
Ibu Kamina sangat senang, dia bisa berbangga pada orang yang suka meledeknya. Meski pernikahan anaknya itu mendadak, namun tentang kehamilan Kirana tidak menyebar di kampung.
Tapi dia heran, kenapa tidak menyebar berita tentang kehamilan anaknya? Biasanya anak buah juragan Samin akan cepat menyebarkan gosip yang tidak benar. Meski pun Kirana benar hamil di luar nikah, tapi aneh sekali tidak ada berita sedikitpun tentang anaknya.
"Ayah, ibu tuh heran ya. Kok aneh ya dengan juragan Samin itu." kata ibu Kamina.
"Heran kenapa?" tanya pak Darno.
"Waktu Kirana menikah kok ngga ada gosip tentang anak kita ya? Biasanya kan juragan Samin itu cepat banget kalau ada berita tidak sedap, anak buahnya semua menyebarkan gosip-gosip itu." kata ibu Kamina.
"Ya sudahlah bu, mungkin dia kapok. Ayah juga sekarang ngga pernah ikut menggarap sawahnya sekarang di musuhi, anak buahnya juga kadang suka ikutin ayah kalau pergi." kata pak Darno.
"Apa jangan-jangan menantu kita ya pak yang mengancam juragan Samin untuk tidak menyebarkan gosip itu. Ibu aneh lho yah." kata ibu Kamina lagi.
"Jangan di pikirkan, ayah sudah malas membahas juragan Samin. Terus, lahan kita mau di apakan bu?" tanya pak Darno yang seperti pasrah pada nasibnya kini.
Juragan Samin sekarang malah menjauhinya, dan dia bingung dengan lahan satu hektar itu.
"Lha, kan ayah yang ngerti lahan itu mau di apakan. Tadi ayah bilang mau di garap sawah sama tetangga kita pak Darto dan pak Duki." kata istrinya.
Pak Darno diam, dia memang mengatakan itu tadi. Tapi dia masih bingung juga.
"Yah, kita harus bersyukur menantu kita kasih rezeki banyak. Uang di nota itu seratus juta jumlahnya, lalu lahan satu hektar juga di kasih. Nak Bryan itu kan menantu idaman ayah. Dia kaya, juga royal, apa lagi yang ayah bingungkan?" tanya ibu Kamina.
Pak Darno menghela nafas panjang, dia sebenarnya suka. Namun entah kenapa dia jadi merasa malu sendiri, dulu dia membentak Bryan dan malah mencibirnya.
__ADS_1
Tapi sekarang malah dia di beri apa yang dia inginkan. Rasanya malu sekali.
"Ayah jadi malu bu sama suaminya Kirana." kata pak Darno.
"Malu kenapa?"
"Ya kan dulu ayah membentak dia, sekarang kehidupan anak kita malah jadi lebih baik ya. Malah dia kasih kita uang dan lahan tanah seluas satu hektar. Tapi ayah heran deh, sekaya apa ya suami Kirana itu? Tapi kok tidak mengadakan pesta pernikahan sih?" tanya pak Darno.
"Ya kan dulu nikahnya mendadak, kalau mengadakan pesta pernikahan butuh waktu lama yah menyiapkannya. Lagi pula Kirana kan jadi rebutan Doni sama nak Bryan juga. Ibu sih memang setuju sama nak Bryan, dia gagah, ganteng juga kaya. Dan yang penting dia baik sama kita dan sayang sama Kirana." kata ibu Kamina.
"Tapi dia duda lho bu, punya anak satu juga. Kita juga belum tahu rumahnya di kota itu seperti apa. Apa jangan-jangan uang yang dia berikan itu hasil korupsi ya bu?" tanya pak Darno penasaran.
"Ngga yah, Kirana bilang dia punya mall di kotanya. Juga punya perusahaan besar." jawab ibu Kamina membantah ucapan suaminya.
"Apa bu? Punya mall?"
"Lha, ibu itu gimana. Masa ayah ngga tahu mall, ya tahulah. Itu kan tempat jualan baju dan barang-barang semua kebutuhan. Duh, berarti dia kaya banget ya bu. Lebih kaya dari juragan Samin. Juragan Samin saja cuma punya empang lima belas, tanah dua hektar aja." kata pak Darno.
"Iya, makanyq ayah jangan sinis lagi sama nak Bryan. Dia sudah baik kasih kita uang dan lahan."
Percakapan mengenai menantu mereka itu masih terus berlangsung. Keduanya juga berharap Kirana melahirkan anak Bryan yang sekarang agar sehat dan selamat.
Tapi Kirana dan Bryan lupa untuk memberi penjelasan tentang kebohongan Bryan dengan kehamilan Kirana pada kedua orang tuanya.
_
__ADS_1
Kini pak Darno sibuk mengurus lahan tanahnya, dia juga mempekerjakan tetangganya untuk mengelola tanah pemberian dari menantunya.
"Pak Darno sekarang kaya ya, dari mana dia dapat uang untuk membeli lahan tanah ini?" tanya terangga lain pada temannya.
"Lha kamu ngga tahu? Menantunya itu dari kota, dia menikahi Kirana dengan mas kawin seratus juta." jawab yang lainnya.
"Waaah, enak banget ya di kasih mas kawin seratus juta. Dan pak Darno dapat lahan lagi, ck ck ck. Saya juga mau punya menantu kaya seperti pak Darno." Dono.
"Ya enak, anaknya di nikahin orang kaya. Bapaknya di kasih tanah juga, pasti enaklah." kata yang lain lagi.
"Eh, Don. Kamu tahu tidak kenapa pak Darno menikahkan secara mendadak?" tanya Suji pada Dono.
"Saya tidak tahu, mungkin anaknya pengen cepat nikah." jawab Dono.
"Bukan, kalian kan tahu. Juragan Samin dan anaknya Doni itu suka sama anaknya pak Darno, waktu itu istrinya pak Darno ibu Kamina cerita sama istri saya. Dia bilang juragan Samin itu melamar untuk Doni, dan di terima sama pak Darno. Tapi suami anaknya itu membantah kalau dia adalah pacarnya. Jadi mau tidak mau pak Darno memutus lamaran juragan Samin, dia memilih suami anaknya yang sekarang. Lha orang kota dan kaya dia, lebih kaya dari juragan Samin." kata pak Suji.
Percakapan mereka seperti menggosip tentang pak Darno masih terus berlanjut, mereka tidak tahu pak Darno ada di belakang ikut mendengarkan gosip tentangnya dan anaknya Kirana.
Dia bersyukur, gosip tentang menikah mendadak Kirana bukan karena hamil lebih dulu. Pak Darno pun membiarkan para pekerjanya menggosip dirinya, dia berpikir memang lahan dan uang dia di beri oleh menantunya.
_
_
_
__ADS_1
****************