Terjerat Cinta Duda Hot

Terjerat Cinta Duda Hot
84. Datang Berdua


__ADS_3

Danisa menghela nafas panjang, meski rasanya sakit di hianati oleh Bruno. Tapi Danisa merasa lega, karena telah lepas dari laki-laki yang hanya menginginkan **** saja di setiap harinya jika bertemu. Dia menatap lurus jalanan di depan, menerawang jauh ke depan.


Daniel melirik Danisa yang diam saja sejak tadi. Dia melihat raut wajah sedih namun tidak ada tangis di matanya. Daniel tersenyum, benar-benar gadis unik, pikir Daniel.


"Kamu tadi sedang bertengkar dengan pacarmu?" tanya Daniel.


"Ya, dia selingkuh." jawab Danisa singkat.


"Hemm, laki-laki seperti itu memang pantas untuk di tinggalkan." kata Daniel lagi.


"Dia brengsek dan laki-laki mesum, hanya memikirkan bercinta saja jika bertemu. Tidak ada kejelasan dalam hubungan berpacaran di kamusnya, hanya bersenang-senang saja yang dia lakukan." kata Danisa.


"Lalu, kamu memutuskan pacarmu itu?"


"Tentu saja, dia selingkuh. Tidur dengan perempuan lain, bisa jadi setiap hari dia membawa perempuan-perempuan lain ke rumahnya untuk bersenang-senang saja." kata Danisa.


Meski dia juga sering melakukannya dengan Bruno dulu, tapi dia sudah tidak lagi bercinta dengan Bruno lagi semenjak Kirana menikah dengan Bryan. Dia juga berpikir ingin seperti Kirana yang hidup bahagia dengan suaminya kelak. Dia tahu Bruno bukan laki-laki yang suka berumah tangga dan hidup dengan satu wanita, tapi mungkin itu caranya dia bisa lepas dari Bruno.


"Nona Danisa,"


"Panggil saja Danisa tuan Daniel, saya bukan anak konglomerat. Heheh." kata Danisa.


"Ah ya, Danisa. Biar lebih akrab. Apa sebaiknya kamu pergi ke salon saja?"


"Kenapa? Dandananku berantakan?"


"Tidak terlalu, tapi nanti sahabatmu itu pasti curiga dengan perubahan penampilanmu itu." kata Daniel.


Danisa memperhatikan wajahnya oe kaca spion di depannya. Meski memang tidak terlalu berantakan, namun bajunya sedikit kusut bahkan ada yang robek di pergelangan tangannya akibat tangannya di tarik oleh Bruno.


"Ah ya, benar. Tapi cukupkah untuk pergi ke salon? Soalnya aku janji akan datang lebih cepat dari tamu lainnya pada Kirana." kata Danisa sedikit panik.


"Tidak masalah telat sedikit. Asal bajumu terlihat rapi dan dandananmu seperti semula." kata Daniel.


"Baiklah tuan Daniel, tapi hanya sebentar."


"Ya, tidak apa. Saya akan menunggunya."

__ADS_1


Daniel membelokkan mobilnya ke sebuah salon yang dia lewati, lalu nanti dia akan pergi ke butik juga untuk mengganti baju Danisa yang sobek. Mereka akan datang terlambat di acara pesta pernikahan Bryan dan Kirana di hotel.


_


Mobil Daniel memasuki area parkir di dalam hotel, dia memberikan kunci pada petugas valet di depan. Danisa pun keluar dari dalam mobil Daniel, dia lalu melengkungkan tangannya agar Danisa mau menggandengnya untuk masuk ke dalam hotel untuk bertemu dan menikmati pesta pernikahan Bryan.


"Ayo, gandeng tanganku." kata Daniel.


Danisa terdiam, dia kaget karena Daniel mau bergandengan dengannya. Tapi kemudian Danusa pun tersenyum, dia masukkan tangannya ke pergelangan tangan Daniel lalu melangkah masuk ke dalam gedung. Di dalam ruangan itu sangat ramai, alunan musik romantis untuk menghibur para undangan.


Danisa dan Daniel sesekali menyapa orang yang di kenal di ruangan itu. Mereka menuju ke pelaminan untuk menyalami mempelai pengantin. Tampak Kirana tersenyum ceria melihat Danisa datang dan menggandeng Daniel menuju ke arahnya.


Kirana tidak sabar ingin memeluk Danisa yang melangkah menuju ke arahnya. Danisa pun tersenyum, dia melepas pegangannya pada Daniel dan langsung berjalan cepat ke arah Kirana. Daniel kaget, namun dia hanya tersenyum saja.


Bryan menatap ke arahnya dan tersenyum sinis. Daniel sendiri tahu senyuman Bryan itu meledek dirinya.


"Lo bawa gandengan juga?" kata Bryan.


Daniel memeluk Bryan dan menepuk punggung sahabatnya itu.


"Ya, aku akan mendapatkan dua sekaligus. Hebatkan aku?"


"Heh! Hebat apanya, kamu menikahi karena suatu kesalahan."


"Hei, tidak ada kesalahan. Yang benar itu karena terpaksa bohong untuk mendapatkan dia." kata Bryan mengelak.


"Ya ya ya, terserahmu saja. Lalu kemana asistenmu itu?"


"Morgan, dia datang lebih awal. Tapi dia tadi pergi lagi, dia sekarang ada di Batam untuk mengurus perusahaanku yang lain."


"Yang mana?"


"Milik Laudya yang sebagian besar aku beli sahamnya. Dia melakukan penganiayaan pada istriku di rumahku sendiri, aku tidak terima. Kamu tahu, dia melakukannya dengan mertuaku. Ibunya Risa, sangat konyol. Dia menyukaiku dan terobsesi denganku."


"Ck ck ck, duda anak satu banyak banget ya yang menyukai. Sangat aneh sih mertua kok suka sama mantan menantunya, nenek gila dia." kata Daniel.


"Ya, begitulah kalau sudah di butakan. Emm, kenapa kamu datang dengan adiknya Morgan itu? Kalian janjian atau kebetulan ketemu?" tanya Bryan.

__ADS_1


"Tidak sengaja bertemu dengannya, dia bertengkar dengan pacarnya dan memutuskannya. Laki-lakinya itu brengsek dan menjijikan sekali." kata Daniel.


"Apa kamu tidak tertarik pada gadis yang kamu bawa tadi?" tanya Bryan.


Daniel memperhatikan Danisa yang sedang asyik mengobrol dengan Kirana, namun kini dia beralih ke tempat makanan di sana. Dia terus memperhatikan Danisa, dia juga sedang berbincang dan tertawa dengan beberapa teman satu kampusnya.


Danisa merasa di perhatikan oleh seseorang pun menoleh tidak sengaja pada Daniel. Tatapan mereka bertemu, tak lama Daniel membuang wajahnya ke samping. Begitu juga dengan Danisa, dia beralih pada temannya lagi sambil tertawa.


"Hemm, rupanya sudah ada bibit-bibit suka nih sama duda satu ini." kata Bryan.


"Aku tidak tahu seperti apa Danisa itu. Hatiku biasa saja ketika dekat dengannya, tidak ada getaran apa pun." jawab Daniel.


"Yakin? Kamu akan termakan sendiri dengan ucapanmu. Bisa jadi ucapanmu itu akan jadi bumerang buatmu, dulu aku juga begitu. Tidak tertarik awalnya pada Kirana, tapi sekarang lihatlah. Dia sedang mengandung anakku, dan yang pasti setiap malam aku dapat jatah dari istriku. Terus kamu? Kemana kamu buang cairan ingusmu itu? Hahaha!"


"Ck, kamu jangan meledekku. Aku pasti akan mendapatkan perempuan yang aku sukai dan juga pastinya dia menyukai anakku juga." kata Daniel.


Obrolan laki-laki memang seputar urusan perempuan jika bukan pekerjaan. Ada saja yabg di bicarakan mengenai perempuan, sesekali mereka kadang bertaruh soal perempuan.


Waktu sudah semakin sore, para tamu sudah mulai membubarkan diri. Hanya beberapa teman Bryan dan keluarga saja yang ada di hotel itu. Kedua orang tua Kirana menginap di hotel selama satu hari. Dan esoknya keduanya akan langsung pulang ke kampung.


Sementara, Danisa kini sudah bersama Kirana lagi. Dia sekarang berada di kamar Kirana, menemani sahabatnya selama Bryan belum masuk ke dalam kamarnya.


"Ck ck ck, kamar hotel pengantin sangat mewah sekali ya. Apa aku nanti menikah akan seperti ini pelayanannya? Hotel dengan kamar presidensuit, sangat mewah." kata Danisa.


"Danisa, ceritakan kenapa lo bisa datang berdua dengan tuan Daniel?" tanya Kirana tidak menanggapi ucapan Danisa tadi.


"Hemm, aku putus dengan Bruno. Dia menghianatiku, dia tidur dengan perempuan lain saat aku datang ke rumahnya. Aku berniat datang ke acara pestamu dengan Bruno, tapi dia malah sedang asyik dengan perempuan lain. Aku memutuskannya dan dia tidak mau, malah dia menarik tanganku dengan kasar. Dan tuan Daniel datang menyelamatkanku, dia bahkan memukul Bruno juga." kata Danisa.


Obrolan mereka terhenti karena Bryan masuk ke dalam kamar Kirana. Danisa pun pamit pada Kirana untuk pulang, dia juga tidak mengharap Daniel akan mengajaknya pulang juga.


_


_


_


*********************

__ADS_1


__ADS_2