
Keesokan harinya Zivana sudah bersiap akan berangkat ke sekolah. Dia keluar dari kamar tamu berpapasan dengan Ivanders dengan cepat Zivana berjalan mendahuluinya karena dia malas bertemu dan berbicara pada Ivanders. Zivana sampai diruang tamu menemui Kinara dan berpamitan akan berangkat sekolah
"Sarapan dulu Ziva baru berangkat sekolah."kata Kinara menarik tangan Zivana ke ruang makan
"Tapi, Tante aku takut telat. Aku sarapannya dikantin sekolah aja."tolak Zivana
"Tapi bi Hanum sudah membuat sarapan nasi goreng yang lumayan banyak. Apa gak kasihan sama bi Hanum yang sudah capek masak tapi kamu gak mau makan?"tanya Kinara melihat Hanum yang sedang menata piring di meja makan dan akhirnya Zivana luluh dan mau sarapan disana bersama
"Niat hati pengen cepat pergi dari sini malah ditahan lagi. Hadeeh."gumam Zivana dalam hati
"Kenapa Ziva?? Apa gak enak nasi gorengnya??"tanya Kinara yang melihat Zivana menghela nafas
"Eh nggak Tante enak kok enak banget malah."jawab Zivana tersenyum canggung
"Jangan tergesa gitu Makannya Ziva nanti kamu tersedak."kata Kinara
"Tapi aku sudah sangat terlambat Tante."kata Zivana sambil mengunyah makanannya
Kinara hanya tersenyum melihat tingkah Zivana. Setelah selesai Zivana akan berangkat namun dicegah Kinara
"Kamu berangkatnya bareng sama Ivanders."kata Kinara
"Tidak usah Tante aku naik ojeg saja."kata Zivana
"Disini susah cari tukang ojeg Ziva. Sudahlah berangkatnya bareng Ivan. Nanti kamu beneran terlambat lho."kata Kinara
"Baiklah Tante. Aku pamit ya Tante. Tolong beritahu Noah kalau aku sudah pulang tadi belum sempat pamit kayaknya dia masih tidur."kata Zivana
"Iya Ziva nanti Tante kasih tahu ke Noah."kata Kinara
"Assalamualaikum Tante."kata Zivana mencium punggung tangan Kinara
"Waalaikumsalam Ziva."kata Kinara dengan mengelus pucuk rambut Zivana
"Aku pamit kerja dulu Mom. Nanti siang aku akan pulang."kata Ivanders mencium pipi Kinara
"Hati hati dijalan Ivan. Antarkan Zivana sampai sekolah jangan sampai lecet."kata Kinara
"Yes Mom."kata Ivanders memutar bola malas kemudian masuk kedalam mobil
Zivana tadi masuk duluan dan duduk didepan sedangkan Ivanders duduk dibelakang. Zivana dan Rommy terus berbincang bincang tak memperdulikan Ivanders yang berada dibelakang yang memperhatikan mereka. Entah mengapa melihat Zivana yang tertawa bersama dengan Rommy membuatnya tak suka
__ADS_1
"Bisa diam tidak!!"bentak Ivanders
"Kita itu punya mulut jadi tidak bisa diam Om."kata Zivana ketus
"Gue tahu lo punya mulut tapi mulut lo itu berisik sekali dan buat gue terganggu."kata Ivanders
"Ya tutup aja telinga lo biar gak berisik sama suara gue."kata Zivana
"Lo itu numpang mobil gue harusnya lo itu tahu diri. Kalau yang punya mobil terganggu adanya lo."kata Ivanders
Mendengar ucapan Ivanders yang menusuk membuat Zivana menghela nafas kasar
"Kak Rommy,,tolong berhentikan mobilnya."kata Zivana
"Kenapa Ziva??"tanya Rommy
"Gue mau turun kak."jawab Zivana
"Tapi, sekolah lo masih jauh Ziva."kata Rommy
"Gak papa kak. Please kak tolong berhenti."kata Zivana memohon membuat Rommy mau tak mau memberhentikan mobilnya
"Thanks kak Rommy. Bilang sama orang yang dibelakang kak Rommy jangan pernah menemuiku lagi. Sekalipun untuk Noah gue gak akan pernah mau menemuinya. Gue masih punya harga diri dan gue gak mau harga diri gue diinjak injak oleh orang. Harta itu hanya titipan Tuhan jadi jangan terlalu bangga dengan harta yang dia punya. Sekali lagi makasih kak Rommy."kata Zivana kemudian keluar mobil dengan membanting pintunya
"Dasar manusia sombong."umpat Zivana melihat ke arah Ivanders yang berada didalam mobil
Ivanders membuka kaca mobilnya dan bebicara dengan Zivana tanpa keluar mobil
"Heh gadis bar bar cepat masuk kedalam mobil. Tadi Mommy menyuruhku mengantarkanmu sampai sekolah tanpa lecet sedikitpun. Jadi cepat masuk gue gak mau dibilang tidak bertanggung jawab meninggalkan seorang gadis dipinggir jalan."kata Ivanders
"Gak. Gue gak mau."kata Zivana melengos kemudian ia melihat motor sahabatnya lalu ia melambaikan tangannya dan memanggilnya
"Pan...du.."teriak Zivana
Motor yang dikendarai Pandu pun berhenti
"Zivana,,kok lo ada disini??"tanya Pandu
"Udah tanya jawabnya nanti aja kalau udah disekolah. Ayo berangkat keburu telat."ajak Zivana sudah menaiki motor Pandu
"Pakai helm dulu dong neng. Demi keselamatan bersama."kata Pandu memakaikan helm pada Zivana
__ADS_1
"OK. Gaspol."kata Pandu berteriak
Ivanders yang melihat Zivana pergi naik motor bersama temannya pun langsung menyuruh Rommy untuk pergi
"Siapa laki laki yang bersama gadis bar bar itu??"gumamnya dalam hati sambil menatap tajam motor didepannya
Rommy melihat Ivanders dari kaca spion raut wajah Ivanders yang marah melihat Zivana pergi dengan temannya pun heran
"Sepertinya tuam Ivanders menyukai Zivana, tapi dia belum mengetahui perasaannya. Tuan Ivanders memang pintar berbisnis tapi dia tidak pintar sama sekali soal perasaan. Dia tidak bisa menilai perempuan yang tulus dan tidak tulus. Semoga Tuan Ivanders menyadari perasaannya pada Zivana. Dan aku orang pertama yang bahagia jika Tuan Ivanders bersama dengan Zivana."gumam Rommy dalam hati
Rommy sudah bersama Ivanders sejak menikah dengan mommy Noah, jadi dia tahu bagaimana terpuruknya Ivanders saat ditinggalkan istrinya dan bayi yang masih kecil. Jadi, dia merasa Zivana lah yang cocok untuk jadi istri Ivanders karena dia begitu tulus menyayangi Noah. Selama ini wanita yang dekat dengan Ivanders hanya mengincar hartanya dan tidak pernah tulus menyayangi Noah
Hingga beberapa menit kemudian mobil Ivanders sampai di gedung Dimitri Corp. Keduanya keluar dari mobil dan masuk kedalam gedung tersebut
"Rom, siapkan berkas untuk meeting nanti serta berikan berkas yang harus aku tanda tangani keruanganku."kata Ivanders sambil berjalan menuju lift
"Baik Tuan."kata Rommy mengikuti Ivanders dari belakang
Kemudian terdengar suara gaduh dari luar membuat Ivanders menghentikan langkahnya dan melihat kearah luar
"Ada apa itu Rom?? Kenapa ada suara keributan dari luar??"tanya Ivanders
"Sebentar Tuan aku permisi melihatnya dulu."kata Rommy
"Aku juga akan keluar melihatnya Rom."kata Ivanders mendahului Rommy
Setelah sampai di lobi Ivanders kaget melihat Hana yang berteriak teriak
"Aku mau ketemu Ivanders biarkan aku masuk atau kalian akan dipecat!!"ancam Hana
"Apa yang kau lakukan disini Hana?? Kenapa kau membuat keributan dikantorku??"tanya Ivanders
"Sayang, security ini tidak membiarkan aku masuk. Aku datang untuk menemuimu. Aku membawa bekal untukmu."kata Hana
"Aku tak butuh makanan darimu. Security ini memang aku perintahkan untuk melarangmu memasuki kantorku."kata Ivanders
"Tapi kenapa sayang?? Apa salahku padamu??"tanya Hana
"Salahmu telah menyakiti putraku. Sekarang pergi dari sini.!!"usir Ivanders
"Dengarkan penjelasanku dulu sayang. Kau salah paham padaku."kata Hana
__ADS_1
"Usir perempuan itu. Jika masih tidak mau pergi seret saja dia keluar dari sini."kata Ivanders berjalan masuk kedalam gedung tanpa peduli teriakan Hana