
Setengah jam mereka melakukan percintaan. Dan kini keduanya pun sedang makan siang dengan bekal yang di bawa Kirana setelah membersihkan diri bersama di kamar mandi, dan tidak ada lanjutan percintaan.
Kirana senang, suaminya hanya satu kali saja melakukannya. Lagi pula, malam hari juga pasti meminta lagi di rumah. Untungnya Kirana merasa baik-baik saja ketika selesai bercinta dengan Bryan yang selalu menginginkannya.
"Mas, Missel udah pulang belum ya?" tanya Kirana menyuapkan udang tepung ke dalam mulut suaminya.
"Belum sayang, tadi sewaktu mengantar ke sekolah Missel ngambek ngga mau turun. Jadi mama bilang dia akan ke kantor mengajak Missel juga. Tapi kok ini belum datang ya?" tanya Bryan melirik ke jam tangannya sudah puku setengah dua.
"Siapa yang jemput?"
"Morgan, seperti biasa. Aku malas harus menjemput mama." kata Bryan menghela nafas panjang.
Kirana tahu suaminya itu kesal dengan mertuanya itu. Dia juga kesal, orang tua tidak tahu usia.
"Coba telepon bang Morgannya, ada di mana sekarang. Missel udah makan belum, aku takut Missel belum makan." kata Kirana.
Bryan pun mengambil ponselnya, dia lalu menghubungi Morgan.
Tuuut
Belum di jawab, lama belum di jawab juga.
"Kemana mereka?"
"Belum di jawab mas?"
"Belum, suapi sayang."
Bryan masih menghubungi Morgan, Kirana menyuapi makan suaminya. Dan tak lama pintu kamtor pun terbuka dengan kasar oleh Missel, di susul mertua Bryan lalu Morgan masuk paling terakhir. Missel tampak cemberut dan duduk di sebelah Kirana.
Kirana dan Bryan heran kenapa anaknya datang-datang dengan wajah kesal begitu. Nyonya Ranti melihat makanan di meja, ada piring di pangkuan Kirana. Bryan mengunyah makanan belum bertanya kenapa anaknya itu terlihat kesal. Dia hanya menatap Morgan dengan isyarat bertanya, kenapa Missel?
"Missel kenapa cemberut begitu?" tanya Kirana akhirnya.
"Oma tuh, di salon lama banget. Kan Missel kesal, mau ke kantor papi jadinya lama." jawab Missel melirik omanya yang berdiri diam.
"Oma kan ingin merawat diri dulu sayang, badan oma lengket pengen di rawat." jawab omanya.
Dia duduk di kursi kecil yang kebeyulan dekat dengan Bryan duduk.
"Ya tapi oma lama banget di salonnya, emang apa sih yang di rawat? Oma kan udah tua!" ucap Missel dengan ketus.
"Missel, jangan begitu sayang." kata Kirana memarahi anak sambungnya.
"Meskipun oma udah tua, tapi oma juga pengen tetap terlihat cantik. Bukan yang muda aja, apa lagi yang muda tidak pernah perawatan. Kusam jadinya, nanti suaminya malu lagi punya istri kusam dan kucel wajahnya." kata nyonya Ranti melirik ke arah Kirana.
Kirana tahu mertua suaminya itu bermaksud menyindirnya. Tapi dia hanya diam saja dengan santai. Ingin dia membalas ucapan omanya Missel itu, gatal rasanya tidak membalas ucapannya. Namun Kirana masih tahan.
__ADS_1
Sedangkan Bryan hanya menghela nafas panjang, dia pusing bingung dengan mertuanya itu.
"Ya sudah, sekarang Missel udah makan belum?" tanya Bryan.
"Tadinya udah pi, jajan sama om Morgan. tapi sekarang Missel lapar lagi." jawab Missel.
"Ayo mami suapi makan ya." kata Kirana.
"Makan apa mi?"
"Tuh, di meja banyak makanan. Tadi mami bawa banyak buat papi makan." jawab Kirana.
"Makan sayang, papi aja tadi di suapi mami." kata Bryan. Dan tentu saja ucapan Bryan membuat nyonya Ranti kaget dan kesal.
Dia ternyata kalah cepat dengan Kirana, datang membawa makanan untuk menantunya tercinta.
"Kamu bawa makanan yang kurang sehat, nanti bisa sakit perut." kata nyonya Ranti pada Kirana.
"Apanya yang ngga sehat? Saya bawa makanan sesuai moto kesehatan, makanan seimbang. Ada protein, sayur bervitamin dan juga karbohidrat. Di mana ngga sehatnya?" tanya Kirana yang sejak tadi sudah gatal membalas ucapan omanya Missel itu.
"Bryan ngga suka udang tepung itu, dia suka cumi-cumi." kata nyonya Ranti lagi tidak mau kalah seolah tahu apa kesukaan suami Kirana itu.
"Tapi mas Bryan tadi makan banyak udang tepung, malah minta di suapi sama saya." kata Kirana dengan tenang.
Morgan dan Bryan hanya tersenyum saja, mereka hanya melihat antara istri sah dan pelakor sedang beradu mulut. Sampai lupa Missel minta makan.
Dia kesal sejak masuk tadi, angan-angannya Bryan sedang sendiri. Tapi malah dia semakin kesal pada Kirana.
"Mi, kapan suapi aku makan?" tanya Missel.
"Iya sayang, ini mami siapkan. Mau makan pakai apa?" tanya Kirana.
"Mau sayurnya mi, juga udang tepungnya." jawab Missel.
Kirana pun mengambil apa yang di inginkan anak sambungnya itu. Sedangkan Bryan dan Morgan sudah pindah duduk di kursi kerjanya. Bryan tidak marah sama Morgan, berkat dia mertuanya juga terlambat datang karena tadi dia sudah mengeksekusi istrinya.
"Bos, mertuamu cantik bener." ledek Morgan.
"Halah, cantik-cantik tetap aja udah tua." kata Bryan.
"Tapi beliau mempercantik diri demi bos lho." kembali Morgan meledek Bryan.
"Ish, buat apa? Cantikan istriku, dia lebih lihai di kamar. Tapi kamu tepat sekali datang terlambat, aku malah sudah dapat jatah sejak Kirana datang." kata Bryan.
"Hemm, harusnya bos terima kasih sama saya." kata Morgan mencibir.
"Tapi mama yang pergi sendiri kan, bukan kamu yang membelokkan rencananya. Memang dia ingin ke salon."
__ADS_1
"Ya, tapi sejak mau ke kantor nona Missel kesal banget sama mertua bos. Dia kesal karena lama di salon, padahal ya perempuan di salon itu ngapain lama-lama, kan tetap saja hasilnya begitu juga?"
"Tanya istrimu, dia pasti tahu kenapa harus pergi ke salon dan perawatan. Untung istriku tidak pergi ke salon."
"Bos pelit tidak mau modali istrinya cantik."
"Aku tidak pelit, tapi Kirana tidak minta pergi ke salon. Tapi bagiku, dia sangat menggairahkan kalau di ranjang."
"Hemm, bos mesum."
"Ck, jangan bilang kamu tidak suka dengan istrimu!"
"Mas, kita nanti langsung pulang ya." teriak Kirana pada suaminya.
"Pulangnya sama-sama aja sayang. Selesai pekerjaan ini kita pulang." kata Bryan menyahuti istrinya.
Sejak tadi oma Ranti diam saja, dia sesekali melirik Bryan. Merapikan rambut serta bajunya agar terlihat menarik.
"Bryan, mama juga pulangnya sama kamu ya." kata oma Ranti pada menantunya itu.
Bryan melirik ke arah istrinya, dia lihat tidak ada wajah kesal. Biasa saja dan masih menyuapi anaknya.
"Bryan, bolehkan mama ikut di mobil kamu?"
"Boleh ma, asal mama duduk di belakang." kata Kirana.
Nyonya Ranti menatap tajam pada Kirana, lalu mendengus kesal. Kirana masih menyuapi Missel yang makan dengan lahap.
"Mi, besok aku di antar mami lagi aja ya." kata Missel.
"Sama oma aja, jangan rewel sayang." kata omanya.
"Tapi nanti oma ke salon lagi, lama."
"Ngga, masa ke salon terus. Nanti oma ajak Missel jalan-jalan sepulang sekolah."
"Benar oma?"
"Ya benar, sudah jangan rewel. Biasanya juga kamu sama oma kok, kenapa sekarang jadi rewel." kata oma Ranti lagi.
Kirana diam saja, dia bukannya kesal. Tapi membiarkan omanya Missel itu yang memgasuh cucunya, lagi pula Missel bukan seperti anak kecil pikirannya.
_
Promo lagi, yuk mampir kemari kakak..😊😊
__ADS_1