Terjerat Cinta Duda Hot

Terjerat Cinta Duda Hot
73. Periksa Ke Dokter


__ADS_3

Sebelum pergi ke kantor, Bryan pergi ke dokter yang biasa praktek di rumah sakit. Dia sudah memberi tahu sebelumnya pada dokter kandungan kalau mau periksa istrinya. Jadi, jika sudah datang Bryan dan Kirana langsung di panggil saja untuk pemeriksaan.


"Nyonya Kirana Prameswari."


Nama Kirana di sebut untuk pemeriksaan. Kirana dan Bryan segera masuk ke dalam ruang dokter obgyn, Bryan sangat antusias sekali ingin tahu keadaan janin di dalam perut istrinya itu. Dia melihat perut Kirana agak membesar.


"Selamat pagi ibu Kirana dan pak suami." sapa dokter obgyn itu dengan ramah.


"Pago dokter." jawab Kirana.


Dia melihat nama dokter di meja, dokter Sinta K SpoG. Ruangan yang cukup luas bagi dokter kandungan di rumah sakit ini, ada bangsal untuk pemeriksaan dan juga peralatan medis lainnya khusus pemeriksaan kandungan. Suster masuk ke dalam ruang dokter membawa alat untuk memeriksa.


"Baru datang untuk pemeriksaan ya?" tanya dokter Sinta.


"Iya dokter, kami baru datang mau memeriksa kandungan istri saya. Kemarin di tespek hasilnya positif dan sekarang saya mau tahu keadaan kandungan istri saya." kata Bryan.


Kirana yang belum mengerti bagaimana bicara dengan dokter kandungan hanya diam saja. Mendengarkan suaminya bertanya. Lalu dokter menanyakan sudah berapa lama telat datang bulan, apa yang di rasakan Kirana selama hamil muda itu. Semuanya di jawab Kirana dengan mengingat yang dia rasakan saja.


"Baiklah, ayo ibunya berbaring dulu ya. Di periksa perutnya, sudah berapa minggu kandungannya. Karena kalau di lihat dari telat datang bulan, seharusnya ibu Kirana sudah hamil dua bulan. Tapi kita lihat ya di layar monitor." kata dokter Sinta.


"Baik dokter."


Kirana pun di bimbing oleh suster untuk berbaring di bangsal. Di bukanya baju bagian perut, lalu di perut itu di olesi jep agar alat untuk memeiksa janin bisa dengan mudah bergerak.


Dokter pun menempelkan alat pemeriksaan, dia melihat juga di layar monitor. Tampak jelas terlihat kantung janin di layar, Bryan memperhatikan layar monitor dan heran kenapa dua titik di kantung perut Kirana.


"Dokter, kenapa itu ada dua titik di dalam perut istri sayan?" tanya Bryan.


"Ini janinnya ya pak, ada dua titik karena memang ada dua janin di perut itu Kirana." jawab dokter Sinta.


"Apa dok? Dua janin?" tanya Kirana dan Bryan berbarengan.


"Iya, ibu Kirana dan pak suami akan punya anak kembar. Tuh lihat, dua titik ini adalah janin dua embrio. Jadi ibu dan bapak akan mendapatkan bayi kembar ya. Selamat ya bapak, ibu." kata dokter Sinta.

__ADS_1


"Waaah, sayang. Aku senang sekali mau dapat bayi kembar." kata Bryan dengan bahagia.


Kirana hanya tersenyum saja, dia lalu menutup perutnya setelah selesai pemeriksaan. Kemudian dokter kembali duduk, di susul Kirana dan Bryan yang sedang senang karena akan mendapatkan dua bayi sekaligus.


"Saya kasih resep vitamin ya untuk menguatkan kandungan. Jangan lupa makanan yang bergizi untuk asupan janinnya, dan jangan bekerja terlalu capek ya ibu Kirana." kata dokter lagi.


"Baik dokter."


"Sayang, biar kamu di kamar saja. Jangan turun dari ranjang nantinya agar janin kamu tetap sehat ya. Nanti jika ingin makan, biar Mimin yang mengantar ke kamar." kata Bryan memberi aturan pada Kirana di depan dokter.


Dokter Sinta hanya tersenyum saja dengan ucapan Bryan, Kirana sendiri merasa tidak enak karena suaminya sudah bicara seperti itu.


"Ya, jangan di kamaf saja pak. Ibu juga butuh suasana hati senang. Orang hamil harus di buat senang hatinya, agar janin berkembang dan tumbuh sehat di dalam perut ibunya. Kalau semua di lakukan di kamar, akan terasa bosan. Ibunya nanti bisa stres, nah kalau ibunha sudah stres anak di dalam kandungannya juga akan ikut stres pak. Jadi sebisa mungkin apa yang di inginkan istri bapak harus di penuhi." kata dokter Sinta


"Oh ya, maaf dokter. Termasuk ngidam itu ya, harus di turuti?" tanya Bryan.


"Ya, bisa itu. Ngidam itu keinginan sesaat itu juga, jadi sebisa mungkin di turuti keinginan ngidamnya agar ibunya tidak stres memikirkan aoa yang di inginkan tidak tercapai."


"Oh ya dokter, saya akan turuti kemauan ngidam istri saya." kata Bryan.


Karena banyak kejadian suami istri berpisah gara-gara istrinya sedang hamil dan selalu emosi melihat suaminya, jadi perpisahanpun terjadi. Banyak kasus suami yang tidak tahu akan hormon kehamilan yang sering di alami ibu hamil. Jika tidak memahami hal itu, sudah di pastikan setiap pasangan sering nertengkar. Padahal hanya masalah sepele.


"Dokter, saya mau bertanya." kata Bryan agak ragu.


"Iya pak, silakan mau bertanya apa?" tanya Dokter.


"Apakah istri saya sedang hamil muda bisa di pakai?" tanya Bryan membuat dokter Sinta mengerutkan dahinya.


Kirana bingung, apa maksud dari pertanyaan suaminya. Bryan juga tampak bingung dengan pertanyaannya, bagaimana menjelaskannya.


"Maksud bapak itu, bisa berhubungan intim dengan istri yang sedang hamil muda?" tanya dokter Sinta dengan tersenyum.


"Iya dokter, sekarang kan sudah dua bulan." kata Bryan lagi.

__ADS_1


"Oh, bisa saja pak. Asal hati-hati dan tidak berlebihan, karena jika sering melakukan itu akan terjadi pendarahan dan akhirnya keguguran."


"Waah, dokter menakuti saya?"


"Tidak, bapak bisa melakukannya sekali saja. Dan tidak dengan bersemangat sekali, melakukannya dengan lembut ya pak. Biar sama-sama menikmati dan janinnya aman di perut ibunya." kata dokter.


Kirana semakin malu dengan pertanyaan suaminya, dia ingin cepat-cepat selesai dan keluar dari ruangan dokter.


"Kalau begitu kami pamit dulu dokter." kata Bryan setelah Kirana meminta pulang.


"Iya bu, jangan lupa bulan depan kontrol lagi ya. Untuk mengetahui perkembangan janinnya." kata dokter Sinta.


"Baik dokter."


Kirana dan Bryan pun keluar, dalam hati Kirana kesal sekali kenapa suaminya itu bertanya seperti itu.


"Mas, kenapa kamu tanya seperti itu tadi?" tanya Kirana kini mereka sudah memasuki mobilnya.


"Memang kenapa? kan harus tanya, kalau ngga tanya aku tidak tahu. Aku yang rugi." kata Bryan.


"Rugi bagaimana?"


"Ya rugi, banyak yang bilang kalau istri hamil muda tidak boleh berhubungan intim, sedangkan kata dokter boleh asal pelan dan lembut. Aku kan melakukannya lembut sayang. Jadi aku bisa melakukannya sayang, tapi jangan khawatir aku melakukannya sekali aja kok." kata Bryan dengan senyum bahagianya.


"Haish, itu terus sih. Udah ah, aku malas bicara sama kamu." kata Kirana kesal.


Bryan malah mencium bibir istrinya lalu setelah itu dia melajukan mobilnya tanpa menghiraukan istrinya kesal karena tingkahnya.


_


_


_

__ADS_1


********************


__ADS_2