Terjerat Cinta Om Duda

Terjerat Cinta Om Duda
Part 47


__ADS_3

Zivana masih asik dengan lamunan nya tak sadar jika ada Pandu dan Seryl yang ada disampingnya


"Ini anak kenapa kok melamun aja??"tanya Pandu


"Gue juga gak tahu kenapa. Mungkin dia lagi ada masalah."jawab Seryl lalu memegang bahu Zivana


Zivana tersentak kaget melihat Pandu dan Seryl yang ada disampingnya


"Kalian sejak kapan ada disini??"tanya Zivana


"Kita disini udah dari tadi. Lo aja yang gak sadar. Lagi ngelamunin apa sih?? Lo lagi ada masalah??"tanya Seryl


"Eh gak ngelamunin apa apa kok. Cuma agak pusing aja."kata Zivana


Semalaman Zivana tidak bisa tidur karena memikirkan perkataan Ivanders kemarin. Dan tadi dia juga tidak sempat sarapan sehingga dia merasa pusing


"Eh iya muka lo agak pucat, apa lo sakit??"tanya Seryl


"Cuma pusing dikit aja kok nanti juga sembuh."jawab Seryl


"Jangan anggap sepele Ziva walaupun hanya pusing. Sebentar gue ambilkan obat di UKS."kata Pandu


"Eh gak usah Pandu."tolak Ziva mencekal tangan Pandu


"Nanti kalau udah jam istirahat gue akan ambil sendiri di UKS sekalian istirahat disana."lanjutnya


"Bener lho Ziv lo itu kan susah kalau disuruh minum obat."kata Seryl


"Iya. Ayo kita ke kelas sebelum Pak Darto guru Matematika datang karena biasanya beliau datang lebih awal."ajak Zivana


Tapi baru beberapa langkah Zivana sudah pingsan


Brugh


Seryl dan Pandu yang berjalan dibelakang Zivana kaget melihatnya pingsan. Lalu Pandu menggendong Zivana dan membawa nya ke UKS. Seryl melihat HP Zivana jatuh dan kebetulan saat itu Gio sedang menelepon. Seryl langsung mengangkat nya dan memberitahu jika Zivana pingsan. Setelah itu Seryl segera berlari menyusul Zivana dan Pandu ke UKS


"Gimana keadaan Ziva??"tanya Seryl begitu sampai di UKS


"Badannya panas."jawab Pandu lalu Seryl menyentuh kening Zivana


"Kita harus membawa nya ke rumah sakit."kata Pandu


"Gue tadi udah menghubungi Gio. Mungkin sebentar lagi dia akan kesini."kata Seryl


"Kenapa lo menghubungi Gio bukan keluarga nya??"tanya Pandu


"Hubungan Zivana dan keluarga nya tidak begitu baik. Dan yang gue tahu hanya Gio dan keluarga nya yang dekat dengan Zivana."jawab Seryl dan dibalas anggukan kepala Pandu


Setelah beberapa saat Gio datang ke UKS dengan ngos ngosan

__ADS_1


"Ini Zivana kenapa bisa pingsan??"tanya Gio yang masih ngos ngosan


Seryl langsung memberi botol air mineral yang baru dibelinya untuk Zivana pada Gio


"Badannya panas."jawab Pandu


Euhm


Zivana melenguh dan mulai membuka matanya. Mereka bertiga mendekat kearah Zivana


"Gue ada dimana??"tanya Zivana dengan suara serak sambil memegang kepalanya yang pusing


"Lo di UKS."jawab Pandu


"Kok gue ada disini??"tanya Zivana bingung


"Lo tadi pingsan terus Pandu menggendong lo ke UKS."jawab Seryl


"Kita kerumah sakit ya??"tanya Gio


"Lho kok lo disini??"tanya Zivana


"Udah gak usah kebanyakan tanya. Kita ke rumah sakit sekarang."kata Gio


"Ryl, bisa minta tolong pesankan taksi online. Soalnya tadi gue kesini bawa motor."lanjut Gio


"Ya udah. Ini kunci motor gue."kata Gio menyerahkan kunci motornya pada Pandu


"Tapi, gue gak mau ke rumah sakit Gio."tolak Zivana


"Gak ada penolakan Ziva. Badan lo ini panas banget. Ayo gue gendong."ajak Gio


"Gue bisa jalan sendiri."tolak Zivana


Gio tak menghiraukan penolakan Zivana langsung menggendongnya. Seryl mengikuti mereka dari belakang dengan membawa tas Zivana


Semua murid berhamburan keluar saat melihat Zivana digendong cowok ganteng dan mereka langsung bergosip ala lambe turah


"Wah beruntung banget Zivana digendong sama cogan."kata salah satu siswi


"Apa itu cowoknya??"tanya siswi itu


"Mungkin. Secara Zivana cantik pasti cowok nya ganteng dong."jawab siswi yang lain


"Pantes aja gue ditolak orang cowok nya ganteng gitu."kata salah satu siswa


"Lo itu gak pantes buat Zivana yang cantik dan baik."sahut teman yang ada disebelah nya


"Mau dong digendong kayak gitu."kata salah satu siswi pada pacarnya

__ADS_1


"Kamu pingsan dulu sayang nanti aku gendong kayak gitu."kata pacarnya


Dan banyak lagi pembicaraan dari siswa siswi. Dan setelah ada guru datang mereka berlarian masuk kedalam kelas


Setelah sampai parkiran Seryl membuka pintu mobil Pandu lalu Gio mendudukan Zivana dikursi belakang disusul Seryl yang ikut duduk dibelakang bersama Zivana. Seryl menarik tubuh Zivana agar tidur dipangkuan nya


"Gue gak pengen tiduran Ryl. Gue duduk aja."tolak Zivana mendudukan tubuhnya kembali


"Gue gak mau lo tambah pusing Ziva. Udah deh nurut aja."kata Seryl kembali menarik tubuh Zivana dan Zivana pun hanya pasrah


"Kalian ini terlalu lebay tahu gak. Gue itu hanya minum obat dan istirahat juga sembuh gak usah dibawa ke rumah sakit."gerutu Zivana


"Udah lo diem aja. Ini sudah mau sampai rumah sakit."kata Gio membuat Zivana menghela nafas panjang


Gio menghentikan mobilnya saat memasuki parkiran rumah sakit. Dia turun dari mobil dan akan menggendong Zivana. Tapi kali ini Zivana menolak dengan keras


"Ayo gue gendong."kata Gio


"Gue gak mau lo gendong. Gue bisa jalan sendiri."tolak Zivana


"Lo jangan keras kepala Ziva. Ayolah gue akan menggendong lo biar lo cepat ditangani."bujuk Gio


"Kalau lo masih bersikeras ingin menggendong gue lebih baik kita pulang aja."kata Zivana


"Apa gue ambilkan kursi roda??"tanya Seryl


"Gue juga gak mau pakai kursi roda."jawab Zivana


"Ya udah lo jalan pelan pelan sambil pegangan tangan gue ya."bujuk Seryl dan Zivana menganggukkan kepalanya


Gio berjalan dibelakang mereka sambil menelepon Dokter Nisa. Setelah itu Gio mengajak langsung ke lantai 2 tempat Dokter Nisa praktek. Mereka bertiga langsung masuk kedalam ruangan. Saat Dokter Nisa memeriksa Zivana pintu ruangannya tiba tiba terbuka terlihat dua ibu paruh baya mendekat kearah Zivana


"Bagaimana keadaan Zivana Dok??"tanya Adele dan Kinara serempak


"Nona Zivana hanya kelelahan dan stress."jawab Nisa tesenyum


"Apakah harus rawat inap Dok??"tanya Adele


"Aku tidak mau dirawat dirumah sakit Ma."rengek Zivana


"Aku dirawat Mama dirumah aja ya."lanjut Zivana memelas


"Kamu harus dirawat Ziva agar kamu cepat sembuh. Mama gak mau kamu sakit. Lihat wajah kamu pucat sekali. Mama gak mau tahu kamu harus mau dirawat."kata Adele tegas membuat Zivana pasrah dan mengiyakan perkataan Adele


Setelah itu perawat memasang infus pada Zivana kemudian Zivana dipindahkan keruang rawat. Zivana menatap tajam kearah Gio lalu melambaikan tangannya agar mendekat kearahnya


"Ini gara gara lo yang bilang sama Mama kalau gue sakit. Jadi gue harus terpaksa dirawat dirumah sakit."bisik Zivana


"Tadi pas gue dapat kabar jika lo pingsan gue panik Ziva dan pas ada Mama dan Tante Kinara disana. Jadi ya gue keceplosan bicara kalau lo pingsan."bisik Gio cengengesan membuat Zivana mendengus kesal

__ADS_1


__ADS_2