
Emma melempar semua barang milik Zivana keluar mansion
"Pergilah dan jangan injakkan kakimu lagi di mansion ini. Mansion ini sekarang milikku. Dan semua harta Anderson juga sudah jadi milikku. Kamu sudah tidak punya apa apa lagi sekarang."kata Emma
Setelah mengatakan itu Emma masuk kedalam mansion tanpa memperdulikan Zivana yang berteriak dan menangis. Kepala pelayan Anderson mendekat ke arah Zivana dan membantunya berdiri
"Non, ini kunci motor gedhe nya Non Zivana yang dulu pernah dibelikan Tuan dan ini ada uang sedikit untuk Non Zivana."kata Siti menyerahkan kunci dan uang
"Terimakasih Bi. Jika kunci motornya aku terima, tapi uangnya aku tak bisa menerimanya Bi."kata Zivana
"Terimalah non. Untuk biaya Non Zivana sementara. Karena hanya ini yang bisa saya berikan untuk Non. Saya mohon terimalah Non."kata Siti memohon
"Baiklah Bi. Aku menerimanya, tapi aku anggap ini hutang ya Bi suatu saat nanti jika aku kembali aku akan membayar hutang pada bi Siti."kata Zivana
"Terserah Non Zivana yang terpenting Non mau menerimanya."kata Siti
"Saya pergi dulu Bi."pamit Zivana memeluk bi Siti
"Hati hati ya Non. Motornya sudah dibawa mang Yoyon keluar gerbang. Biar Nyonya tidak tahu Non."kata Siti
Setelah mereka berdua berpelukan Zivana berjalan keluar mansion. Berat rasanya ia meninggalkan mansion itu. Begitu banyak kenangan disana. Setelah sampai di gerbang Zivana melihat lagi mansion itu
"Gue pasti akan kembali dan merebutnya. Karena semua ini milik keluarga Anderson. Aku lah pemilik yang sah karena aku keturunan keluarga Anderson."gumam Zivana dalam hati lalu melangkah keluar dan segera menaiki moge nya
Flashback off
Zivana menghela nafas panjang jika mengingat itu semua. Karena melihat jam yang sudah semakin larut, Zivana langsung berusaha memejamkan matanya karena ia tak mau jika besok bangun kesiangan karena harus sekolah
Disisi lain di Cafe RedStar Bervan dan para sahabatnya baru selesai makan. Bervan meninggalkan sahabatnya menuju kasir untuk memabayar makanannya
"Mbak, tadi pelayan wanita yang melayani saya dimana ya??"tanya Bervan
"Pelayan wanita yang mana ya mas?? Disini ada tiga pelayan wanita. Dan saya tadi tidak melihat siapa yang melayani anda."kata Elish
"Namanya Zivana."kata Bervan
"Oh Zivana sudah pulang mas. Tadi izin pulang dulu karena gak enak badan katanya."kata Elish ramah
"Boleh saya tahu dimana alamatnya??"tanya Bervan
__ADS_1
"Maaf itu privasi karyawan mas, saya tidak berani memberikan kepada sembarang orang."kata Elish
"Saya itu kakaknya Zivana, saya sudah mencarinya kemana mana. Jadi tolong beritahu saya dimana alamatnya."kata Bervan
"Maaf tapi saya tidak bisa memberitahu mas."kata Elish
Tadi sebelum Zivana izin pulang sudah berpesan pada Elish jika ada orang yang meminta alamatnya untuk tidak memberitahunya
"Saya akan membayar berapa pun asal kau mau memberitahu dimana alamatnya Zivana."kata Bervan
"Mohon maaf mas berapa pun anda membayar saya tidak akan memberitahu alamat Zivana. Karena itu sudah kebijakan dari Cafe ini."kata Elish tegas
Edward yang melihat Elish bersitegang dengan pelanggan segera menghampirinya
"Ada apa ini Elish??"tanya Edward
"Saya hanya ingin tahu alamat karyawan disini, tapi teman anda ini sombong sekali tidak mau memberitahukannya pada saya."kata Bervan sedikit emosi
"Alamat siapa Elish??"tanya Edward berbisik tanpa peduli pelanggan didepannya yang sudah emosi
"Alamat Zivana. Tadi ia sudah berpesan jika ada yang menanyakan alamatnya jangan dikasih tahu."bisik Elish
"Ooh anda dari keluarga Anderson?? Untuk apa anda menanyakan alamat Zivana?? Apa belum cukup keluarga anda mengambil semua harta Zivana?? Apa masih kurang melihat Zivana menderita?"tanya Edward yang begitu menohok
Bervan tak menyangka teman kerja Zivana mengetahui semuanya
"Mungkinkah Zivana menceritakan semuanya pada laki laki didepannya."gumam Bervan dalam hati
"Kau tidak tahu apa apa tentang keluarga kami. Dan itu juga masalah keluarga kami. Jadi, jangan sok tahu!! Cepat beritahu alamatnya!!!"bentak Bervan hingga semua pelanggan menatap ke arahnya. Bahkan para sahabatnya mendekat kearah Bervan. Manager cafe juga mendekat ke arah mereka
"Maaf ada apa ini Tuan??"tanya Alex
"Kedua karyawanmu ini sangat sombong sekali."kata Bervan
"Memangnya apa yang dilakukan karyawan saya Tuan??"tanya Alex ramah
"Tuan ini memaksa ingin meminta alamat Zivana Tuan Alex."jawab Edward
"Maaf Tuan, anda tidak bisa sembarangn menanyakan alamat karyawan kami karena itu adalah privasi. Jadi, mohon maaf kami tidak bisa memberitahu pada anda."kata Alex
__ADS_1
"Aku akan membuat perhitungan pada kalian semua!!"ancam Bervan
Kemudian para sahabat Bervan menarik tangannya
"Maaf atas keributan yang telah sahabat saya buat Tuan!! Saya permisi."kata Tito kemudian berjalan menyusul yang lainnya
"Sudah kalian lanjutkan saja pekerjaan kalian!!"perintah Alex
"Baik Tuan Alex."jawab Edward dan Elish bersamaan
Sementar diluar Cafe Bervan masih kesal karena para sahabatnya menarik tangannya keluar dari cafe
"Lo tidak akan bisa mendapatkan alamat Zivana jika membuat keributan seperti tadi Er."kata Dodi
"Lo kan sudah tahu dia kerja disini. Besok lo bisa datang kesini lagi dan bertemu dengannya. Lo harus sedikit bersabar brother."kata Adi
"Benar kata Adi dan Dodi. Apa lo gak malu seorang CEO Andersin membuat keributan di cafe??"kata Tito
"Udah mending kita ke Club aja biar otak lo fresh."lanjutnya
Mereka berempat pergi akhirnya pergi ke Club untuk bersenang senang. Tapi tidak untuk Bervan dia masih mengingat Zivana. Gadis yang dulu begitu manja padanya dan selalu ceria sekarang jadi gadis yang jutek dan bar bar. Dan sorot mata yang begitu kecewa saat menatapnya tak bisa ia lupakan. Ia dulu begitu pengecut tak berani membela Zivana saat diusir mamanya. Ia begitu merutuki kebodohannya itu
"Lo itu gue ajak kesini biar otak lo fresh gak mikirin Zivana lagi."kata Tito yang melihat Bervan melamun
"Melihat sorot mata Zivana yang kecewa sama gue hati gue rasanya sakit."kata Bervan
"Ya nanti kalau lo ketemu sama Zivana minta maaf lah yang tulus padanya. Gue yakin jika lo bersungguh sungguh minta maaf padanya lo akan dimaafkan."kata Adi
"Gue dengar lo mau dijodohkan dengan anak rekan bisnis lo. Apa itu benar Ar??"tanya Dodi
"Ya begitulah. Mama selalu ingin menjodohkanku dengan anak rekan bisnis mama, tapi gue selalu menolaknya."kata Bervan
"Karena dihati lo hanya ada Zivana."tebak Dodi dan Bervan hanya tersenyum simpul
...******...
Hai hai readers jangan lupa tinggalkan Like, Vote dan Komentar ya
Biar mommy semangat. Selalu jaga kesehatan
__ADS_1