Terjerat Cinta Duda Hot

Terjerat Cinta Duda Hot
63. Di Kantor Yang Panas


__ADS_3

Missel diam saja di dalam mobil, tangannya bersedekap. Bryan melirik ke arah anaknya yang duduk di sampingnya, sedangkan nyonya Ranti duduk di belakang sedang bermain ponsel.


Sesekali dia melirik ke arah Bryan, namun Bryan seolah tidak peduli di belakang ada mertuanya. Seolah tidak ada orang lain dalam mobilnya, dia berbicara dengan anaknya saja. Tujuanya agar Missel tidak kesal lagi karena Kirana tidak jadi mengantarnya ke sekolah.


Lama dalam perjalanan, akhirnya sampai juga di depan sekolah TK Missel.


"Papi nanti jemput pulangnya ngga?" tanya Missel.


"Ngga sayang, nanti om Morgan yang jemput. Kan papa ada pekerjaan." jawab Bryan


Missel cemberut, dia mulai ngambek lagi. Tadi dia mendengar kalau Kirana akan ke kantor papinya siang nanti.


"Nanti papi pulang cepat ya, tuh lihat sudah mulai baris ibu gurunya memanggil teman-teman Missel. Ayo turun." kata Bryan.


"Ayo sayang turun, sudah masuk itu." kata nyonya Ranti membujuk Missel segera turun.


Namun Missel tidak juga turun, entah apa maunya dia. Bryan sampai bingung dengan tingkah anaknya. Dan nyonya Ranti memberi solusi yang membuat Missel senang, tapi bagi Bryan bikin kesal.


"Nanti pulang sekolah kita ke kantor papi." kata nyonya Ranti dengan senyum mengembang.


"Bener oma?"


"Iya, tanya papi. Pasti boleh kok kita mampir ke kantor papi." kata nyonya Ranti lagi.


Dia merasa menang kali ini, nanti bisa di kantor Bryan dengan leluasa. Dan nanti Kirana tidak akan bebas berduaan dengan Bryan.


"Pi, benerkan pulang sekolah nanti ke kantor?" tanya Missel lagi.


"Iya sayang, boleh kok." kata Bryan akhirnya.


Setelah Bryan menjawab, Missel turun di susul oleh mertuanya.


"Hati-hati Bryan, jangan ngebut ya." pesan nyonya Ranti.


"Hemm." hanya deheman saja tanggapan Bryan.


Baru nyonya Ranti keluar dari mobil Bryan, dia melangkah dengan anggun menuju pintu gerbang sekolah. Banyak mata memandang padanya, siapa perempuan yang terlihat penampilan muda tapi wajahnya sudah kelihatan berumur meski memang cantik.


"Heh! perempuam tidak tahu umurnya berapa. Masih saja berpakaian seperti itu. Kenapa mama berubah seperti itu? Apa karena dia menyukaiku dan berharap aku akan memperhatikannya?" gumam Bryan.


Dia lalu memarkirkan mobilnya dan langsung melajukan mobilnya menuju kantornya. Rasa kesal dengan tadi mertuanya bilang akan mampir ke kantor siang ini.


Dia kesal, kenapa Missel harus minta ke kantor. Itu membuat mertuanya merasa senang dan akan selalu merecoki pekerjaannya. Dan yang pastinya akan mengganggu pekerjaannya.


_


Pukul sebelas siang, Missel dan nyonya Ranti di jemput oleh Morgan sesuai ucapan Bryan. Tentu saja nyonya Ranti dan Missel senang sekali.


"Asyiiik, om Morgan langsung ke kantor papi ya." kata Missel dengan riangnya.


"Siap nona cantik." jawab Missel.


Morgan lalu melajukan mobilnya dengan tenang karena jalanan tidak begitu ramai. Nyonya Ranti meminta pada Morgan untuk mampir ke salon lebih dulu.

__ADS_1


"Morgan, mampir ke salon dulu ya." kata nyonya Ranti.


"Mau apa oma?" tanya Missel.


"Ya, perawatan sebentar. Tunggu oma dulu ya, sebentar kok sayang." kata omanya.


"Ya udah, tapi benar ya oma jangan lama-lama." kata Missel mengingatkan.


"Iya sayang, tenang aja. Pokoknya pas makan siang kita ada di kantor papi." kata nyonya Ranti.


Morgan hanya menuruti kemauan mertua bosnya itu. Dia tahu kalau mertua bosnya itu suka membuat ulah, juga suka pada Bryan. Begitu menurut Bryan pada Morgan, namun Bryan tidak peduli dengan mertuanya itu.


Morgan lalu memarkirkan mobilnya sesuai pentunjuk nyonya Ranti ke sebuah salon. Cukuo ramai, namun begitu nyonya Ranti tetap masuk ke dalam salon kecantikan itu.


Meski dia memegang salon di kotanya sendiri, tapi dia juga ingin ke salon lain.


Morgan menunggu di ruang tunggu dengan Missel.


"Om, lama ngga kalau ke salon?" tanya Missel.


"Lama banget nona, apa nona mengantuk?" tanya Morgan.


"Lapar om, tadi bawa bekal di makan sama teman aku di sekolah." jawab Missel.


"Bagaimana kalau kita beli makanan aja ya, mengganjal perut nona Missel." kata Morgan memberi pendapat.


"Boleh om, ayo kita beli makanan."


"Tapi oma di tinggal ngga marah kan?"


"Tentu saja ngga marah, kan om sudah bilang pergi ke salon itu lama." kata Morgan.


"Baiklah om, ayo kita pergi cari makan."


Keduanya pun pergi mencari makan, sedangkan nyonya Ranti masih di dalam salon untuk melakukan perawatan tubuh dan wajah.


_


"Selamat siang nyonya Kirana." sapa satpam dan juga bagian resepsionis dengan sopan ketika Kirana lewat mau masuk lift.


"Siang juga." jawab Kirana dengan senyumnya.


Lalu dia masuk ke dalam lift sambil membawa kotak nasi. Sesuai janjinya tadi pagi, dia akan datang ke kantor suaminya. Kali ini dia membawa bekal makan siang untuk suaminya.


Dia senang bisa membawakan kotal makan siang untuk Bryan. Tak lama lift berhenti di lantai di mana ruang kantor suaminya. Dia melangkah menuju ruangan itu, sekretaris Bryan menyapa Kirana dengan ramah dan memberitahu kalau Bryan sedang tidak ada tamu.


"Apa suamiku ada tamu mbak?" tanya Kirana pada sekretaris Bryan.


"Tidak ada nyonya, silakan masuk saja." jawab sekretaris itu.


"Oh ya, terima kasih ya."


Kirana mengetuk pintu lebih dulu agar suaminya tidak kaget ada yang masuk. Dia lalu mendorong daun pintu dan langsung masuk. Di lihatnya Bryan sedang duduk di kursi kerjanya sambil menelepon serius. Kirana pun duduk di kursi sofa, meletakkan bekal makan siang di meja.

__ADS_1


Di lihatnya jam di tangan sudah pukul satu siang, kemudian dia membuka bekal itu daj di susun di sana. Bryan pun mendekat, dia duduk di samping istrinya lalu mencium pipinya. tangannya masih memegang ponsel karena percakapan belum selesai.


Kirana belum berani bicara, terlihat Bryan begitu serius bicara di telepon. Lalu tak lama Bryan mengakhiri pembicaraannya yang di telepon tadi.


"Oke mister, thank you, see next again tomorow." kata Bryan menutup pembicaraan.


Dia meletakkan ponselnya di meja dan menatap istrinya lalu kembali mencium di bibirnya.


"Makan dulu mas." kata Kirana setelah ciuman telesai.


"Emm, ini enak rupanya. Kamu yang masak?" tanya Bryan mencicipi udang tepung.


"Iya, tapi di bantu mbak Mimin."


"Hehm, enak sayang. Makan dulu apa makan kamu dulu ya?"


"Eh? Makan aku? Maksudnya?"


Bryan tersenyum pada Kirana, dia langsung kembali menyambar bibir Kirana dan ********** cepat, Kirana mendapatkan serangan seperti itu pun kaget. Tapi dia pasrah saja dengan apa yang di lakukan suaminya.


Kini mereka semakin panas, di giringnya Kirana untuk masuk ke dalam kamar khusus untuk istidahatnya ketika lelah sewaktu bekerja. Mereka akhirnya berbaring tanpa melepas pagutan bibirnya.S


Satu persatu baju Kirana di buka dengan cepat oleh Bryan, dia benar-benar tidak sabar ingin bercinta dengan istrinya. Apa lagi Kirana terlihat sangat centik, pipinya terlihat chaby dan matanya bersinar menggoda.


"Apa harus melakukannya di sini mas?" tanya Kirana ketika baju bagian depan sudah terlepas.


"Di mana pun sayang, kalau berdua akan aku lakukan bercinta denganmu. Uuh, kamu cantik banget sih, sampai aku tidak sabar ingin menyentuhmu." kata Bryan.


Kemudiam dia pun melepas baju serta celananya, Kirana sudah terlepas semua pakaiannya. Tidur di bawah kungkungan suamunya. Dan kali ini, Bryan akan melakukannya dengan cepat. Karena perutnya memang lapar, tapi lebih lapar bagian tubuh bawahnya. Dia sudah menegang sejak Kirana masuk ruangannya.


"Kita main cepat aja ya sayang, nanti di rumah kita puas-puasin di kamar."


Seteleah mengatakan itu, dia memberi rangsangan sebentar pada Kirana. Lalu senjata yang sejak tadi berdiri lagsung dia tancapkan, dan lenguhan panjang Kirana serta Bryan keluar. Sejenak berhenti menikmati sesuatu di dalam. Dan tak lama Bryan memompanya beberapa kali gerakan, membuat Kirana melenguh nikmat.


"Uueeh, mass!"


"Satu kali aja sayang, eeeuh enak sekali ini sayang. Aaaah ..."


Keduanya menikmati setiap sentuhan dari masing-masing tubuhnya. Dua puluh menit baru Bryan dan Kirana menyapai puncak nikmatnya secara bersamaan.


"Aaaaaaah, sayaaang eeeuh!"


Teriak Bryan, dan Kirana pun sama-sama menegang tubuhnya.


"Maaas, eeuuurgh aaah!"


_


_


_


***************

__ADS_1


__ADS_2