ini. Biar pun capek, tapi dia ingin menikmatinya dengan sepuasnya. Karena nanti, dia belum tentu akan selalu bercinta dengan Danisa di waktu pagi atau siang.
"Aku udah duluan ya mas, dingin nih." kata Danisa mengambil handuknya.
"Ya udah, aku juga udah kok."
Lalu keduanya pun memakain betrob yang di sediakan oleh pihak hotel untuk pengunjung. Mereka juga memesan sarapan dan akan makan di dalam kamar saja. Daniel mengeringkan rambut Danisa yang basah itu, lalu dia bergantian dengan Danisa.
"Berapa hari mas kita menginap di hotel?" tanya Danisa.
"Emm, seminggu." jawab Daniel santai.
"Apa? Seminggu? Lama banget, memang Kania mau di rumah Kirana aja selama seminggu? Ngga enak mas, dan kasihan kalau di tinggal seminggu. Aku ngga mau!" kata Danisa kesal.
Kenapa seminggu, lama sekali menginap di hotel seminggu. Pikir Danisa. Dia kesal sama suaminya itu. Daniel tahu Danisa kesal, dia pun tersenyum saja. Dan tak lama pesanan makanan mereka pun datang. Daniel membuka pintu kamar dan mengambil alih makanan yang di bawa petugas hotel.
"Terima kasih."
"Sama-sama tuan."
__ADS_1
Daniel menutup lagi pintunya dan membawa makanannya ke dalam. Danisa sedang mengganti bajunya lebih santai, lalu menghampiri suaminya yang sedang menyantap makanan.
"Kita dua hari aja mas di hotelnya, besok pulang." kata Danisa duduk menghadap suaminya.
"Ngga, minggu depan kita baru pulang ke rumah." kata Daniel.
"Ya udah, besok aku mau minggat." kata Danisa menantang suaminya.
"Aku akan kunci terus kamarnya, supaya kamu tidak bisa keluar." kata Daniel.
"Keluar dari jendela, bisa kok."
"Nanti di kira maling menyusup. Di tangkap kamu dan masuk penjara."
"Biar aja masuk penjara, asal jangan di hotel seminggu."
"Kenapa memangnya seminggu di hotel?" tanya Daniel heran.
Dia mengunyah makanannya sambil menatap istrinya.
"Nanti kamu minta jatah terus sepanjang hari selama seminggu." jawab Danisa.
"Hahah, bukankah itu wajar? Kita suami istri, sedang bulan madu. Menikmati tubuh istriku sepanjang hari itu sangat menyenangkan sayang."
"Ya ngga, kita bisa tidur istirahat. Makan siang, dan malam. Kalau bosan kita bisa jalan-jalan sekitar hotel, lalu kembali lagi ke kamar dan bercinta lagi. Itu sangat menyenangkan sayang, apa kamu tidak merasakan bahagia melakukan itu denganku sepanjang waktu selama seminggu di hotel?" kata Daniel.
Dia menghabiskan makanannya lalu meminum jus jeruknya. Danisa menatap tajam pada suaminya yang terlihat santai di tatap olehnya. Lalu Danisa mendengus sebal. Kenapa laki-laki di hadapannya, suaminya itu begitu bernaffsu padanya. Melakukan percintaan sepanjang waktu, bisa di bayangkan setiap hari dia akan kelelahan karena ulah suaminya nanti.
"Sudah, jangan protea terus. Turuti saja apa kataku, sayang." kata Daniel.
"Ish, kamu tuh mas. Memang harus ya suami istri baru selalu melakukan itu setiap hari?"
"Ya, harus. Sebelum kita melakukan aktifitas seperti biasa, kita harus melakukan percintaan setiap hari selama seminggu ini. Anggap saja kuta bulan madu di hotel ini."
"Ih, miskin banget. Masa bulan madu di hotel ini aja sih?"
"Kan uangku untuk menafkahimu yang makannya banyak itu. Nanti kalau bulan madu di luar negeri, uang untuk jatah makan kamu jadi berkurang." kata Daniel.
Danisa hanya tersenyum sinis, namun dia tahu itu hanya gurauan saja. Ya sudahlah, jika memang satu minggu menginap di hotel. Apa salahnya menikmati menginap di hotel dengan suami tercintanya. Lagi pula, dia juga menyukainya bercinta dengan suaminya itu.
"Setelah ini kita mau kemana mas?" tanya Danisa memghabiskan makanannya di piring.
"Tidur, istirahat. Dan nanti siang kita lanjutkan lagi percintaan kita sayang." jawab Daniel.
__ADS_1
Membuat Danisa terdiam, dia geleng-geleng kepala saja dengan jawaban suaminya. Memang benar dia ingin tidur, tapi untuk bercinta siang nanti .... Aaah, sudahlah.
"Aku ingin menghubungi Kirana, menanyakan Kania bagaimana kabarnya." kata Danisa mengambil ponselnya.
Daniel menarik meja berisi piring yang sudah kosong untuk di bawa keluar, karena dia tidak mau petugas hotel masuk. Jadi dia bawa keluar dan di letakkan di depan pintu saja. Lalu dia menghampiri Danisa yang sedang duduk di ranjang sambil menelepon Kirana.
Daniel duduk di sebelah istrinya itu dan menyandarkan kepalanya di pundak Danisa. Berubah posisi menjadi mendekap Danisa dan menatapnya dengan lembut. Tangannya memainkan tangan Danisa lalu menciumnya.
"Jadi, Kania tidak rewel minta pulang, Ki?" tanya Danisa pada Kirana di telepon.
"Ya, dia menurut. Dan senang bermain dengan Missel, dia juga senang dengan si kembar." jawab Kirana.
"Uuh, pasti dia lupa dengan mama sama papanya nih."
"Gue bilang, jangan ganggu mama sama papa. Karena mama sama papanya sedang bikin dede bayi, hahaha!"
"Ish, lo tuh kok ngomong begitu sama Kania."
"Dia merengek minta di bawa pulang satu si kembarnya. Kata mas Bryan papa sama mamanya lagi bikin adek bayi."
Daniel yang mendengar percakapan istrinya itu hanya tersenyum saja, dia kembali memeluk Danisa dan mencium pipinya. Dan akhirnya percakapan Danisa dengan Kirana di teleponpun berakhir.
"Ayo tidur sayang."
"Tidur beneran mas."
"Iya, aku juga capek kok."
"Ya udah, ayo tidur."
Danisa merebahkan tubuhnya dan segera memejamkan matanya. Namun ternyata, Daniel tidak bisa membiarkan Danisa tidur. Dia meraba bagian belalang pahanya dan menelusupkan tangannya ke dalam sana, dan ....
"Aaaaaawh, maass!"
_
_
_
******************
\=> mengingatkan, duda hot sebentar lagi tamat ya...😉😉😊😊😊
__ADS_1