Terjerat Cinta Duda Hot

Terjerat Cinta Duda Hot
48. Keputusan Pak Darno


__ADS_3

" Ayah!!"


"Apa yang ayah bicarakan?!" teriak ibu Kamina.


Kirana bahkan syok dengan ucapan ayahnya itu, sesuatu yang di larang malah justru ayahnya yang menyuruhnya.


"Dia mendapatkan putriku dengan cara berbohong bu, apa ibu terima?!" kata pak Darno dengan suara lantang.


Sejujurnya, ibu Kamina kaget. Namun, tidak seperti itu keputusannya.


"Kita bicarakan baik-baik yah, jangan gegabah mengambil keputusan. Masa mereka menikah harus bercerai." kata ibu Kamina lagi.


"Tapi ayah tidak terima, bu. Ayah lebih baik Kirana menikah dengan Doni." kata pak Darno.


Pak Darno menatap Bryan dengan tajam, Bryan yang di tatap mertuanya itu agak takut. Namun dia masih diam saja, menunggu mertuanya bicara dan melampiaskan kemarahannya padanya.


"Maafkan saya, ayah, bu." kata Bryan sambil menunduk.


"Apa hanya kata maaf yang kamu punya? Bahkan untuk membeli putriku, kamu rela memberikan uang seratus juta dan lahan itu. Kamu sudah merencanakannya?" tanya pak Darno ketus.


"Ayah, mas Bryan tidak sengaja saat itu. Dan aku merasa bahagia sekarang, meskipun mas Bryan salah, tapi aku senang yah. Ayah juga terbebas dari hutang juragan Samin kan?" kata Kirana membela suaminya.


"Tapi ayah tetap tidak terima, ayah tidak sudi punya menantu pembohong seperti dia." kata pak Darno menunjuk Bryan yang masih tertunduk.


Tanpa di duga, Bryan maju di hadapan pak Darno dan bersimpuh di depannya. Membuat pak Darno, Kirana dan ibu Kamina terkejut. Apa yang di lakukannya?


"Ayah, maafkan saya. Saya siap di beri hukuman apa pun, tapi tolong jangan menyuruhku menceraikan Kirana yah. Saya benar-benar mencintainya." kata Bryan.


Pak Darno diam, Kirana sampai terharu melihat suaminya melakukan seperti itu. Bersimpuh di hadapan ayahnya, lalu dia pun ikut bersimpuh di hadapan ayahnya. Memohon seperti suaminya. Ibu Kamina jadi terharu, namun begitu dia juga sebenarnya kecewa.


"Yah, sudahlah. Jangan di perpanjang lagi. Ibu juga kecewa pada menantu kita, tapi lihatlah. Mereka saling mencintai dan memohon pada ayah. Lagi pula, ayah juga senang kan lepas dari juragan Samin." kata ibu Kamina.


Pak Darno mendengus kasar, dia membuang muka ke samping. Lalu, pak Darno pun duduk di kursi dekat dengan istrinya.


"Ayah akan memaafkan kalian. Tapi besok ayah dan ibu pulang ke kampung, sekalian Kirana juga ikut dengan ayah. Itu hukuman buatmu yang telah membohongi ayah." kata pak Darno.

__ADS_1


"Ayah, kenapa harus begitu?"


"Cukup bu, kalau dia mau maaf dariku. Dia harus menuruti perkataanku. Dia harus di pisahkan lebih dulu, baru dia merasakan bagaimana rasanya di pisahkan oleh orang yang dia sayang. Kamu pikir ayah menikahkan dengan anaknya juragan Samin itu hanya untuk kesenangan ayah? Itu semata-mata ayah ingin Kirana bahagia, jika menikah dengan Doni, setidaknya Doni menuruti kemauan Kirana. Bukan kemauan ayah." kata pak Darno.


Semua nampak diam, pak Darno juga diam lagi. Menghela nafas panjang lalu menatap Bryan lagi.


"Ayah tetap akan bawa Kirana pulang ke kampung, kamu bisa meminta Kirana lagi di sana dengan baik-baik dan sungguh-sungguh. Dan malam ini, Kirana harus tidur terpisah. Biarkan dia tidur dengan ibunya." kata pak Darno lagi


Membuat Bryan dan Kirana terkejut, mereka saling pandang. Lalu Kirana mendekat pada ayahnya, memohon agar jangan seperti itu.


"Yah, besok Kirana ikut dengan ayah dan ibu. Apa harus juga malam ini tidur dengan ibu?" tanya Kirana.


"Biasanya juga kalau ada masalah kamu minta tidur dengan ibumu. Kenapa protes?" kata pak Darno.


"Tapi ini berbeda yah, besok aku harus ikut ayah. Masa aku harus berpisah lebih dulu dengan suamiku? Ayah aja ngga mau pisah dengan ibu, aku juga punya suami yah." kata Kirana.


"Ayah, maaf kalau aku menyela. Aku tidak masalah besok Kirana ikut dengan ayah dan ibu ke kampung, tapi malam ini kami tetap tidur bersama. Barangkali nanti, setelah malam ini Kirana bisa hamil anakku yang sesungguhnya." kata Bryan dengan kalimat yang bikin Kirana jengkel.


Sedangkan ibu Kamina hanya tersenyum saja dengan ucapan menantunya. Pak Darno? Dia diam kaku, tak berkutik dengan sikap menantunya itu.


"Ya, ngga sayang. Masa kita besok pisah, malah ini kita tidur pisah lagi?"


"Ya tapi jangan gitu ngomongnya, duh. Menantu kok ngga bisa jaga sikap depan mertua sih?" bisik Kirana pada Bryan.


Pak Darno yang mendengar ucapan Kirana, hanya bisa menahan senyum. Memang lucu, tapi dia tetap saja kesal pada menantunya. Kenapa berbohong.


"Sudah, ayah izinkan. Tapi kamu tidak boleh datang ke kampung selama satu bulan."


"Apa? Mana bisa yah!"


"Jangan membantah!"


Bryan terdiam, dia bingung. Lalu melirik ke arah ibu mertuanya, meminta bala bantuan untuknya. Tapi justru ibu Kamina lain lagi tanggapan dari tatapan menantunya.


"Kalian tenang saja, Kirana akan baik-baik saja di kampung. Setelah satu minggu nanti, bisa di bicarakan lagi." kata ibu Kamina.

__ADS_1


Bryan menghela mafas kasar, dia justru merasa kesal sekali. Mertua yang aneh, pikirnya. Tapi baiklah, memang benar saat ini mungkin pak Darno sedang kesal, setelah nanti di kampung bisa di bicarakan lagi.


Dan malam ini, keputusan pak Darno tidak bisa di bantah. Besok Kirana akan ikut ke kampung dengan kedua orang tuanya. Meski pun entah berapa hari di sana. Tapi dalak hati, Bryan akan menyusul Kirana secepatnya. Tidak peduli nanti ayah Kirana akan marah padanya atau memberinya hukuman.


_


Kini Bryan dan Kirana tidur saling berpelukan, keduanya menghabiskan waktu bersama malam ini untuk terakhir. Karena besok harus berpisah, mereka memeluk sangat erat.


Bryan memainkan dua bukit kembar istrinya, sedangkan Kirana membelai pipi suaminya. Matan mereka tidak saling menatap, tapi diamnya membuat kedua tangan mereka tidak sadar akan sesuatu yang menggairahkan.


Namun Kirana masih bertahan, dia tampak tenang meski tangan jahil suaminya terus merayap ke bagian bawah.


"Mas, bagaimana dengan Missel? Nanti dia mencariku." kata Kirana menyingkirkan tangan suaminya yang mulai turun ke bawah.


"Aku ngga tahu sayang, aku sebenarnya ngga bisa berpisah denganmu. Tapi ayah begitu marah sama aku, jadi aku harus terima hukuman berpisah denganmu besok. Huft." ucap Bryan yang kini mulai meraba lagi bagian bawah tangannya.


"Euuh, mas. Aku juga ngga bisa berpisah lama denganmu. Tapi bagaimana lagi, ayah marah sekali, aaah maaas. Tangannya itu, jangan di sana ih." kata Kirana.


"Tapi kamu suka kok, besok tidak ada kegiatan seperti ini lagi. Uuh, sedihnya aku sayang." kata Bryan.


Kini dia mulai mencium bibir Kirana dengan lembut awalnya, tapi semakin lama semakin menuntut dan tambah bergairah. Dia akan menghabiskan malam ini dengan istrinya, dan bercinta lebih lama dengan Kirana.


Dia berjanji tadi pada ayah mertuanya, kalau malam ini dia berharap bisa mempersembahkan benih berkualitas di rahim Kirana dan akan tercipta malaikat kecil di perut istrinya.


_


h



Hahah, judul hampir sama ya, yuk mari mampir kaka. Ini juga seru lho ya ceritanya..😊😊😊


_


_

__ADS_1


******************


__ADS_2