
Zivana menghela nafas panjang melihat pemandangan malam dari atas balkon. Hatinya merasa gundah setelah melihat foto yang ada dikamar Noah tadi
"Kamu kenapa??"tanya Ivanders yang melihat wajah murung Zivana
"Memangnya aku kenapa??"tanya Zivana balik
"Apa kamu merindukan seseorang??"tanya Ivanders
"Merindukan seseorang??"tanya Zivana bingung
Zivana tidak tahu jika tadi Ivanders mendengarkan saat Zivana menerima telepon dari Gio
"Iya. Aku tadi sepertinya mendengar kamu sedang merindukan seseorang."kata Ivanders
"Ohoo jadi kamu tadi menguping pembicaraanku ya?? Apa saja yang Mas dengar tadi??"tanya Zivana dengan tatapan menyelidik
"Tidak. Untuk apa aku menguping pembicaraan mu tidak penting .Aku hanya tidak sengaja mendengarnya saat masuk ke kamar tadi."kata Ivanders
"Kamu itu sudah punya suami jadi tidak boleh merindukan pria lain."kata Ivanders
"Yang aku rindukan itu saudaraku jadi tidak masalah."kata Zivana
"Tapi kan hanya saudara angkat bukan saudara kandung. Jadi kamu tidak boleh merindukannya."kata Ivanders
"Jadi aku hanya boleh merindukan suami kontrakku saja begitu."kata Zivana menyindir
"Hmm."kata Ivanders dengan mengendikkan bahunya
"Atau jangan-jangan mas cemburu ya karena aku tadi bilang sama kak Gio kalau aku merindukannya??"tanya Zivana mendekatkan wajahnya pada Ivanders
"Tidak buat apa aku cemburu dengan saudara angkat mu itu. Aku hanya mengingatkan kalau kamu sudah menikah dan tidak boleh merindukan pria lain."kata Ivanders memundurkan wajahnya karena melihat wajah Zivana dari dekat membuatnya gugup
Zivana tersenyum melihat wajah gugup Ivanders. Lalu menjauhkan wajahnya dari wajah Ivanders
"Kamu mau kuliah dimana?? Nanti biar Rommy yang akan mengurusnya."kata Ivanders setelah menetralkan kegugupannya
"Sebenarnya suamiku itu kamu atau Kak Rommy?? Kenapa yang mengurusi harus kak Rommy??"tanya Zivana
"Aku sibuk kerjaan ku banyak Ziva. Aku tidak punya waktu untuk mengurusi kuliah kamu."kata Ivanders
__ADS_1
"Ya ya ya aku tahu Tuan Ivanders CEO Dimitri Corp adalah orang yang sangat sibuk sehingga meluangkan waktu untuk mengurusi kuliah istrinya pasti tidak akan bisa. Aku akan kuliah di Universitas XXX. Suruh kak Rommy sekalian mengurus pendaftaran untuk Seryl juga disana. Sudah malam aku mau tidur."kata Zivana berjalan meninggalkan Ivanders
Zivana terus berjalan menuju kamar mandi untuk berganti piyama tidur. Setelah keluar dari kamar mandi dia bingung ataukah tidur disofa atau tidur di ranjang
"Tidurlah di ranjang."kata Ivanders yang melihat Zivana bingung
"Terus Mas tidur dimana??"tanya Zivana
"Tentu saja di ranjang juga. Kamu tidak perlu khawatir aku tidak akan menyentuhmu."kata Ivanders lalu berjalan ke kamar mandi
Zivana kemudian berjalan ke arah ranjang lalu tiduran tapi sebelum itu dia meletakkan guling ditengah-tengah. Ivanders keluar dari kamar mandi dengan menggunakan kaos oblong dan boxernya. Kemudian dia tiduran di samping Zivana
"Tanpa kamu beri guling ditengah pun aku tidak akan menyentuhmu."kata Ivanders
"Ya biar jaga-jaga saja siapa tahu Mas Ivan khilaf seperti tadi pagi Mas memelukku."kata Zivana
"Itu kan tidak sengaja."kata Ivanders berkilah
Zivana menatap langit-langit kamar. Dia tidak bisa tidur hatinya masih saja gundah. Ivanders pun melakukan hal yang sama. Lalu menoleh kearah Zivana
"Apa yang kamu pikirkan??"tanya Ivanders
"Mas,,boleh aku tanya sesuatu??"tanya Zivana sedikit memiringkan tubuhnya menatap Ivanders
"Apa yang membuat Mommy Noah pergi meninggalkannya??"tanya Zivana
Ivanders menghela nafas kasar. Hatinya sesak jika mengingat mantan istrinya
"Jika Mas tak ingin menjawabnya tidak apa-apa. Maaf jika pertanyaan ku membuat Mas tidak nyaman."kata Zivana
"Aku akan menceritakannya jika kamu ingin tahu."kata Ivanders ikut memiringkan tubuhnya menghadap kearah Zivana
Flashback On
Saat itu tahun ketiga pernikahan Ivanders dengan Cassandra tapi belum dikaruniai seorang anak. Ivanders selalu mengajak Cassandra untuk memeriksakan diri ke dokter kandungan tapi Cassandra menolak. Hingga suatu hari Ivanders menemukan botol berisi obat di laci kamarnya. Ivanders yang curiga dengan obat itu langsung membawa botol berisi obat itu ke rumah sakit tempat sahabatnya praktek. Setelah sampai di rumah sakit Ivanders langsung masuk keruangan sahabatnya
"Tumben kamu kemari ada apa??"tanya Dokter Guntur sahabatnya
"Aku ingin tahu obat apa ini??"tanya Ivanders menyerahkan botol berisi obat
__ADS_1
"Apa Sandra meminum obat ini??"tanya Guntur
"Mungkin. Aku menemukan obat itu di laci kamar. Memangnya itu obat apa??"tanya Ivanders penasaran
"Obat penunda kehamilan."jawab Guntur
"Apa??"kata Ivanders terkejut dengan menggebrak meja membuat Dokter Guntur tersentak kaget
Ivanders benar-benar marah, kesal dan kecewa dengan Cassandra yang menyembunyikan hal ini
"Dia benar-benar tidak menghargai ku sebagai suami. Bagaimana bisa dia memutuskan untuk menunda kehamilan tanpa minta persetujuan dulu dariku. Pantas saja setiap aku mengajaknya untuk memeriksakan kandungan dia tidak pernah mau ternyata ini alasannya."gumam Ivanders pelan dengan menahan emosinya dia mengepalkan erat kedua tangannya
Dokter Guntur yang melihat sahabatnya emosi langsung menenangkan nya
"Aku harap kamu menyelesaikan masalah ini dengan kepala dingin Ivan. Jangan gunakan emosimu ya ada nanti hanya akan menambah masalah. Kamu tahu sendiri kan sifat Cassandra itu seperti apa."kata Guntur
"Lalu apa yang harus aku lakukan?? Aku benar-benar kesal dan kecewa padanya."kata Ivanders
"Aku tahu kamu ingin Cassandra cepat hamil kan?? Aku punya cara agar istrimu itu cepat hamil tanpa dia ketahui."kata Guntur
"Bagaimana caranya??"tanya Ivanders
"Aku akan menukar obat penunda kehamilan itu dengan obat penyubur kandungan. Jadi dia akan cepat hamil."kata Guntur
"Apa dia tidak akan curiga nanti??"tanya Ivanders
"Dia tidak akan curiga karena warna obat itu sama."kata Guntur memberikan obat penyubur kandungan pada Ivanders
"Iya Guntur warna obatnya sama dia tidak akan mengetahui jika obat ini aku tukar nanti."kata Ivanders yang membandingkan obat yang dia bawa dengan obat yang diberikan Dokter Guntur padanya
"Kalau aku boleh tahu kenapa kamu sepertinya ngebet sekali ingin punya anak??"tanya Guntur
"Setelah dia menjadi model dia tak pernah punya waktu untukku Guntur. Setidaknya jika dia hamil dan punya anak nanti dia akan lebih fokus pada rumah tangga kami daripada karier modelnya."kata Ivanders
"Semoga saja istrimu bisa cepat hamil."kata Guntur
"Ya semoga saja. Kalau begitu aku pamit dulu."kata Ivanders beranjak dari duduknya
"Hei kamu belum membayar ku."kata Guntur
__ADS_1
"Aku sudah mentransfer nya beserta bonusnya."kata Ivanders berjalan meninggalkan ruangan Dokter Guntur
Ivanders kembali pulang ke mansion nya lalu meletakkan botol berisi obat penyubur kandungan kedalam laci kamarnya. Ivanders berharap dengan mengonsumsi obat itu Cassandra akan cepat hamil karena dia sangat ingin memiliki anak dan menjalani rumah tangga yang harmonis dengan Cassandra. Dan juga dia berharap dengan dia memiliki anak orang tuanya akan luluh. Selama ini hubungannya dengan orang tuanya merenggang setelah pernikahannya dengan Cassandra karena orang tuanya tak merestui pernikahannya dulu dengan Cassandra