
"Melakukan apa sayang?"
Tanya Bryan tiba-tiba ada di ruang tamu itu. Kirana kaget, dia menoleh ke arah suara suaminya lalu tertawa kecil.
"Selamat siang tuan Bryan." sapa Danisa ramah pada Bryan.
"Ya, siang Danisa. Kamu sedang apa di sini?" tanya Bryan heran.
"Kirana itu sahabat saya tuan, jadi saya mampir pengen ketemu Kirana." jawab Danisa.
"Ck, kakak sama adik sama-sama gila. Kamu jangan ikutan gila sama sahabatmu itu." kata Bryan.
"Hehe, tenang tuan Bryan. Kirana baik-baik aja kok, buktinya dia kesakitan anunya sampai sekarang. Heheh ..."
"Apa sih lo, ngomong gitu?" bisik Kirana pada Danisa dan mencubit tangannya dengan keras.
"Aauw! Sakit Ki."
"Lagian lo ngomong ngga jelas." jawab Kirana.
Bryan hanya tersenyum saja, dia memang merasakan keperawanan Kirana. Sungguh itu di luar dugaannya, dia pikir Kirana seperti Danisa yang bebas bergaul. Tapi dia salah, ternyata setelah mengenal Kirana malah lebih jatuh cinta. Hanya belum menyadarinya saja saat itu.
"Oh ya sayang, apa yang kalian lakukan tadi?"
"Yang mana?"
"Tadi, melakukan apa?"
"Oh, ngga kok. Ini Danisa melakukan olah raga pagi tadi. Kok sudah pulang mas?" tanya Kirana mengalihkan pertanyaan Bryan.
"Hem, ya. Ada berkas yang ketinggalan, sengaja pulang siang hari di jam makan siang sekalian jemput Missel." jawab Bryan.
"Lho, Misselnya kemana?" tanya Kirana heran.
"Ada di luar, dia sedang ngobrol dengan Dodi." kata Bryan.
"Ooh, tumben banget dia ngobrol dengan pak Dodi." ucap Kirana.
"Aku ke ruang kerja dulu. Mau ambil berkas yang ketinggalan." kata Bryan.
Niatnya dia mau masuk ke kamar, jika Kirana ada di kamarnya. Tapi malah ada Danisa, dia pun berpikir untuk memanggil Kirana ke ruang kerjanya.
"Sayang, sini deh." teriak Bryan pada Kirana.
Kirana menoleh, dia melihat Bryan melambaikan tangannya untuk masuk ke ruang kerjanya. Danisa pun paham, dia pikir Bryan sengaja memyuruh Kirana masuk ke dalam ruang kerjanya.
"Mau apa sih?" gerutu Kirana.
__ADS_1
"Udah samperin aja, lo pasti dapat hadiah." ucap Danisa dengan senyumnya.
"Hadiah? Hadiah apa?"
"Mana gue tahu, kan suami lo yang mau ngasih hadiah." kata Danisa masih dengan senyumannya.
Kirana pun pergi ke ruang kerja Bryan tanpa curiga di panggil suaminya mau apa. Dia masuk ke dalam ruang kerja itu dan di tunggu di depan pintu oleh Bryan.
Bryan langsung menarik Kirana dan mencium bibirnya dengan lembut, Kirana kaget bukan main dengan Bryan langsung menariknya dan mencium bibirnya.
Lama mereka berciuman dengan lembut dan mesra, setelah Kirana kehabisan oksigen Bryan pun melepas ciumannya.
"Uuh, kangen banget sama kamu." kata Bryan mengelap bibir Kirana yang basah karena salivanya menempel di bibirnya.
"Jadi manggil aku cuma mau cium aja?" tanya Kirana.
"Emm, ngga juga. Malah pengen lebih dari menciummu." jawab Bryan yang kembali mencium Kirana.
Tangannya membelai punggung Kirana dan turun ke bawah bagian pantatnya lalu meremasnya pelan. Membuat Kirana terlonjak kaget, namun ciuman Bryan memperdalam lagi. Hingga ciuman panas keduanya pun saling menuntut.
Bryan meraba bagian dada Kirana dan kembali meremasnya, hingga Kirana pun mendesah. Bibirnya turun ke leher dan menggigit kecil, memberikan kecupan di sana dan meninggalkan tanda merah. Kirana lupa di depan Danisa menunggu dengan sabar. Sampai suara teriakan Missel menghentikan kegiatan mereka memanggil Kirana.
"Mami Kiran!" teriak Missel.
Kirana pun mendorong dada Bryan dengan cepat, di rapikannya lagi baju yang sempat terangkat tadi oleh tangan jahil suaminya.
"Mami Kiran di mana?" teriak Missel sekali lagi.
"Ya sayang, mami di sini." jawab Kirana.
Missel pun mendekat pada Kirana, dia tertawa kecil. Memperlihatkan sebuah plastik berisi ikan-ikan kecil yang masih hidup.
"Ikan untuk apa sayang?" tanya Kirana.
"Aku tadi beli di depan sekolah mi, aku suka ikan. Kata papi boleh di pelihara di kolam ikan." jawab Missel dengan amtusias.
"Tapi ngga ada kolam ikan di depan rumah."
"Nanti pak Dodi buatkan untuk Missel." jawab Missel.
"Kenapa ngga beli akuarium aja yang kecil?" kata Kirana memberi saran.
"Eh iya, papi lupa tuh. Ya udah deh nanti beli akuarium aja minta sama papi."
"Kalau gitu, ikannya di masukin ke toples aja dulu. Minta sama mbak Mimin. Mami ada teman di depan, mau menemui teman mami." kata Kirana.
"Iya mi."
__ADS_1
"Sekalian ganti baju ya."
"Oke mi."
Missel lalu pergi ke belakang meminta Mimin mengambil toples untuk ikannya. Sementara Kirana kembali menemui Danisa di depan.
"Sudah dapat hadiahnya?" tanya Danisa dengan senyumnya.
"Huh, gue kira hadiah apa."
"Emang lo pikir hadiah apa yang di kasih suamimu?"
"Ah, sudahlah. Jangan di bahas, ngga penting." kata Kirana.
"Hemm, ternyata hadiah ****** ya di leher." kata Danisa membuat Kirana kaget dan malu.
"Apa sih lo!"
"Hahaha!!"
_
Hari Minggu, waktunya santai di rumah. Bryan malah masih asyik tidur di ranjangnya setelah dia membersihkan diri. Sedangkan Kirana pergi ke dapir, dia ingin memasak. Mencoba membuat makanan kesukaan Bryan seperti Mimin.
Dia belajar memasak kesukaan suaminya, sedangkan Missel masih bermain di teras rumah menunjukkan ikan-ikannya lagi pada Dodi.
Rencananya Bryan akan mengajak Missel dan Kirana untuk membeli akuarium untuk ikan Missel. Namun Bryan sengaja tidur dulu, karena semalam dia dan Kirana melakukan kegiatan panas sampai jam dua pagi.
Meski Kirana masih mengantuk, namun dia adalah istri dari Bryan. Jadi tidak boleh malas, itu menurutnya. Padahal Bryan membebaskannya di hari Minggu untuk bersantai di kamarnya sambil tidur berpelukan. Bahkan Bryan pun akan melakukan kegiatan panas lagi jika Kirana menurut bermalas-malasan di kamar
Bagi Bryan, bercinta dengan Kirana itu kegiatan wajib dan selalu ingin dia lakukan kapanpun.
Tapi Kirana tahu, jika dia bermalas-malasan suaminya pasti akan terus mengajaknya bercinta. Bukannya istirahat malah membuatnya semakin lelah dan mengantuk. Meski pun dia juga suka.
"Mi, kapan papi bangun? Katanya mau ajak Missel beli akuarium." tanya Missel ketika dia menghampiri Kirana di dapur.
"Tanya papi aja sayang, coba ke kamarnya. Bangunin papi, tanya kapan beli akuariumnya." jawab Kirana.
"Ya udah deh, Missel ke kamar papi aja." kata Missel.
Dia pun berlari meninggalkan Kirana yang sedang sibuk memasak. Mimin sendiri sedang mencuci pakaian jika hari Minggu, dia lebih santai melakukan pekerjaanmya karena Kirana yang memasak untuk suaminya.
_
_
_
__ADS_1
**************