
Bryan bergerak cepat, dia mendpat laporan kalau perusahaan yang dia beli sahamnya sebanyak lima puluh persen sering melakukan penyelundupan barang ke pulau seberang oleh orang suruhan. Bryan mencari tahu siapa yang menyelundupkan barang elektronik yang di produksi oleh pabrik tersebut ke negara tetangga.
Dan jumlah yang di selundupkan pun tidak tanggung-tanggung, lima persen dari hasil produksi dan itu keuntungan ratusan juta jika di jual di negara dan sendiri. Bryan geran sekali, ternyata saham yang dia beli ternyata perusahaannya memang banyak mengalami kecolongan produk.
"Siapa pelakunya?" tanya Bryan.
"Kemungkinan Laudya, karena dia direktur bagian produksi barang. Jadi kemungkinan dia yang melakukannya." jawab Morgan.
"Kapan pergantian pimoinan di laksanakan? Aku tidak sabar ingin mendepak perempuan itu." kata Bryan.
"Kita cari bukti lagi, saya juga baru tahu bos. Kemarin saya di hampiri oleh staf di bagian pengepak barang. Katanya hampir setiap hari satu mobil boks selalu saja mengambil barang jadi dan di bawa ke pelabuhan penyeberangan. Mereka bilang, jika ada mobil boks ke pabrik pembuatan menunggu maka sudah di pastikan itu akan di selundupkan ke negara tetangga. Di jual di sana." kata Morgan.
"Lalu uangnya, kemana?"
"Tidak si setorkan ke perusahaan, mereka mengambil tanpa menyetorkan uang hasil penjualan produk dari perusahaan." kata Morgan.
"Berarti mereka mencuri barang dari pabrik, selidiki terus siapa dalangnya. Apa pak Martin tidak memperhatikan kalau banyak sekali barang yang di sekundupkan dan tidak menyetorkan uangnya ke perisahaan. Ini benar-benar aneh."
"Anda mungkin tahu bos, pak Martin jadi direktur utama itu karena Laudya tidak menginginkannya, dia mempunyai saham terbesar di perusahaan itu. Tapi dia tidak mau menjadi direktur utananya , justru memilih jadi direkrur bagian produksi. Kemungkinan produk yang di selundupkan itu laporannya dia ganti." kata Morgan.
"Hemm, bisa juga dia mencari aman untuk kegiatan itu. Pintar juga, tapi kita harus menyelidiki terus. Dan lakukan perombakan kepemimpinan serta jajaran bagian direktur. Sekua harus di ganti dan cari karyawan yang benar-benar berdedikasi di perusahaan. Lusa harus sudah ada laporan mengenai ini." kata Bryan lagi.
"Jadi, saya dobel job bos?" tanya Morgan.
"Di sini sedang stabil, kamu harus fokuskan ke perusahaan di Batam." kata Bryan lagi.
"Dobel job bos, gajian juga dobel." kata Morgan lagi.
__ADS_1
"Kamu pikir aku melupakan semua jasamu. Sudah, jangan protes saja. Kayak anak kecil."
Morgan mencibir, dia lalu kembali membuka laptopnya dan beberapa kali dia menelepon kesana kemari. Mencari tahu tentang kegiatan penyelundupan itu.
_
Hari pergantian pimpinan itu pun tiba, kini pak Martin dan Laudya sedang bersiap untuk menyambut pimpinan baru, yaitu Bryan. Laudya kesal, namun juga dia senang karena nanti akan sering bertemu dengan Bryan.
Tapi pikiran Laudya salah, dia bahkan akan di depak dari direktur produksi. Dan semua kini sedang berada di ruang aula untuk menyambut dan mendengarkan akan di tempatkan di mana, karena Morgan tidak memberitahu siapa saja yang akan di pindahkan.
"Selamat siang semua, hari ini kalain tahu bahwa perusahaan ini sudah berganti pimpinan yaitu tuan Bryan. Dari sini tuan Bryan akan mengganti semua jajaran direktur bagian. Teruatama direktur bagian produksi, karena di bagian inj banyak sekali menerima laporan palsu. Dari beberapa data di lapangan, ternyata produk barang yang di buat ternyata lebih banyak dari apa yang di salurkan ke toko-toko dan agen-agen. Saya menemukan kejanggalan dan kami sudah menyelidiki, ternyata banyak sekali produk yang di selundupkan ke negeri seberang. Dan penyelundupan barang ini di biarkan saja oleh direktur produksi. Ternyata bagian produksi mengambil keuntungan dari hasil penyelundupan itu. Apakah saya salah?" tanya Morgan sekali bicara mengenai pergantian pimpinan dan sekaligus membicarakan kejanggalan itu.
Tentu saja membuat Laudya kaget dan diam saja. Wajahnya memerah karena semha menatapnya tajam. Ternyata Bryan tidak mau Laudya semakin menikmati apa yang bukan jadi haknya.
"Bisa di jelaskan nona Laudya?" tanya Bryan dengan tatapan dinginnya.
"Itu, bukan perbuatan saya tuan. Mungkin di bagian produksi ada yang melakukannya." kata Laudya membantah.
"Tidak mungkin!" teriak Laudya dengan marah.
"Atau jangan-jangan anda yang melakukannya dengan sengaja?"
"Tuan Morgan! anda menuduh tanpa bukti!"
Morgan terdiam, dia menatap tajam pada Laudya. Lalu mencibrnya. Sedangkan Bryan diam dengan tenang.
"Akan kami cari buktinya, tidak sulit kami menemukan bukti kecuranganmu nona laudya." kata Morgan lagi.
__ADS_1
"Baiklah, sekarang kita rombak semua jajaran di sini. Mulai dari bagian keuangan, bagian produksi dan juga direktur utama. Manajer serta bagian-bagian lainnya. Dan nama-nama di berkas ini akan kita umumkan sore ini. Rapat ini pun selesai, oh ya bagi pegawai yang berdedikasi tingga akan naik jabatan. Tapi sebaliknya bagi karyawan ataunoejabat tinggi yang tidak berdedikasi atau bahkan melakukan kecurangan bisa jadi kami akan memecatnya sekalian."
Begitu pengumuman Morgan dari Bryan. Semua nampak diam, mereka masih menerka siapa yang akan di pecat dan siapa saja yang akan naik jabatan.
Kini Bryan dan Morgan keluar dari ruang raoat menuju ruang direktur utama. Sedangkan Laudya masih berpikir bagaimana bisa dia ketahuan, sedangkan dia sudah mengingatkan anak buaknya untuk hati-hati. Tapi tetap saja Bryan dan Morgan mengetahuinya.
Dia harus bertindak cepat, lalu Laudya bangkit dari duduknya dan segera keluar. Dia akan membujuk Bryan agar tetap jabatan direktur produksi dia yang menjabat.
Tok tok tok
Morgan membuka pintu dan menatap Laudya. Dia bertanya, namun Laudya langsung masuk ke dalam ruangan itu tanpa menghiraukan Morgan di depan dan menghalanginya. Namun Bryan menyuruh Morgan diam saja, dia ingin tahu apa yang akan di bicarakan oleh Laudya.
"Ada apa kamu masuk ke ruangan dengan tidak sopan?" tanya Bryan dingin.
"Bryan, kamu jangan asal memecat aku begitu saja. Bukankah aku punya saham lebih besar dari mereka, meskipun sekarang kamu yang lebih besar sahamnya. Tapi jangan seenaknya saja menggantiku di bagian direktur produksi. Apa kata mereka yang tahu kalau aku di pecat oleh temanku sendiri." kata Laudya.
Bryan diam, dia menatap tajam pada perempuan yang benar-benar membuatnya kesal dan marah.
"Aku tidak mengenalmu. Kamu tahu aku berbuat seperti ini dari dampak apa yang pernah kamu lakukan pada istriku. Jika kamu biasa saja seperti dulu, aku tidak akan melakukan ini dan tidak peduli dengan perusahaanmu yang sering kamu curangi. Karena perbuatan kamu, semua akan berdampak sama atas perbuatanmu itu. Dalam bekerja dan pekerjaan, aku tidak mentolerir kecurangan apa lagi menguntungkan diri sendiri." kata Bryan dengan tegas.
Laudya tercekat, dia memang salah telah setuju mengikuti kerja sama dengan oma Ranti. Jika tahu akibatnya seperti ini, maka dia akan mundur dan tidak akan mengganggu istri Bryan.
Laudya pun kembali ke ruangannya, dia tidak tahu harus berbuat apa jika nanti di pindahkan atau bahkan nanti di pecat.
_
_
__ADS_1
_
**********************