Terjerat Cinta Om Duda

Terjerat Cinta Om Duda
Part 79


__ADS_3

Sesampainya di bengkel Zivana menyapa semua orang yang ada dimana kemudian masuk kedalam ruangan bang Varo


"Ada apa Ziva??"tanya Varo yang sebenarnya tahu apa tujuan Zivana karena Seryl sudah memberitahunya tadi malam


"Sebelumnya aku mau mengucapkan terimakasih bang sudah memberikan Zivana kesempatan untuk bekerja disini. Zivana banyak hutang budi sama bang Varo. Aku gak tahu dengan cara apa aku harus membalas kebaikan bang Varo selama ini."kata Zivana


"Kamu tak perlu membalasnya Zivana. Abang ikhlas selama ini membantu kamu. Kamu udah abang anggap seperti adik sendiri sama seperti Seryl."kata Varo


"Tapi suatu saat nanti Ziva pasti akan membalas kebaikan abang. Dan saat itu tiba Ziva harap abang gak menolaknya."kata Zivana


"Iya terserah kamu aja. Tujuan kamu kemari hanya mengucapkan terimakasih aja??"tanya Varo


"Sebenarnya aku kemari mau bilang kalau aku ingin keluar dari bengkel bang."kata Zivana hati hati


"Bagaimana kalau aku tidak mengizinkan kamu keluar dari bengkel ku??"tanya Varo


"Maaf bang walaupun bang Varo tidak mengizinkan aku akan tetap keluar dari bengkel."kata Zivana


"Aku hanya bercanda Zivana. Aku sebenarnya juga sudah tahu kedatangan mu kemari ingin keluar dari bengkel ku. Seryl sudah memberitahukannya tadi malam. Maka dari itu aku sudah mempersiapkan ini untukmu."kata Varo memberikan amplop pada Zivana


"Apa ini bang??"tanya Zivana


"Buka aja."kata Varo


Zivana membuka amplop tersebut dan isinya adalah uang


"Bang ini uang apa?? Kenapa banyak sekali??"kata Zivana setelah melihat uang sebanyak 7 juta


"Itu adalah pesangon serta bonus-bonus mu yang tak pernah kamu ambil sebelumnya."kata Varo


"Tapi ini kebanyakan bang."kata Zivana lalu mengambil separo dari uang tersebut dan akan memberikan pada Varo namun Varo menolaknya


"Tidak Ziva. Kalau kamu mengembalikan nya berarti kamu tidak menghargai ku lagi."kata Varo


"Tapi bang aku tahu bang Varo sedang membuka cabang bengkel di Bogor pasti abang butuh uang banyak kan. Lagipula dulu aku juga sudah sering hutang sama abang. Please bang jangan bikin aku tak enak hati karena terus menerima kebaikan bang Varo."kata Zivana


"Udah gak papa terima aja. Soal membuka cabang bengkel aku sudah ada biayanya. Lagipula aku tahu kamu pasti butuh uang untuk pendaftaran kuliah."kata Varo


"Aku sudah ada uang untuk biaya kuliahku bang. Bang Varo tidak usah khawatir. Jadi aku hanya akan menerima setengah dari uang ini. Kalau bang Varo tidak mau menerima setengahnya lebih baik aku tidak menerima uang ini."kata Zivana mengancam

__ADS_1


"Baiklah terserah kamu saja."kata Varo mengalah


"Nah gitu dong bang."kata Zivana tersenyum lalu memberikan setengah dari uang yang ada di amplop tersebut ke tangan Varo


"Ya udah. Aku pamit ya bang."kata Zivana


"Iya hati-hati dijalan."kata Varo dan dibalas acungan jempol Zivana


Zivana berjalan keluar dari ruangan Varo lalu mendekati teman seprofesinya untuk berpamitan karena dia sudah berhenti bekerja di bengkel tersebut. Mereka sebenarnya sedih karena Zivana sudah berhenti bekerja di bengkel itu karena adanya Zivana membuat suasana di bengkel itu jadi ramai dengan candaan recehnya. Tapi mereka juga tidak bisa mencegah Zivana untuk berhenti bekerja karena Zivana sudah memberitahu alasannya berhenti dari bengkel itu. Setelah berpamitan Zivana pergi menjemput Noah. Zivana menjemput Noah menggunakan moge kesayangannya. Setelah menempuh perjalanan selama 30 menit Zivana sampai disekolah Noah. Disaat Zivana menunggu Noah dia dikagetkan oleh seseorang yang menepuk bahunya. Dia langsung menoleh dan tersenyum pada orang tersebut


"Lo ngapain disini??"tanya Haikal


"Gue jemput anak teman gue. Kalau lo ngapain disini??"tanya Zivana


"Gue mau jemput anak Tante gue."jawab Haikal


"Eh ya apa kak Gio menghubungi lo??"tanya Zivana


"Udah beberapa hari ini dia tidak menghubungi gue. Tapi kemarin pas gue telepon Gea katanya Gio sekarang sedang sibuk menangani proyek barunya bersama Om nya. Apa dia tidak pernah menghubungi lo ya??"tanya Haikal


"Terakhir dia menghubungi gue 3 hari yang lalu."kata Zivana sendu


"Ditinggal Gio baru sebentar udah galau aja lo."kata Haikal tersenyum meledek


"Udah gak usah sedih gitu muka lo. Gak pantes seorang Zivana si cewek tangguh galau kayak gini."kata Haikal


"Sialan lo!!"kata Zivana melempar helm pada Haikal tapi dengan sigap Haikal menangkap helm tersebut


"Oh ya katanya lo mau kuliah?? Mau ambil jurusan apa??"tanya Haikal setelah mengembalikan helm yang dilempar Zivana tadi


"Manajemen bisnis. Tapi gue bingung mau kuliah di Universitas mana."jawab Zivana


"Gue juga ambil jurusan itu. Gimana kalau lo kuliah di Universitas XXX sama kayak gue??"tanya Haikal


"Nanti deh gue pikirin dulu."jawab Zivana


Pembicaraan mereka terhenti saat anak-anak sudah keluar dari sekolah. Noah langsung berlari menghampiri Zivana


"Mom, kita pulang pakai motor??"tanya Noah

__ADS_1


"Iya. Gak papa kan kalau kita pakai motor??"tanya Zivana


"Gak papa Mom. Noah belum pernah naik motor tapi kayaknya seru kalau naik motor."kata Noah


Zivana lalu mengambil helm kecil bergambar iron man yang tadi dibelinya saat akan menjemput Noah lalu memakaikan nya lalu dia memakai helmnya sendiri kemudian mengangkat Noah dan mendudukkan nya diatas motor


"Gue pulang duluan ya Kal."kata Zivana


"Iya hati-hati dijalan."kata Haikal yang masih bingung karena anak yang dijemput Zivana memanggilnya Mom


"Sudah siap Noah??"tanya Zivana


"Siap Mom. Lets go!!"seru Noah semangat


"Pegangan yang erat Noah."kata Zivana


"OK Mom."kata Noah dengan pegangan erat di pinggang Zivana


Brum brum brum


Zivana mengendarai motornya dengan kecepatan sedang. Noah senang sekali akhirnya dia bisa naik motor. Dia pernah merengek pada Ivanders ingin naik motor tapi dengan tegas Ivanders menolaknya. Tanpa mereka sadari ternyata ada yang melihat mereka dari dalam mobil


"Berani sekali dia membawa Noah menggunakan motor. Apa dia tidak memikirkan keselamatan Noah?? Awas saja aku akan memberi pelajaran dia nanti kalau dirumah."gumam Ivanders dalam hati


"Bukankah itu Zivana Tuan?? Dan sepertinya dia membonceng Noah."kata Rommy


"Hmm."jawab Ivanders sambil terus menatap tajam motor yang ada didepannya


"Tapi sepertinya Noah sangat bahagia naik motor bersama Zivana."kata Rommy


Rommy yang merasa Ivanders diam saja dan tidak menyahutinya pun menoleh ke belakang. Dia melihat Ivanders yang menahan amarahnya sambil menatap tajam kearah motor Zivana yang berada tepat didepan mobil yang dikendarainya


"Wah gawat Zivana pasti kena marah Tuan Ivanders nanti."gumam Rommy dalam hati


"Ikuti motor itu Rommy."perintah Ivanders


"Tapi Tuan bagaimana dengan meeting kita?? Pasti perwakilan dari perusahaan Santos Corp sedang menunggu kita."kata Rommy


"Telat sebentar tidak akan apa-apa Rommy. Lagipula mereka yang butuh kerjasama dengan kita. Sudah tidak usah banyak bicara ikuti saja motor Zivana."kata Ivanders kesal

__ADS_1


"Baik Tuan."kata Rommy


Rommy terus mengikuti motor Zivana. Setelah memastikan Zivana membawa Noah pulang dengan selamat, Ivanders mengajak Rommy pergi ke tempat meeting


__ADS_2