Terjerat Cinta Duda Hot

Terjerat Cinta Duda Hot
60. Oma Ranti


__ADS_3

Malam itu, Bryan, Daniel dan Morgan tidak membicarakan apa pun tentang pekerjaan. Mereka asyik ngobrol bahkan sering sekali meledek Bryan. Bryan sendiri tidak mempermasalahkan malam itu tidak membicarakan apa yang dulu pernah di janjikan olehnya pada Daniel.


Dia membuat janji lagi pada Daniel untuk ¹melanjutkan pembicaraan pekerjaan di kantornya saja. Tentu saja Daniel kesal, dan Morgan pun sama. Hanya Kirana dan Danisa yang merasa senang karena mereka bisa berkumpul dan merumpi lagi seperti dulu.


Apa yang di katakan Bryan pada Daniel dan Morgan ketika mereka mau berpisah.


"Aku sengaja membuat janji makan malam dengan kalian, biar kalian tahu kalau aku bahagia dengan istriku ini. Dan kalian jangan lupa bahagia ya." ucap Bryan tanpa melihat kedua orang itu dengan kesal menatapnya.


"Dia pikir hanya dia yang bisa bahagia?" ucap Daniel dengan kesal.


"Apa anda akan membalasnya tuan?" tanya Morgan.


"Tentu saja, aku kesal padanya. Membuat putriku menangis karena di tinggal olehku." kata Daniel.


Lalu ketiganya pun pulang masing-masing. Danisa pulang dengan Morgan, dan Daniel pulang sendiri . Sedangkan Bryan tentu saja dia sekarang sedang senang telah mengerjai kedua orang itu. Senyumnya selalu mengembang sepanjang jalan, membuat Kirana merasa heran.


"Kamu kenapa senyum-senyum sejak tadi mas?" tanya Kirana.


"Ngga apa-apa sayang, malam ini aku bahagia bisa mengajakmu makan malam. Apa kamu senang?" tanya Bryan.


"Ya, aku senang bisa ketemu dengan Danisa. Tapi, bukankah kamu tadi ingin membicarakan mengenai pekerjaan dengan bang Morgan dan tuan Daniel?" tanya Kirana.


"Itu bisa di ulang lagi di kantor, kamu jangan memikirkan pekerjaanku. Yang kamu pikirkan adalah bagaimana malam ini kita sama-sama puas di ranjang sayang." kata Bryan dengan tawa kecilnya.


Membuat Kirana mencibir kesal, selalu saja itu yang di pikirkan suaminya. Otak mesumnya selalu ada di setiap obrolannya dengan suaminya.


"Kamu tuh mas, itu aja yang di pikirkan. Memang ngga ada pembicaraan lain apa?" tanya Kirana.


"Kalau sama kamu, aku bawaannya pengen ke kamar dan memelukmu sambil mencumbumu." jawab Bryan melirik ke arah istrinya yang kesal padanya.


"Udah ah, males ngomong sama kamu!"


"Hahaha! Ini caraku untuk selalu bersikap mesra sayang, agar kita tidak sering bertengkar."


"Tapi kata-katamu bisa saja memicu pertengkaran."


"Ngga kok, kan cuma sekali aja. Udah jangan marah, aku minta maaf. Lain kali aku bihasa seperti ini hanya di kamar saja." kata Bryan.


Kirana hanya diam saja, sejujurnya dia tidak terlalu kesal. Namun, bosan saja mendengar ucapan Bryan seperti itu terus.


_


Satu minggu sudah, kehidupan Bryan dan Kirana semakin harmonis. Bryan berangkatbke kantor dan Kirana di antar ke sekolah dengan Missel.


Dan pagi ini kedatangan mertua Bryan, ibunya alhamrhum Risa. Mobilnya memasuki pintu gerbang, membuat Dodi terkejut, dia diam saja. Namun, akhirnya dia hanya bisa melihat mobil yang sudah masuk ke dalam halaman rumah.


"Bakal ada perang di rumah ini." kata Dodi.

__ADS_1


Ya, mertua Bryan yang dulu, datang ke rumah Bryan..Entah mau apa, tapi yang jelas dia sudah tahu dengan pernikahan Bryan yang mendadak. Dan dia tahu Bryan menikah baru beberapa minggu ini. Dia kesal sekali, dan akhirnya datang dengan alasan menjenguk cucunya.


"Mimin!" teriak nyonya Ranti.


Dia menuju dapur mencari Mimin dengan wajah kesal. Mimin pun tergopoh mendekat pada nyonya Ranti, dia sudah menduga pasti nyonya Ranti sudah tahu kalau Bryan menikah lagi dengan Kirana.


"Iya oma Ranti, ada apa? Tumben oma datang mendadak." kata Mimin beralasan.


"Huh! kamu kenapa tidak bilang padaku kalau Bryan menikah lagi hah?!" tanya nyonya Ranti dengan marah.


"Waah, saya kan tidak tahu nyonya. Saya pikir tuan Bryan sudah memberitahu oma kalau beliau sudah menikah lagi." kata Mimin.


"Huh! Dia sengaja tidak memberitahuku, karena tahu nantinya pasti aku tentang." kata nyonya Ranti.


"Iyalah, lha oma kan suka sama menantunya sendiri. Tapi nanti yang susah dan bakal di musuhi nyonya Kirana, uuuh takutnyaa ini nenek lampir." ucap Mimin dalam hati.


"Apa kamu diam begitu? Sedang mengutukku juga?!" bentak nyonya Ranti.


"Ngga oma, saya sedang berpikir apakan nyonya akan menginap di rumah ini atau mau menginap di hotel?" kata Mimin beralasan.


"Awas kamu kalau melindungi istri Bryan, kamu yang akan saya pecat dari rumah ini." kata nyonya Ranti mengancam Mimin.


Tapi Mimin malah biasa saja sikapnya dengan ancaman neneknya Missel itu, dia berpikir hanya tuan Bryan yang bida memecatnya.


"Kalau mau menginap di rumah ini, saya akan bersihkan kamar tamu oma. Untuk tidur oma biar nyaman." kata Mimin.


"Saya akan menginap di sini selama satu bulan, saya pengen tahu istri Bryan itu seperti apa dan bagaimana dia bisa menjadi istri dari menantu kesayanganku." jawab nyonya Ranti.


"Hemm, oh ya. Kemana istri Bryan itu?" tanyanya lagi.


"Sedang mengantar non Missel ke sekolah, oma. Mungkin sebentar lagi non Missel pulang." jawab Mimin.


"Baik, saya tunggu di ruang tamu." kata nyonya Ranti dengan angkuh.


Dia lalu melangkah pergi meninggalkan Mimin yang masih berdiri di tempatnya sambil menatap kepergian nyonya Ranti.


"Huh, bakal ada perang di rumah ini. Masa oma Ranti mau jadi pelakor tuan Bryan dan nyonya Kirana sih? Tuh nenek-nenek masih aja menjaga kecantikannya buat menarik tuan Bryan, masa iya tuan Bryan yang tampan, gagah nan seksi tubuhnya itu tertarik sama nenek-nenek sih?" gumam Mimin.


Dia lalu mengambil peralatan kebersihan untuk membersihkan kamar tamu yang akan di tempati nyonya Ranti.


_


"Mi, itu mobil siapa?" tanya Missel ketika mobilnya masuk ke dalam halaman rumah.


"Ngga tahu sayang, mungkin tamu papa." jawab Kirana.


Mereka turun dari mobil, lalu masuk ke dalam rumah. Missel baru ingat kalau mobil itu adalah milik omanya. Dia pun berlari ke ruang tamu dan terlihat di sana nyonya Ranti duduk sambil bermain ponsel.

__ADS_1


"Omaaa!!" teriak Missel sambil berlari menuju nyonya Ranti.


"Oh sayangnya oma, uuh oma kangen banget sama Missel." ucap nyonya Ranti sambil memeluk Missel setelah keduanya mendekat.


Kirana hanya tersenyum saja melihat kedekatan kedua oma dan cucunya itu. Dia pun mendekat, niatnya ingin memberi salam dan hormat pada mertua Bryan itu. Namun sepertinya tatapan nyonya Ranti pada Kirana sudah tidak bersahabat.


Missel melepas pelukan omanya dan duduk di sampingnya. Sambil berceritan tentang kegiatannya di sekolah, tak lupa juga dia menceritakan Kirana yang sangat baik padanya.


"Jadi mami baru Missel itu baik?" tanya omanya.


"Iya oma, tuh mami Kiran mendekat kesini." kata Missel menunjuk ke arah Kirana.


Nyonya Ranti pun menatap Kirana, wajahnya berubah masak. Ada rasa kesal dan juga cemburu pada Kirana, kenapa gadis itu yang di nikahi menantunya.


"Selamat siang oma." sapa Kirana dengan ramah dan senyum di bibirnya.


"Siang. Kamu istri barunya Bryan?" tanya nyonya Ranti dingin pada Kirana.


"Iya oma, maaf baru memperkenalkan diri pada oma tentang diri saya." kata Kirana lagi.


"Aku tidak peduli tentang siapa kamu, bagiku kamu bukan siapa-siapa." kata nyonya Ranti ketus.


Kirana diam, dia ingat ucapan Mimin waktu itu. Kalau omanya Missel itu memang masih muda, tapi lebih tua darinya dua puluh empat tahun lebih.


"Oma kesini ada apa? Kok ngga kasih tahu Missel dulu kalau mau kesini?" tanya Missel.


"Biar kejutan sayang, oma akan menginap satu bulan di rumah ini. Kamu senang kaan?" tanya nyonya Ranti.


Diam, Missel diam saja. Dia senang omanya datang, tapi jika selama itu bisa-bisa ocehannya akan terus menggema di setiap sudut rumah.


"Missel tidak suka ya oma datang?" tanya omanya melihat Missel diam saja dengan ucapannya tadi.


"Senang kok oma, tapi kenapa lama banget satu bulan?"


"Kenapa? Ngga suka?"


"Ngga oma, kan kalau oma lama di sini nanti ngomel terus."


Ucapan Missel membuat Kirana tersenyum, dan tatapan tajam nyonya Ranti pada Kirana menyudahi senyuman Kirana.


_



Mampir kemari kaka, yuk di kepoin ceritanya ya..😊😊


_

__ADS_1


_


****************


__ADS_2