Terjerat Cinta Om Duda

Terjerat Cinta Om Duda
Part 70


__ADS_3

Zivana masuk kedalam rumah Gio. Tapi dia heran karena rumah sepi sekali. Lalu Zivana berjalan menuju dapur dan bertanya pada bik Wati


"Bik, kenapa rumahnya sepi sekali?? Dimana Mama??tanya Zivana


"Nyonya Adele dan Tuan Malvin pergi Mbak Ziva."jawab Wati


"Lalu Gio dimana bik??"tanya Zivana sambil mengambil apel merah yang ada didepannya lalu memakannya


"Den Gio ada di kamarnya."jawab Wati


"Ya udah aku ke kamar Gio dulu ya Bik."kata Zivana dibalas anggukan kepala Bik Wati


Sebelum ke kamar Gio, Zivana memutuskan untuk membersihkan diri terlebih dulu karena tubuhnya yang lengket. Setelah itu Zivana berjalan menuju kamar Gio. Terlihat pria tampan itu melihat HP nya dengan tersenyum. Zivana berjalan mengendap-endap ingin mengejutkan Gio namun gagal karena Gio sudah lebih dulu melihatnya


"Mau ngapain lo jalan mengendap-endap gitu?? Mau ngagetin gue ya??"tanya Gio


Zivana hanya tersenyum cengengesan karena sudah ketahuan


"Lo lihat apain sih?? Kenapa tersenyum sendiri gitu??"tanya Zivana penasaran ingin melihat HP Gio tapi dengan gerakan cepat Gio segera memasukkan HP nya ke saku celananya


"Idiih pelit banget sih lo. Gue juga pengen tahu foto cewek yang bisa membuat saudara tampan gue ini tersenyum sendiri seperti orang gila."kata Zivana


"Enak aja lo bilang gue gila. Gak ada orang gila setampan gue."kata Gio tak terima


"Lo masih ngambek karena gue tinggal tadi??"tanya Zivana melihat wajah Gio yang tak bersahabat saat melihatnya


"Ngapain juga gue ngambek sama lo. Gak penting juga karena sekarang gue udah gak begitu penting buat lo. Sekarang kan lo udah ada Mas Ivanders yang selalu menemani lo."kata Gio ketus tanpa mau melihat kearah Zivana


"Jangan gitu dong Gio. Lo sangat penting bagi gue lebih dari apapun. Please jangan marah. Gue gak bisa lihat lo marah sama gue."kata Zivana merangkul lengan Gio


"Lepasin Zivana!!"kata Gio


"Nggak!! Sebelum lo maafin gue, gue gak akan melepaskannya."kata Zivana yang merangkul lengan Gio tambah kuat karena Gio ingin melepaskannya


"Ya udah kalau lo gak mau lepas."kata Gio santai lalu berjalan menuju kamar mandi


"Eh lo mau ngapain ke kamar mandi??"tanya Zivana panik

__ADS_1


"Mau pup. Lo kan gak mau lepasin tangan gue ya udah lo temenin gue pup."kata Gio langsung Zivana melepaskan tangannya


"Ya udah pup dulu sana. Gue tungguin disini."kata Zivana mundur dua langkah


Saat melihat Zivana mundur Gio mengambil kesempatan untuk lari


"Gio.."teriak Zivana saat melihat Gio lari lalu dia lari menyusul Gio


Akhirnya terjadilah aksi kejar-kejaran antara Zivana dan Gio. Bik Wati yang melihat keduanya tersenyum


"Gio berhenti gak lo!!!"kata Zivana


"Nggak!!!"kata Gio yang terus berlari ke taman belakang


Zivana terus berlari tanpa melihat ada kursi kecil didepannya lalu dia menabraknya dan jatuh


"Awww."kata Zivana memegang lututnya terluka


Gio yang melihat Zivana terjatuh dan kesakitan lalu berlari kearahnya


"Lo gak papa kan?? Mana yang sakit??"tanya Gio panik


Tanpa pikir panjang Gio langsung mengendong Zivana masuk kedalam rumah lalu memanggil Bik Wati agar mengambilkan P3K. Gio mengobati lutut Zivana dengan hati hati. Walaupun kesakitan Zivana menikmati momen ini. Momen yang mungkin akan sangat dirindukan setelah kepergian Gio ke Jerman dalam jangka waktu yang lama


"Gue akan merindukan momen seperti ini Gio."kata Zivana membuat Gio berhenti sejenak dari mengobati lutut Zivana dan menatap Zivana


"Apa lo akan lama disana Gio??"tanya Zivana


"Mungkin 2 tahun mungkin juga lebih."jawab Gio


"Apa lo akan pulang setelah 2 tahun??"tanya Zivana menyandarkan kepalanya dibahu Gio


"May be. Karena gue ingin fokus belajar bisnis disana. Karena kata Papa begitu gue pulang akan langsung memegang perusahaan."jawab Gio


"Gue pasti sangat merindukan lo."kata Zivana sambil memeluk lengan Gio


"Lo bisa liburan kesana saat selesai ujian nanti. Gue akan mengajak lo jalan-jalan disana."kata Gio sambil mengelus lembut rambut Zivana

__ADS_1


"Selesai ujian gue pasti sibuk mengurusi pendaftaran kuliah gue Gio."kata Zivana


"Ya lo kuliah di Jerman aja biar kita terus bersama. Sekalian kan kita bisa belajar bisnis bersama."kata Gio


"Gue gak bisa pergi ke Jerman Gio. Gue masih ada tanggung jawab yang gak bisa gue tinggalin. Tapi mungkin 1 tahun lagi gue akan menyusul lo ke Jerman."kata Zivana


"Kenapa menunggu 1 tahun?? Dan tanggung jawab apa yang lo maksud??"tanya Gio


"Lo kan tahu sendiri jika perusahaan Anderson lagi dalam masalah jika gue tinggal ke Jerman gue gak bisa memantaunya langsung dong. Memang sudah ada pengacara yang mengurus masalah perusahaan tapi gue gak bisa lepas dari tanggung jawab gue dong. Walau bagaimanpun perusahaan peninggalan orang tua gue."alasan Zivana walaupun ada fakta sebenarnya yang dia sembunyikan yaitu pernikahan kontraknya yang berlangsung selama 1 tahun dengan Ivanders


"Benar hanya itu alasan lo??"tanya Gio menelisik wajah Zivana karena dia merasa ada hal yang ditutupi oleh Zivana


"Ada sih alasan lainnya selain itu yaitu karena gue belum siap meninggalkan tanah kelahiran gue."kata Zivana


"Kita ke basecamp yuk Gio."ajak Zivana melihat wajah Gio yang masih ragu dengan alasan yang dibuatnya


"Emang lo bisa jalan??"tanya Gio


"Bisalah. Ya walaupun agak sedikit pincang. Kan ada lo yang bantu gue buat jalan. Udah yuk kita pergi. Lo pasti belum pamitan sama teman-teman lo kan."kata Zivana


"Nanti malam aja. Ini masih sore."kata Gio


"Gio,, buatin seblak dong."kata Zivana


"Ogah gue. Gue suruh bik Wati aja yang buat ya."kata Gio


"Enak buatan lo Gio. Gue mau merasakan seblak buatan lo sebelum pergi. Please."kata Zivana dengan wajah imutnya


"Baiklah."kata Gio beranjak dari duduknya lalu berjalan menuju dapur


Drrrt drrrt drrrrt


HP Zivana bergetar dia melihat siapa yang menghubunginya. Dia meletakkan kembali HP nya setelah melihat nama dari orang yang menghubunginya


Diseberang seseorang tengah kesal karena orang yang dihubunginya tak kunjung mengangkat panggilannya


"Ini bocah kemana sih kok gak diangkat-angkat teleponnya."kata Ivanders kesal

__ADS_1


"Lagian itu bocah kenapa kok kelihatannya ngambek gitu sama aku? Emang aku ada salah apa sama dia? Apa karena perkataan gue tadi dimobil?? Apa jangan-jangan dia sudah mulai menyukaiku? Emang sih pesona seorang Ivanders Smith Dimitri tidak bisa diragukan sama sekali jadi tak heran jika dia sudah menyukaiku. Aku harus menemuinya besok."gumam Ivanders pada dirinya sendiri dan tanpa dia sadari ternyata perkataanya tadi didengarkan oleh Noah


"Dasar Daddy narsis dan juga sombong."kata Noah lalu berjalan kembali menuju kamarnya


__ADS_2