
Dengan di tangkapnya Laudya karena menyelundupkan barang produksi di perusahaannya itu kini dia harus mendekam di penjara, meski belum ada sidang gugatan, namun semua bukti sudaj terkumpul dengan lengkap berada di kantor kepolisian.
Tinggal menunggu pengacara Laudya untuk membelanya dan akan di lakukan penuntutan di persidangan nanti. Bryan sangat puas sekali ketika Laudya tertangkap oleh kepolisian yang menggerebek Laudya sedang di kamar hotel. Dan parahnya lagi dalam keadaan telanjang bulat dan sedang bercinta.
Bahkan Morgan sendiri merasa jijik melihat Laudya yang suka sekali gonta ganti laki-laki untuk memuaskan nafsu birahinya. Dia memang seorang **** mania, namun jika sudah bermain. Maka akan selalu melakukannya dan sampai dia merasa benar-benar puas dan melelahkan. Makanya dia menyewa laki-laki dengan bayaran tinggi asal bisa memuaskannya.
Morgan sudah merombak semua jajaran di perusahaan yang di beli oleh Bryan, kini perusahaan itu sepenuhnya tanggung jawab Morgan.
Saat ini Bryan sedang berada di perusahaan itu dan meninjau semua kegiatan di sana. Bryan dan Morgan merubah posisi jabatan, kini hanya ada satu pimpinan direktur utama. Yang lain sekarang hanya bagian penanggung jawab produksi, bagian keuangan dan juga administrasi serta bagian distribusi barang.
Orang yang membeli barang produksi dari Laudya kini juga sekarang membeli secara legal, Morgan tahu orang yang membeli barang dari Laudya adalah dari negeri seberang yang bernama Mr. Chen.
"Bagaimana dengan Laudya, apakah sudah dapat tuntutan berapa tahun di penjara?" tanya Bryan.
"Belum, masih proses dengan pengacaranya." jawab Morgan.
"Kirana kaget dengan di tangkapnya Laudya, dia merasa kasihan pada perempuan murahan itu." kata Bryan.
"Namanya perempuan bos, sisi sensitifnya pasti bekerja meski pun itu pernah menyakitinya." kata Morgan.
"Ya benar, dia juga kasihan sama omaynay Missel. Tapi aku tidak peduli, semua yang menjadi ular di rumah tanggaku semuanya sudah pergi ke tempatnya yang benar. Aku tidak mau ada lagi yang mengganggu istriku. Dia sedang hamil anakku, jadi aku harus menjauhkan orang-orang yang akan mengancamnya." ucap Bryan.
Keduanya pun kini memeriksa beberapa laporan dan akan di perbarui setelah Morgan nanti pindah tugas ke perusahaan di Batam itu.
_
Dakwaan pada Laudya pun telah di jatuhkan setelah melalui sidang beberapa kali. Dengan adanya beberapa bukti barang, serta saksi-saksi yang di kumpulkan untuk memberatkan hukuman Laudya dan juga tuduhan terhadap penganiayaan pada Kirana juga sudah di serahkan buktinya.
__ADS_1
Namun, Laudya tidak mau hanya dirinya yang menderita karena penganiayaan terhadap Kirana. Oma Ranti juga di panggil, dan mau tidak mau oma Ranti juga ikut di dakwa karena penganiayaan Kirana, bahkan lebih berat karena yang merencanakan itu oma Ranti.
"Sialan, dia membawa namaku dalam persidangan." kata oma Ranti mengutuk Laudya.
Dia kesal, dan mau tidak mau oma Ranti kena pasal penganiayaan. Dia juga di jatuhi hukuman enam bulan penjara. Sedangkan Laudya karena ada dua pasal yang menjeratnya, dia di jatuhi hukuman tiga tahun penjara.
"Enak sekali nenek peyot itu hukumannya rnam bulan penjara. Harusnya sama denganku, dia bahkan yang merencanakan ingin membalas Kirana karena menikah dengan Bryan." kata Laudya pada pengacaranya.
"Nona Laudya, anda mendapat tiga tahun penjara itu juga sudah termasuk ringan. Biasanya orangemcuri barang dan merugikan orang lain itu hukumannya lebih besar. Dan kerugian yang di terima perusahaan juga sangat besar, anda jangan naik banding ingin mengurangi hukuman. Tuan Bryan memberikan hukuman justru meminta lebih lama lagi, tapi saya berusaha agar anda lebih ringan hukumannya, cuma tiga tahun. Tuntutan dari pihak tuan Bryan malah tujuh tajun penjara, apa anda mau tujuh tahun penjara." tanya pengacara Laudya.
"Aku tidak mau!"
Laudya pun akhirnya menyerah, awalnya dia ngotot ingin banding, tapi pengacara memberi arahan agar Laudya menerima atas putusan pengadilan mengenai hukuman.
Dia lalu di bawa ke lapas setelah putusan pengadilan di jatuhkan. Sidang yang membutuhkan satu bulan setengah itu, kini akhirnya telah usai. Oma Ranti juga di bawa ke lapas di kota, karena kasusnya di limpahkan ke pengadilan kota.
Nyonya Kalina ikut menjadi saksi oma Ranti, dia yang berperan agar hukuman pada besannya itu di kurangi, jadi enam bulan penjara yang awalnya itu satu tahun setengah.
"Mbak Kalina terima kasih mau membantu mengurangiasa hukumanku di penjara." kata oma Ranti.
"Jika kamu nurut padaku waktu itu, tidak seharusnya kamu mendekap di penjara. Merasakan dinginnya di balik jeruji besi itu." kata nyona Kalina.
"Maafkan aku mbak, aku benar-benar khilaf." ucap oma Ranti.
"Kalau sudah begini kamu bilang khilaf. Terlalu obsesif pada anakku, apa kamu pikir itu bagus buatmu?"
"Sudah mbak, aku sudah menyadarinya dan itu memang memalukan sekali. Menantu sendiri malah ingin di miliki." kata oma Ranti.
__ADS_1
"Itu bagus, saharusnya dati dulu kamu sadar. Bukan karena telah terjadi sesuatu dulu jadi lupa dengan umurmu sendiri." kata nyonya Kalina.
Oma Ranti pun diam, dia hanya bisa menundukkan kepala. Lalu petugas dari lapas pun membawa oma Ranti untuk di bawa ke lapas wanita di pinggir kota itu.
Awalnya nyonya Kalina tidak mau melaporkan besannya ke polisi karena penganiayaan terhadap Kirana, tapi Laudya selalu menyebut oma Ranti juga ikut melakukan, bahkan dalangnya juga oma Ranti. Dan Laudya tidak mau di tuduh sendirian.
Akhirnya oma Ranti di panggil dan juga sebagai tersangka atas penganiayaan itu.
_
"Mas, oma Missel jadinya ikut di penjara?" tanya Kirana.
"Iya sayang, mau tidak mau karena Laudya tidak mau melepaskan oma begitu saja." jawab Bryan.
"Kasihan ya, sudah tua tapi sekarang hidupnya harus di penjara." kata Kirana lagi.
"Hukumannya ringan sayang, meski pun itu menurutku kurang. Tapi mama memberi keringanan pada pengacara dan kesaksiannya." jawab Bryan.
Kirana mendengarkan ucapan Bryan, saat ini dia berada di kantor Bryan. Entah kenapa dia ingin ke kantor suaminya saja hampir setiap hari. Kandungannya juga sudah memasuki bulan kelima. Karena hamil anak kembar, jadi perutnya terlihat sangat besar.
Bryan melarang istrinya datang ke kantornya, tapi dia memaksanya ingin datang. Dan akhirnya mau tidak mau Kirana datang di antar oleh supir. Kini Bryan tidak lagi mempunyai asisten, karena Morgan sudah pindah tugas di Batam. Mengelola perusahaan yang tadinya di pegang Laudya, sekarang di kelola oleh Morgan.
_
_
_
__ADS_1
********************