
Tiga bulan sudah Danisa jadi istri Daniel, dia bersikap layaknya seorang istri yang baik dan ibu penyayang. Daniel merasa bahagia karena Danisa begitu telaten meladeni dirinya dan juga anaknya Kania, dia benar-benar beruntung mendapatkan Danisa yang memang ibu rumah tangga sejati seperti Kirana.
"Sayang, apa kamu tidak berkeinginan bekerja?" tanya Daniel suatu malam setelah mereka selesai bercinta.
Tubuh keduanya masih dalam keadaan polos, namun di tutupi oleh selimut. Duduk bersandar di ranjang sambil mengobrol santai.
"Aku ngga pengen mas, males melakukan apa pun." jawab Danisa.
"Emm, kan dulu waktu itu aku tanya kamu jawab mau kerja." kata Daniel lagi.
"Ya dulu, niatnya mau kerja sama bang Morgan di Batam. Tapi sekarang kan aku udah punya suami, jadi aku lebih baik mengurus suami dan rumah tangga kita." jawab Danisa lagi.
"Uuuh, aku sayang banget sama kamu. Ku pikir kamu mau bekerja. Karena aku takut kamu bosan di rumah aja, kalau pun bekerja juga ngga masalah kok." kata Daniel lagi.
"Aku yang orangnya malas, mending di rumah aja. Lebih bebas, kalau kerja itu masih di bawah tekanan orang lain. Harus mengerjakan kewajiban mengenai pekerjaan yang belum selesai. Aah, ribet banget menurutku." kata Danisa.
"Oh, jadi pemikiran kamu begitu. Bagus juga, tapi lebih baik kan jadi bos. Tidak di tekan, malah menekan bawahan. Apa lagi seorang suami, lebih sering menekan istrinya di ranjang." kata Daniel dengan nyeleneh.
"Ish, apa sih itu. Kok mengarahnya ke sana-sana juga." ucap Danisa.
"Hahaha, karena itu kegiatan menyenangkan sayang."
"Ya, terserah kamu mau bicara apa mas."
"Tapi, kamu juga suka kan?"
"Ya. Emm, mas kita nikah udah tiga bulan. Kok aku belum hamil juga ya?" tanya Danisa.
"Sabar sayang, baru juga tiga bulan. Banyak pasangan belum di kasih momongan lebih dari setahun." kata Daniel.
"Tapi aku ingin hamil lho, mas."
"Kalau begitu, ayo kita usaha lagi. Mumpung belum terlalu malam."
Daniel langsung mencium bibir Danisa dengan cepat sebelum istrinya itu bicara menolak, tapi sebenarnya menyukai kegiatan bercinta itu setiap hari. Mulutnya memang menolak, tapi tubuhnya tidak bisa bohong untuk menolak. Maka, kegiatan panas pun di mulai lagi.
Danisa sudah terbuai dengan segala sentuhan Daniel, sampai dia juga mencapai puncak yang pertama. Baru setelah menjeda sejenak, kini giliran Daniel merasakan nikmatnya bercinta dengan Danisa.
_
Pagi hari, ketika pembantu rumah Daniel akan pergi belanja ke pasar. Danisa memanggilnya, dia ingin membeli sesuatu yang sangat ingin dia makan. Dia juga memikirkan apa saja yang ingin dia makan hari ini.
"Bi, mau ke pasar kan?" tanya Danisa.
"Iya bu. Ada yang mau di beli?" tanya bi Supi.
"Emm, beli jengkol ya sekilo. Nanti di masak pedas, kayaknya enak deh." kata Danisa.
"Sekilo bu? Banyak bener belinya."
"Sekilo kan sedikit, memang banyak sekilo itu?"
"Ya kalau buat ibu sih sekilo banyak."
__ADS_1
"Emm, ya udah setengah kilo aja. Tapi nanti di masak bumbu pedas ya."
"Iya bu."
"Nah, ini uangnya. Belanjanya sekalian aja, apa saja yang sudah habis di dapur beli aja. Oh ya, nanti beli bengkoang juga buat bikin rujak." kata Danisa lagi.
Bi Supi mengerutkan dahinya, dia heran dengan pesanan majikannya itu. Apakah majikannya itu ngidam? Tapi bi Supi diam saja, mungkin hanya menginginkan saja. Karena orang tidak hamil juga suka makan yang aneh-aneh, kecuali makanan yang tidak pernah dia makan dan menginginkannya. Itu baru di sebut ngidam kalau dia memang bersuami.
_
Jengkol matang, Danisa langsung makan dengan lahap, dia sampai habis hampir setengah piring masakan jengkol yang di buat oleh pembantunya. Setelah makan jengkol, Danisa memakan rujak bengkoang. Sejak tadi bi Supi memperhatikan tingkah aneh majikannya.
"Kayaknya ibu Danisa itu sedang hamil deh." gumam bi Supi.
Danisa terlihat lahap makan rujak bengkoang, padahal dia belum makan nasi. Makan jengkol juga tadi hanya di makan tanpa nasi. Bi Supi pun tersenyum, dia yakin majikannya itu sedang hamil.
Setelah makan rujak bengkoang, Danisa kembali ke kamarnya lagi. Kania kebetulan sedang tidur siang, jadi dia ingin istirahat juga. Tidur siang sangat menyegarkan bangun-bangun nanti sore.
Danisa masuk kamar dan bersiap untuk tidur, karena entah sejak kapan selalu saja matanya ingin tidur saja. Bermain ponsel di kamar dan rebahan di kasur, sebentar saja pasti mengantuk. Dan bangun-bangun sudah sore, begitu selalu setiap hari.
Tuuut
Suara ponsel Danisa berbunyi. Dia mengambil ponselnya, melihat siapa yang menghubunginya. Wajah senyumnya mengembang, ternyata suaminya.
"Halo mas, ada apa?" tanya Danisa.
"Aku hanya kangen aja sama kamu, sedang apa sayang?"
"Aku di kamar mas, niatnya mau tidur siang. Rasanya mengantuk, jadi pengen tidur terus."
"Belum, tapi tadi habis makan jengkol dan rujak bengkoang sih."
"Lho, ngga makan nasi? Kenapa makan jengkol? Jengkol itu bau sayang."
"Tapi, aku pengen makan jengkol. Masa tidak boleh sih?"
"Ya sudah, hanya satu kali saja ya. Ngga boleh mengulanginya lagi."
"Ish, orang aku pengen makan jengkol setiap hari kok.
"Jangan, nanti aku ngga bisa cium kamu. Soalnya bau, aku ngga suka bau jengkol."
"Kamu belum tahu aja nikmatnya makan jengkol. Coba aja nanti pulang makan jengkol kamu mas."
"Ngga! Pokoknya cukup satu kali ini saja, besok ngga usah makan jengkol lagi. Titik!"
Klik!
Sambungan terputus, Danisa mengerutkan dahinya, merasa aneh dengan sikap suaminya yang tidak suka dengan jengkol. Padahal, jengkol itu nikmat banget, pikir Danisa. Lalu dia pun akhirnya merebahkan tubuhnya dan memejamkan matanya, dan tak lama Danisa langsung terlelap.
_
Hampir setiap hari Danisa menyuruh bi Supi membeli jengkol setengah kilo, dia memakan jengkol jika waktunya siang saja. Karena suaminya tidak mau Danisa bau jengkol, apa lagi jika buang air kecil. Di kamar mandi akan terasa sekali bau jengkolnya. Maka, Danisa mensiasatinya jika buang air harus turun ke bawah. Dia akan buang air di kamar mandi di dekat dapur jika malam hari pun sama seperti itu.
__ADS_1
"Sayang, mau kemana?" tanya Daniel.
"Mau ke bawah mas, mau makan. Aku lapar." jawab Danisa.
Dia memang lapar, tapi sebelumnya dia akan ke kamar mandi dulu untuk buang air. Baru setelah itu makan di dapur, mencari makanan sisa di sana.
"Memang kamu tadi tidak makan malam?".
"Makan, cuma lapar lagi mas. Entah sekarang itu kalau malam suka lapar banget. Aku ke dapur dulu, kamu mau ikut?" tanya Danisa.
"Nanti aku nyusul."
Danisa pun langsung keluar dan langsung turun menuju kamar mandi. Dia benar-benar ingin buang air kecil, hampir setiap jam dia buang air kecil. Setelah buang air kecil dia pergi ke dapur mencari makanan sisa makan malam tadi.
Di dalam lemari, terdapat jengkol yang tadi siang belum habis. Danisa mengambil lagi jengkol itu dan memakannya satu persatu di meja makan dengan lahap. Sampai dia tidak tahu kalau suaminya sudah berdiri di belakangnya, memperhatikan apa yang di makan Danisa.
"Kamu makan apa?"
"Uhuk! Uhuk!"
Danisa tersedak jengkol, dia berlari ke arah westafel untuk memuntahkan jengkol yang tadi menyumbat di tenggorokan. Sampai dia juga mual dan muntah sekalian. Daniel panik, dia berlari mendekat pada istrinya lalu menepuk punggungnya agar keluar makanan yang tadi tersedak.
Namun, Danisa masih terus muntah berkali-kali. Membuat Daniel panik bukan main. Bi Supi melihat Danisa memuntahkan apa yang ada di perutnya, melihat di meja makan ada mangkok berisi jengkol sisa tadi siang.
"Ibu makan jengkol lagi?" tanya bi Supi.
"Jengkol? Jadi tadi Danisa makan jengkol lagi?" tanya Daniel marah.
Dia menatap istrinya yang berhenti memuntahkan isi perutnya. Wajahnya pucat dan tubuhnya lemas, membuat Daniel semakin cemas pada istrinya itu. Daniel beralih pada bi Supi.
"Istriku makan jengkol setiap hari bi?" tanya Daniel.
"Iya tuan, setiap makan siang selalu makan jengkol." jawab bi Supi.
"Kok kamu bandel sih sayang? Kenapa masih makan jengkol terus?" tanya Daniel sedikit kesal pada istrinya itu.
"Emm, mungkin ibu sedang ngidam tuan."
"Ngidam? Maksudnya?"
"Mungkin ibu sedang hamil dan ngidam makan jengkol."
"Apa?!"
_
_
Coming soon, ini novel khusus bagi yang suka action aja. Ngga ada romantisnya, tapi yang ada adegan action dan juga sadis serta penuh intrik dan taktik ya kaka...
Tunggu louchingnya tanggal 5 Juli...😉😊
__ADS_1
_
*************