Terjerat Cinta Duda Hot

Terjerat Cinta Duda Hot
99. Pernikahan Danisa Dan Daniel


__ADS_3

Danisa duduk di sofa ruang tamu, dia tadinya ingin menolak Kania menyuruhnya datang ke rumah calon suaminya itu. Namun karena Kania merengek memintanya datang, akhirnya dia pun datang. Meski kakak iparnya melarang, karena sebentar lagi menikah, tapi dia merasa kasihan Kania memintanya datang.


Dan sekarang dia sedang duduk di sofa bersama Daniel. Keduanya saling diam, mereka kaget dengan kedatanga Raisa yang mendadak dan bertemu dengan Kania. Danie menatap Danisa yang masih diam menunduk, dia pun mendekat pada kekasihnya itu.


"Danisa, kenapa kamu diam?" tanya Daniel.


"Hemm, ngga kenapa-kenapa mas. Memang kenapa?" kata Danisa.


Daniel tersenyum, dia senang Danisa akhirnya memanggilnya dengan sebutan mas, bukan tuan lagi. Di angkatnya wajah Danisa lalu di tatap dengan lembut. Danisa pun menatap balik Daniel.


"Kenapa?" tanya Danisa.


"Aku senang kamu memanggilku seperti itu. Rasanya lebih romantis. Bisa kamu ulangi lagi?" tanya Daniel.


"Apa sih mas?" tanya Danisa dengan sedikit manja karena Daniel memegang pipinya.


"Heheh, aku tidak sabar segera menikahimu." kata Daniel lagi.


"Emm, tadi itu mantan kamu ya mas? Cantik ya." kata Danisa tanpa menanggapi ucapan Daniel tadi.


"Hemm, bagiku lebih cantik kamu kok. Kamu lembut dan perhatian sama Kania."


"Tapi dia lebih tua dariku ya mas?"


"Iya, dia berumur tiga puluh tahun. Dua tahun lebih muda dariku. Memang kamu berapa usianya?"


"Dua puluh empat tahun."


"Jauhlah sama kamu, kamu lebih muda darinya."


"Tapi pantas ya dia memanggilmu nama saja sama kamu, dia merasa ngga jauh beda sama kamu mas."


"Hemm, ya. Begitulah. Oh ya, kenapa kamu datang kemari? Kan sedang di pingit." kata Daniel.

__ADS_1


"Kania memintaku datang kesini mas, aku kasihan dia merengek minta aku datang." jawab Danisa.


"Tiga hari lagi kita menikah, kamu jangan kemana-mana. Di rumah aja." kata Daniel.


"Iya, ini juga aku pengen pulang."


"Ya udah, aku antar pulang ke rumah." kata Daniel.


Danisa pun mengangguk, lalu keduanya pun keluar dari rumah. Karena Kania sudah tidur, jadi mereka pun segera pergi. Sementara Danisa tinggal di rumah Morgan yang dulu ketika masih menjadi asisten Bryan. Sengaja rumah itu tidak di jual, karena nantinya bisa untuk menginap jika Morgan dan istrinya pulang ke kota.


_


Hari pernikahan Danisa dan Daniel pun tiba, kini semua berkumpul di masjid di mana tempat ijab kabul akan di laksanakan. Daniel sudah sangat siap untuk meminang Danisa, dan Danisa berada tidak jauh di mana masih ada di dalam masjid. Hanya saja tidak di satukan dalam satu tempat.


Kata orang, harus di pisahkan sebelum jadi suami istri. Tapi setelah ucapan ijab kabul Daniel untuk Danisa selesai dan sah, maka Danisa bisa di sandingkan di depan penghulu untuk mendengarkan petuah dan tanda tangan surat nikah. Baru setelah acara ijab kabul itu selesai, Danisa dan Daniel akan melangsungkan pesta sederhana saja di gedung hotel dan acaranya juga tidak lama. Hanya sampai jam dua siang, mereka selesai acara pestanya.


"Semua sudah siap? Mempelai pria sudah siap." tanya pak pemghulu pada Daniel.


"Siap pak." jawab Daniel.


"Pak Daniel siap ya."


"Ya pak, sejak tadi saya siap. Kalau tidak segera ijab kabul, bisa jadi saya tambah gugup." kata Daniel yang sejak tadi menunggu pemghulu menjabat tangannya dan mengucapkan ijab kabul dan dia menjawabnya.


"Iya pak Daniel, baiklah. Mari kita mulai. Bapak Daniel Ananta Nugraha bin Sordi, saya nikahkan dan saya kawinkan Danisa Anggraini bin bapak Malik dengan mas kawin uang tunai sebesar tujuh puluh lima juta di bayar tunai."


"Saya terima nikah dan kawinnya Danisa Anggraini bin bapak Malik dengan mas kawin tersebut di bayar tunai."


"Sah?"


"Sah!"


Teriakan sah di dalam masjid membuat Danisa merasa senang dan lega. Dia bahagia akhirnya bisa menikah dengan orang yang selama ini dia kagumi. Ya, Danisa sejak pertemuan pertama di restoran dengan Daniel dan Bryan serta Kirana. Sekarang jadi suaminya, jadi dia merasa bahagia sekali. Hingga tak terasa air matanya mengalir karena terharu.

__ADS_1


"Danisa, sekarang kamu boleh keluar." kata kakak ipar Danisa.


Danisa pun bangun dari duduknya, dia menghapus air matanya yang belum sempat mengalir turun di pipinya. Dia lalu di bawa oleh kakak iparnya ke hadapan Daniel serta kakaknya berada. Beberapa momen di abadikan oleh sang fotografer untuk kenangan Danisa dan Daniel.


Danisa duduk di samping Daniel dan menyalami suaminya kini. Daniel tersenyum padanya dan mengecup ujung kepala Danisa dengan khidmat. Lalu keduanya pun menanda tangani surat nikah dan piagamnya juga. Baru setelah menanda tangani surat nikah itu, Danisa menyalami kakaknya Morgan dan juga kakak iparnya.


Bergantian dengan Daniel, keluarga Daniel tidak ada. Kedua orang tua Daniel sudah tidak ada, dan saudaranya juga tidak tinggal di kota ini. Namun begitu, tak memebuat Daniel mengurungkan niatnya untuk memperistri Danisa.


Acara akan nikah di masjid sudah selesai, kini pengantin pria dan wanita sekarang menuju hotel untuk melangsungkan resepsi pernikahan. Hanya pesta sederhana yang di inginkan Danisa, menghadirkan beberapa sahabat dan kerabat saja. Kirana juga datang dengan kedua jagoannya meski repot, dia membawa mbak Nur dan Mimin juga karena Bryan yang menyuruhnya ikut.


Tak lupa Missel juga ikut, dia senang berada di pesta pernikahan karena banyak sekali orang-orang yang hadir di sana. Dulu waktu papinya dan maminya menikah juga sangat senang sekali.


"Nyonya, Alka nangis minta asi." kata mbak Nur pada Kirana.


"Oh ya, ayo kita ke ruang tertutup." kata Kirana.


Lalu Kirana menghampiri suaminya untuk pamit memberi asi pada Alka.


"Mas, aku ke ruangan asi dulu ya. Alka nangis minta asi." kata Kirana pada suaminya itu.


"Iya sayang, sekalian aja sama Arka. Mumpung pengantin belum datang. Nanti kalau Arka rewel dan pengantin datangkan repot." kata Bryan memberi saran.


"Iya, nanti sekalian sama Arka juga. Tapi kamu jaga Missel ya, aku takut dia lari-lari kesana kemari. Nanti kalau ada tamu datang susah nyarinya." kata Kirana.


"Iya sayang, nanti aku jaga Missel." kata Bryan.


Kirana pun pergi meninggalkan suaminya yang tampak sibuk dengan teman-temannya. Sesekali dia mencari Missel berada di mana, karena Bryan sibuk dengan teman-temannya. Jadi dia nanti akan memyuruh mbak Nur untuk mencari Missel.


_


_


_

__ADS_1


********************


__ADS_2