
Daniel pergi ke kantor Bryan, dia berada di kantornya selama tiga jam saja setelah mengantar istrinya ke rumah Bryan. Dan dia kini ada di kantor Bryan, dan kebetulan Bryan sedang tidak banyak pekerjaan, jadi dia bebas mengobrol dengan Daniel.
Kedua sahabat itu yang dulunya jarang bertemu, kini berkat istri-istrinya sekarang sering bertemu dan dekat lagi. Seperti saat ini, Daniel menyambangi kantor Bryan. Dia ingin bercerita tentang istrinya yang tak terduga di pikirannya.
"Ada apa lo datang ke kantor gue?" tanya Bryan.
"Ck, gue ke kantor lo kenapa memangnya? Kan silaturahmi aja sama lo." jawab Daniel duduk di sofa dengan santai.
"Hemm, gue pasti tahu. Lo mau pame istri konyol lo itu?" tanya Bryan mencibir.
"Iyalah, gue bahagia punya istri Danisa. Lo tahu ngga?"
"Ngga!"
"Ish, gue belum cerita lo udah main sambar aja."
"Lo mau cerita malam pertama lo itu? Paling juga gitu doang, lo kan laki-laki pasif. Ngga agresif, pasti yang agresif istri lo itu." ledek Bryan.
"Yee, sembarangan. Justru gue yang lebih aktif dan agresif, dan dia bikin gue melayang. Uuuh." ucap Danie dengan senyum bahagianya.
"Ck, ck, ck. Dari dulu gue udah bilang, cepat nikah. Enak kan sekarang?"
"Enak banget, pengennya sih gue ngga ke kantor."
"Itu sih biasa, pengantin baru pengennya di kamar terus. Kayak gue, dulu. Benar-benar istri gue membuat gue gila dan ketagihan."
"Yes, gue juga sama. Tapi gue sempat, ah pasti kalau bukan perawan tuh ya gitu doang rasanya. Dan lo ngga akan percaya, dia seperti gadis perawan rasanya. Keset, hahaha!"
"Emang lo pernah icip-icip rasa perawan? Raisa kan kata lo juga dulu ngga perawan. Tapi bodoh aja lo tuh ya dulu, kenapa mau juga lo di ajak nikah sama Raisa." kata Bryan.
__ADS_1
"Hemm, ngga tahu gue. Mungkin karena gue pikir ya udahlah gue nikah dan punya anak. Lalu hidup bahagia dan sempurna layaknya keluarga lainnya. Tapi, kenyataannya dia sendiri yang kabur dan selingkuh. Gue memang ngga pernah icip-icip rasa perawan. Tapi kali ini gue sumpah, bercinta dengan Danisa seperti perawan terus rasaknya." kata Daniel.
"Ck, kayak gue dong. Dua kali dapat perawan, bangga gue jadi orang pertama yang mendapatkan keperawana istri gue." kata Bryan.
"Tapi yang penting, gue sukdan bahagia dengan Danisa sekarang. Meski dia ngga perawan kayak istri lo itu. Tapi dia sangat hot, selalu mau lagi dan lagi. Tahu kenapa dia seperti perawan menurut gue.?" kata Daniel tak mau kalah.
"Apa?"
"Dia punya rahasia ternyata yang bikin gue jadi kaget. Tapi gue tetap akan suruh pakai itu, karena khasiatnya uuuh sangat nikmat bagi gue." kata Daniel dengan senyum di bibirnya.
"Hem, tahu gue. Dia meminum jamu kan?"
"Lo tahu?"
"Morgan juga bilang gitu sama gue. Ya, gue juga kasih tahu sama istri gue dan suruh minum jamu itu." kata Bryan.
"Ish, kenapa lo ngga bilang?"
"Gue udah kuat, sampe pagi juga kuat gue. Dan gue bangga sama istri gue itu."
"Ya, seharusnya lo bangga dengan istri lo itu. Jangan membanggakan gadis lain, itu namanya tidak bersyukur."
"Bahasa lo itu kayak motivator."
"Iya dong, jangan sampai mencari yang lebih sempurna. Apa yang di cari laki-laki kalau bukan urusan ranjang? Setiap manusia punya ego dan nafssu birahi, jika yang di tuntut hanya nafssu birahi saja. Yang ada akan berpikiran untuk mencari dan mencoba yang baru. Dan akhirnya apa? Perselingkuhan terjadi, banyak yang dinkorbankan karena persekingkuhan." kata Bryan.
"Ya, tidak hanya istri juga anak. Kedua orang tua dan ya mungkin teman dekat juga." timpal Daniel.
"Itu dia, sebenarnya cinta itu suci. Tinggal kita memupuknya dengan keikhlasan, menerima apa yang kita dapatkan, rela berkorban dan juga berani mengalah. Jika hanya mencari kesalahan pasangan kita, maka kita tidak akan menemukan kesempurnakan pada diri pasangan kita. Karena manusia di ciptakan tidak sempurna, fisik sempurna. Tapi otak, pikiran dan egoisme dan emosi? Itu semua ada cacatnya."
__ADS_1
Daniel mendengarkan ucapan Bryan seperti seorang motivator. Entah datangnya dari mana Bryan berkata seperti itu. Tapi semua apa yang di katakan Bryan itu benar, jika kita mencari kesempurnaan. Tidak akan pernah menemukannya, justru semakin kita melihat kesempurnaan orang lain. Maka akan di perlihatkan kelemahan itu di matanya nanti.
Karena sesungguhnya, Tuhan menciptakan manusia itu untuk berpasangan dan saling menyempunakan dan melengkapi. Kesempurnaan hanya milik Tuhan, tidak ada mahluk yang sempurna yang di ciptakanNya.
"Gue seperti mendengar motivator Mas Rio Tegar kalau lo bicara seperti itu. Dalam banget bahasa lo." kata Daniel.
"Gue dulu cita-citanya waktu kecil pengen jadi penceramah. Tapi ternyata sudah dewasa, jadi beda. Tapi ya, gue senang sih ada yang dengar ceramah gue ini." kata Bryan.
"Siapa yang rela dengar ceramah lo itu?"
"Nih, yang ada di depan gue. Dia rela gue ngomong seperti motivator Mas Rio Tegar." jawab Bryan dengan tertawa bangganya.
"Ya ya ya, gue dapat pencerahan siang ini dari motivator Bryan."
"Hahaha!"
Keduanya pun kini bersiap untuk pulang ke rumah Bryan. Daniel ingin menjemput anak istrinya di sana. Dan Bryan meminta pada Daniel untuk makan malam di rumahnya saja. Karena waktu sudah pukul empat sore.
"Lo makan malam di rumah gue aja." kata Bryan.
"Ya, oke."
Lalu keduanya pun keluar dari kantor Bryan untuk pulang kembali ke istrinya masing-masing. Rasa bahagia kedua sahabat itu, sangar terpancar dari wajahnya. Selalu menampakkan senyum kepada orang-orang yang menyapanya ketika berpapasan.
_
_
_
__ADS_1
*******************