Terjerat Cinta Om Duda

Terjerat Cinta Om Duda
Part 88


__ADS_3

Zivana melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang. Dia belum mengetahui jika dari belakang ada mobil lain yang mengikutinya selain mobil bodyguard karena mobil yang mengikutinya masih dari jarak yang sangat jauh. Namun saat melewati jalan yang sepi tiba-tiba ada mobil yang menyalipnya dan berhenti secara mendadaknya. Zivana langsung mengerem mendadak hingga membuat dirinya dan Noah terbentur badan depan mobil


"Kamu tidak apa-apa Noah??"tanya Zivana memeriksa Noah


"Tidak apa-apa Mom. Hanya keningku sedikit sakit."kata Noah mengelus keningnya yang terbentur dashboard


"Maafkan Mommy sayang. Ada mobil yang berhenti didepan kita secara mendadak tadi."kata Zivana mengecek kening Noah yang merah lalu mengusapnya lembut


Bodyguard yang bertugas mengikuti Zivana ikut berhenti dan semuanya turun dari mobil. Salah satu bodyguard itu mengetuk pintu kaca mobil Zivana. Zivana langsung membuka kaca mobil tersebut begitu tahu yang mengetuk pintu adalah bodyguard suruhan Ivanders


"Nona tetap saja di mobil dan jangan keluar. Biar kami yang menghadapi mereka."kata salah satu bodyguard itu


"Tapi mereka begitu banyak sedangkan kalian hanya 6 orang. Apa kalian yakin bisa melawan mereka tanpa bantuan ku??"tanya Zivana


"Jangan khawatir Nona kami pasti bisa melawan mereka semua. Nona menjaga Noah saja didalam mobil."kata salah satu bodyguard itu


Dengan ragu Zivana mengiyakan perkataan bodyguard itu. Walaupun dia sangat yakin jika mereka akan kalah karena lawan mereka sekitar 20 orang. Zivana dan Noah hanya memperhatikan perkelahian yang tak seimbang itu dari dalam mobil. Zivana berpikir bagaimana caranya dia pergi dari tempat itu. Tidak mungkin jika dia harus didalam mobil terus menerus karena bodyguard itu sudah mulai kewalahan melawan musuh. Akhirnya dia memutuskan untuk keluar dari mobil bersama Noah dan akan berlari


"Noah, kita harus segera pergi dari sini. Sepertinya 100 meter lagi ada pemukiman warga. Kita bisa sembunyi disana."kata Zivana


"Kenapa tidak kita lawan saja Mom mereka?? Aku kan sudah bisa bela diri Mom. Sekarang waktunya menguji kemampuanku Mom."kata Noah semangat


"Ini bukan waktu yang tepat untuk menguji kemampuan mu Noah. Mereka itu sangat berbahaya. Kita harus pergi sekarang selagi mereka tidak memperhatikan kita."kata Zivana


"Baiklah Mom."kata Noah


Zivana dan Noah keluar dari mobil dengan hati-hati dan mengendap-endap agar tidak menimbulkan suara. Namun Zivana tak tahu jika musuh sudah ada yang melihat mereka saat keluar dari mobil. Musuh itu sudah berjalan mendekati Zivana dan Noah tanpa mereka sadari


"Mau lari kemana kalian??"tanya salah satu musuh itu mencengkeram tangan Zivana


Zivana dengan sigap memutar tangan orang yang mencengkeram tangannya sehingga orang itu kesakitan


"Lepaskan tanganku bodoh!!!"bentak orang itu


Bukannya melepaskan Zivana malah menekan dengan keras tangan yang diputarnya hingga membuat orang itu kesakitan. Teman-teman orang itu berlarian mendekat. Teman-teman orang itu yang berjumlah lima orang mengelilingi Zivana dan Noah

__ADS_1


"Jangan jauh-jauh dari Mommy Noah!!"kata Zivana melirik Noah yang berdiri tak jauh darinya


"Ya Mom."kata Noah sambil melihat orang-orang yang berusaha mendekatinya


Tiga orang berusaha menyerang Zivana. Zivana menggunakan orang yang disandera nya sebagai tameng sehingga saat dia akan dipukul yang terkena pukulannya adalah orang yang di sanderanya. Noah juga tidak tinggal diam saat dua orang berusaha menangkapnya. Dia menggunakan ilmu bela diri yang dipelajarinya selama ini bersama Zivana. Noah berhasil melumpuhkan satu orang tersebut dengan memukul wajahnya bertubi-tubi dan terakhir dia memukul kepala orang itu hingga pingsan. Zivana terkena pukulan di punggungnya saat dia lengah hingga orang yang di sanderanya pun lepas dari cengkeraman tangannya. Zivana berusaha berdiri walaupun punggungnya merasa sakit. Dia melihat kearah orang-orang yang mengepungnya. Sekarang jumlah orang yang mengepungnya bertambah jadi sepuluh orang. Zivana menatap marah pada orang-orang itu kemudian dia secara brutal melawan kesepuluh orang itu


Bugh bugh krak krak


Bugh krak bugh bugh


Hingga kesepuluh orang itu terkapar tak berdaya. Teman-teman yang lainnya membantu ingin memukul Zivana. Saat Zivana bersiap-siap akan melawan salah satu dari mereka ternyata sudah menyandera Noah


"Berani kamu melawan akan aku bunuh anak ini.!!!"kata orang itu yang membawa pistol dan diletakkan di kepala Noah


"Aku tidak akan melawan. Tapi aku mohon lepaskan dia!!"kata Zivana


Zivana menatap Noah yang ketakutan karena ditodong pistol di kepalanya. Zivana berbicara lewat tatapan matanya pada Noah bahwa dia akan baik-baik saja. Hingga tengkuk Zivana dipukul dari belakang dan langsung pingsan. Noah berteriak memanggil nama Zivana. Orang yang menodong pistol itu kemudian membekap mulut Noah menggunakan sapu tangan yang sudah diberi obat bius hingga tak lama Noah pun pingsan


"Bos, bagaimana dengan gadis ini?? Apa kita bawa dia juga??"tanya salah satu orang itu


"Tapi bukannya Bos Besar hanya menyuruh kita membawa anak laki-laki ini saja bos??"tanya salah satu orang itu


"Tidak apa-apa bawa saja sekalian. Jika Bos Besar tidak menginginkan gadis ini untuk kita saja."kata sang bos membuat semua orang itu tertawa


Setelah itu semua orang itu pergi dan meninggalkan enam bodyguard yang tergeletak ditengah jalan. Namun ada satu bodyguard yang masih setengah sadar meraih HP yang ada di sakunya lalu menghubungi Rommy jika Zivana dan Noah diculik


Rommy panik setelah menerima telepon dari bodyguard yang mengatakan jika Noah dan Zivana diculik. Dia segera berlari menuju ruangan Ivanders dan langsung membuka pintu ruangan itu dengan kasar hingga membuat Ivanders yang tadinya membaca berkas terkejut


"Apa-apaan kamu Rom?? Kamu mau bikin aku jantungan ya!!!"kata Ivanders marah


"Marahnya nanti saja Tuan. Tadi bodyguard yang mengantarkan Noah dan Zivana menghubungi ku dan mengatakan jika mereka berdua diculik Tuan."kata Rommy


"Apa??? Bagaimana bisa Rommy??"kata Ivanders terkejut dan juga marah


"Mereka tadi dihadang dijalan Tuan. Jumlah mereka sangat banyak hingga bodyguard kita kalah Tuan."kata Rommy

__ADS_1


"Cepat hubungi Hans Rom. Suruh dia melacak dimana keberadaan mereka!!"perintah Ivanders


"Baik Tuan."kata Rommy


Setelah Rommy pergi Ivanders teleponnya bergetar. Namun karena nomor yang tidak dikenal membuat Ivanders tidak mengangkat telepon tersebut. Karena HPnya bergetar terus mau tak mau Ivanders mengangkatnya


Drrrt drrrt drrt


"Hallo."


"Hallo baby."


"Siapa ini??"


"Apa kamu melupakan suaraku baby??"


"Hana??."


"Ternyata kamu masih ingat suaraku baby."


"Apa yang kamu inginkan sebenarnya?? Aku tahu jika kamu yang menculik Noah."


"Aku hanya ingin perusahaan mu menjadi milikku sebagai tebusan Noah."


"Aku akan memberikan uang berapapun asal bukan perusahaan ku."


"Sayangnya aku tidak ingin uang baby. Aku hanya ingin perusahaan mu. Kamu harus putuskan sekarang mau memberikan perusahaan mu padaku atau aku akan membuat Noah celaka."


"Baiklah aku akan memberikan perusahaan ku padamu tapi jangan sampai kamu celakai Noah. Kalau sampai Noah lecet sedikit saja aku akan memberi perhitungan padamu Hana."


"Jangan khawatir Noah masih aman bersama ku saat ini. Nanti malam datanglah ke gudang tua di jalan YYY. Kamu harus datang sendiri Ivan dan jangan sampai kamu melapor pada polisi atau kamu hanya akan melihat mayat Noah begitu sampai disini."


"Baiklah aku akan kesana sendirian."


"Bye Baby. Muachh."

__ADS_1


Tut tut tut


__ADS_2