
"Kenapa lo memanggil nya Om?? Padahal dia kan masih muda??"tanya Gio
"Dari pertama pertemuan kami, gue memanggil nya Om dan dia juga gak keberatan gue panggil Om."kata Zivana
"Memang nya dimana pertemuan pertama kalian??"tanya Gio
"Dijalan. Aku tidak sengaja menabrak mobilnya hingga kaca spion nya pecah lalu dia marah dan meminta gue untuk mengganti rugi."kata Zivana
"Apa setelah itu kalian jadi dekat??"tanya Gio
"Gue gak begitu dekat dengan Om Ivanders. Gue justru sangat dekat dengan anak nya."kata Zivana
"Yang lo dulu pernah bilang menjenguk anak dari teman lo di rumah sakit itu anak nya dia??"tanya Gio
"Yups. Dia anaknya Om Ivanders nama nya Noah. Lo tau Gio nasib anak itu sama seperti gue tidak pernah mendapatkan kasih sayang dari seorang ibu. Tapi, gue masih sedikit beruntung dari nya karena gue masih mendapatkan kasih sayang dari ibu ya walaupun hanya 2 tahun. Sedangkan Noah sejak lahir dia tidak pernah merasakan kasih sayang dari seorang ibu. Mungkin karena nasib kami yang sama kami jadi sangat dekat."kata Zivana
"Jadi, kalian tidak punya hubungan khusus??"tanya Gio
"Untuk saat ini kami tidak punya hubungan khusus, tapi gak tau nanti. Kita tidak tau kan apa yang akan terjadi nanti. Memang nya kenapa kok lo tanya gitu??"tanya Zivana
"Gue akan pergi ke Jerman Ziva. Jika lo ada hubungan dengan Ivanders setidaknya gue bisa cari tahu apa dia tulus atau gak sama lo. Gue gak mau nanti kalau gue pergi ke Jerman lo mengalami sakit hati lagi dan gue gak ada di samping lo untuk menghibur lo."kata Gio
"Lo tenang aja Gio. Gue bisa jaga diri gue sendiri kok. Lo fokus aja belajar bisnis di Jerman dan gak usah memikirkan gue."kata Zivana
"Bagaimana mungkin gue gak memikirkan lo Ziva. Lo itu sangat penting buat gue. Gue hanya ingin lo bahagia. Dan sebelum gue berangkat ke Jerman gue harus pastikan lo bahagia selama gue tinggal di Jerman. Karena mungkin nanti gue akan fokus belajar bisnis dan akan jarang menghubungi lo. Gue di sana juga bakal lama mungkin 2 sampai 3 tahun baru akan kembali."kata Gio
"Terimakasih karena lo udah khawatir sama gue. Tapi lo jangan khawatir gue akan baik baik saja disini."kata Zivana tersenyum
"Tapi lo harus janji kalau lo dalam masalah orang yang pertama lo hubungi itu gue."kata Gio tegas
"Iya gue janji. Kalau gue dalam masalah nanti gue akan langsung terbang menyusul lo ke Jerman."kata Zivana
"Tapi lo di sana harus bener bener belajar jangan main cewek mulu."lanjut Zivana
"Iya gue akan main cewek lagi. Gue akan serius belajar bisnis di sana. Lo gak usah khawatir."kata Gio
__ADS_1
"Oh ya gimana dengan masalah di perusahaan Anderson dah ada solusi nya belum??"tanya Gio
"Udah di urus pengacara gue kok. Lo gak usah khawatir."kata Zivana
"Sorry Gio gue belum bisa jujur soal ini. Gue ingin lo fokus ke Jerman nanti dan gak terlalu memikirkan gue. Jika lo tahu gue akan menikah muda lo pasti tidak mengizinkan nya. Dan pasti lo akan cari tahu kenapa gue bisa menikah muda. Dan jika itu terjadi maka gue akan gagal menyelamatkan perusahaan Anderson."gumam Zivana dalam hati
"Hei kenapa lo melamun??"tanya Gio
"Gue gak melamun kok. Gue hanya lagi laper aja."kata Zivana
"Lo mau makan apa??"tanya Gio
"Martabak coklat."jawab Zivana
"Gue minta temen gue buat beliin ya?? Gue gak mau ninggalin lo sendiri."kata Gio dan dibalas anggukan kepala Zivana
Gio menghubungi salah satu teman nya dan meminta nya untuk membelikan martabak coklat dan menyuruhnya mengantarkan ke rumah sakit
"Oh ya gimana hubungan lo dengan Seryl?? Apa ada kemajuan??"tanya Zivana
"Apa sih kurangnya sahabat gue Gio?? Dia itu cantik dan juga baik. Dan dia lebih baik dari semua cewek yang selama ini dekat dengan lo."kata Zivana
"Iya sih semua yang lo katakan bener, tapi satu sifat yang gue gak suka dari dia yaitu MANJA. Gue gak suka cewek manja."kata Gio
"Darimana lo tau kalau Seryl manja??"tanya Zivana mengenyritkan dahinya
"Gue pernah liat sendiri jika dia itu manja."jawab Gio
"Tapi bukannya cowok suka cewek yang manja ya?? Katanya kalau cewek manja itu cowok merasa dibutuhkan."kata Zivana mengingat Deva yang pernah mengatakan demikian
"Tapi gak semua cowok itu suka cewek manja dan salah satunya itu gue."kata Gio
"Terus tipe cewek lo kayak gimana??"tanya Zivana
"Gue suka cewek kayak lo. Cantik dan juga mandiri."kata Gio
__ADS_1
"Lo gak tau aja Gio sebenarnya gue juga manja dulu. Tapi keadaan yang memaksa gue jadi mandiri."kata Zivana
"Udah gak usah bicarain Seryl lagi. Walaupun lo deketin terus gue sama dia, gue gak bakalan suka sama dia."kata Gio
"Lo gak boleh gitu nanti kemakan omongan lo sendiri baru tahu rasa."kata Zivana
"Gak akan."kata Gio dan Zivana hanya menggelengkan kepalanya
Tanpa mereka sadari jika dari tadi ada 2 orang yang mendengarkan percakapan mereka berdua dari luar ruangan
"Lo gak papa kan Ryl??"tanya Rommy saat melihat wajah Seryl menjadi sendu
"Emang gue kenapa kak. Gue gak papa kok."jawab Seryl dengan senyum terpaksa
Rommy menarik tangan Seryl agar duduk di kursi depan ruang rawat tersebut
"Apa cewek manja begitu buruk kak??"tanya Seryl
"Nggak sama sekali. Gue malahan suka sama cewek yang manja."kata Rommy
"Lo suka sama Gio??"tanya Rommy
"Iya kak. Aku menyukai nya pada pandangan pertama. Ini pertama kali nya gue jatuh cinta dan langsung patah hati kak."kata Seryl sendu
"Diluaran sana masih banyak cowok kok. Gue yakin lo bakalan dapat cowok yang lebih baik dari Gio. Lo cewek yang cantik pasti banyak yang suka sama lo."kata Rommy
"Kalau aja gue jomblo, hari ini juga lo bakal gue tembak dan jadiin lo pacar gue."goda Rommy
"Kalaupun kak Rommy nembak juga belum tentu gue terima. Lagian gue ogah jadi pacar kak Rommy."kata Seryl
"Emang kenapa?? Gue ganteng, baik, udah mapan juga."kata Rommy
"Kak Rommy itu udah tua beda umur kita aja 7 tahun. Gue mau nya cari pacar itu yang masih muda. Ya paling jauh beda 5 tahunan lah."kata Seryl
"Eh gue itu masih muda ya walaupun kita beda 7 tahun. Seandainya kita bersama itu kelihatan kalau kita cuma beda 3 tahun karena gue punya baby face."kata Rommy menaik turunkan alisnya membuat Seryl berpura pura muntah
__ADS_1