
Sepulang sekolah Zivana dijemput oleh Ivanders. Mereka akan pergi membeli cincin pernikahan mereka serta fitting baju pengantin. Tapi sebelum itu dia mengajak Zivana ke butik terlebih dulu untuk mengganti seragamnya. Dia tidak mau kecolongan lagi ketahuan oleh sahabatnya jika dia pergi dengan Zivana dengan memakai seragam sekolahnya. Sebenarnya Zivana menolak pergi ke butik karena dia sudah membawa baju ganti. Dia meminta Ivanders mengantarkannya ke pom bensin terdekat untuk mengganti seragamnya tapi Ivanders menolaknya dengan cara mengancam. Hingga mau tak mau Zivana mengikuti perkataan Ivanders. Setelah sampai butik Ivanders memarkiran mobilnya. Melihat Zivana yang enggan untuk turun dari mobil Ivanders menarik tangan Zivana masuk kedalam butik. Dengan wajah yang ditekuk Zivana masuk kedalam butik itu. Ivanders menyuruh pelayan butik untuk memilihkan beberapa dress agar dicoba oleh Zivana
"Apa mas ingin menjadikanku model hingga aku harus mencoba semua dress ini??"tanya Zivana setelah melihat pelayan membawa banyak dress untuknya
"Aku tidak akan pernah menjadikanmu model. Aku tidak menyuruhmu mencoba semuanya. Hanya yang menurutku cocok saja kamu pakai."kata Ivanders hingga mau tak mau Zivana mencoba dress yang menurutnya cocok untuknya
"Ganti."perintah Ivanders saat melihat Zivana keluar dari kamar ganti memakai dress berwarna putih tulang
Dress kedua, ketiga, keempat sudah Zivana coba namun Ivanders selalu menyuruhnya untuk ganti dengan alasan tidak cocok
"Aku sudah lelah mas. Ini yang terakhir jika mas masih ingin berganti dress lagi lebih baik aku menggunakan bajuku sendiri."kata Zivana kesal dengan menghentakkan kakinya
Ivanders hanya tersenyum melihat kekesalan Zivana. Sebenarnya dia hanya mengerjai Zivana karena beberapa hari kemarin dia menghubungi Zivana tapi selalu di abaikan
Kini Zivana sudah memakai dress kelimanya berwarna navy dan itu terlihat sangat pas ditubuhnya. Tanpa banyak kata Ivanders berdiri dari duduknya lalu berjalan kearah kasir
"Belum jadi suami aja semena-mena. Gimana kalau udah jadi suami?? Bisa-bisa kurus kerontang badan ku ini karena makan hati tiap hari."gerutu Zivana kesal
Zivana berpikir kembali dengan kekesalannya terhadap Ivanders
"Setelah kita menikah nanti jangan harap kamu bisa menindas ku dengan menggunakan surat perjanjian itu untuk menekan ku."gumam Zivana dalam hati sambil tersenyum menyeringai
"Apa yang sedang kamu pikirkan??"tanya Ivanders yang melihat Zivana tersenyum mencurigakan seperti sedang merencanakan sesuatu dan Ivanders yakin jika Zivana pasti merencanakan sesuatu yang buruk untuknya
"Aku tidak sedang memikirkan apa apa. Aku hanya sedang lapar."jawab Zivana mengelak
"Benarkah??"tanya Ivanders memicingkan matanya
"Ya udah kalau gak percaya. Udah dibayar kan dress nya?? Ayo kita cari makan dulu."ajak Zivana menarik lengan Ivanders
"Eh itu apa mas??"tanya Zivana setelah melihat Ivanders membawa papar bag
"Dress yang tadi kamu pakai aku membelinya semua."kata Ivanders menyerahkan paper bag pada Zivana
"Kenapa dibeli semua mas?? Bukannya tadi kamu bilang gak cocok aku pakai??"tanya Zivana bingung tapi tetap menerima paper bag itu
"Semuanya cocok kok. Aku hanya ingin membelikan kamu beberapa dress agar kamu pakai nanti kalau kita bepergian. Makanya aku ingin kamu mencoba semuanya."kata Ivanders
"Bukannya kamu tidak begitu suka kalau aku pakai dress?? Kamu bilang jika aku pakai dress maka akan jadi pusat perhatian semua laki-laki."kata Zivana menyindir Ivanders
"Kemarin dress yang kamu pakai itu terlalu pendek makanya jadi pusat perhatian semua laki-laki. Sedangkan dress yang kamu pakai ini lebih sopan daripada kemarin."kata Ivanders sambil menunjuk dress yang dipakai Zivana
"Benarkah dress kemarin terlalu pendek?? Tapi kurasa tidak."kata Zivana mengingat dress yang dia pakai saat pergi dengan Gio
"Sudahlah jangan terlalu dipikirkan lebih baik kita cari makan. Bukankah tadi kamu bilang kalau kamu lapar."kata Ivanders mengalihkan pembicaraan karena memang dress yang digunakan Zivana kemarin dibawah lutut dan tidak pendek seperti yang dikatakannya
Ivanders menarik tangan Zivana keluar dari butik
__ADS_1
"Kita makan dimana??"tanya Ivanders begitu mereka sudah berada didalam mobil
"Tadi kata teman sekelasku ada pembukaan cafe baru milik kakaknya dan katanya makanannya juga enak-enak. Kita kesana yuk mas."ajak Zivana
"Baiklah. Kamu tahu dimana cafenya??"tanya Ivanders
"Tahu mas. Dijalan XY namanya Cafe StarMoon."kata Zivana
Tanpa banyak bicara Ivanders segera melajukan mobilnya menuju cafe tersebut. Begitu sampai di cafe terlihat cafe tersebut sangat ramai karena acara pembukaan cafe baru tersebut mengundang penyanyi terkenal hingga semua pengunjung berbondong-bondong datang untuk melihatnya
"Ramai sekali cafe nya."kata Ivanders
"Tentu saja ramai mas karena ini kan pembukaan cafe baru. Bukan hanya makanannya yang enak tapi juga akan ada penyanyi tri suaka nanti yang akan tampil."kata Zivana tersenyum semangat
"Pasti kamu mengajak ku kemari karena ingin melihat penyanyi itu, iya kan??"tanya Ivanders dengan tatapan menyelidik
"Yah kan sekalian makan mas. Lagunya bagus-bagus lho mas pasti mas juga suka. Udah yuk masuk."kata Zivana menarik lengan Ivanders
Setelah masuk Zivana dan Ivanders mendapatkan kursi paling pojok. Hingga beberapa saat kemudian tri suaka orang yang paling ditunggu-tunggu akhirnya datang dan naik di atas panggung. Dia memberikan sambutan lalu mulai menyanyikan lagunya
Melepas Masa Lajang~Tri Suaka
Mungkin sudah saatnya
'Kan kuakhiri masa kesendirian
Mempersiapkan hati 'tuk melamarmu
Mungkin saat ini ku akan melepas masa lajangku
'Kan kupersunting dirimu
Jadilah pasanganku dan hidup menua bersamaku
Terimalah cintaku
Mungkin sudah saatnya
'Kan kuakhiri masa kesendirian
Mempersiapkan hati 'tuk melamarmu
Terimalah cintaku, hu-uh-oh-oh
Mungkin saat ini ku akan melepas masa lajangku
'Kan kupersunting dirimu
__ADS_1
Jadilah pasanganku dan hidup menua bersamaku
Terimalah cintaku
Uh-oh-oh-oh, wo-wo-wo
Wo-uh-hu-uh
Zivana dan pengunjung lainnya memberikan tepuk tangan melihat penampilan Tri suaka
"Bagus banget kan mas suaranya??"tanya Zivana
"Lumayan."jawab Ivanders
"Suara bagus gitu dibilang lumayan. Terus yang bagus itu seperti apa??"tanya Zivana
"Ya seperti suaraku. Kamu belum pernah mendengar merdunya suaraku saat bernyanyi."kata Ivanders
"Benarkah??"tanya Zivana tak percaya
"Aku dulu waktu sekolah juga punya band dan aku menjadi vokalisnya."kata Ivanders
Pembicaraan mereka terhenti saat pesanan makanan mereka diantarkan oleh pelayan
"Mas, kita kan mau menikah. Apa mas gak ada niatan gitu melamar ku dengan cara yang romantis??"tanya Zivana pelan
Saat mendengar lagu tri suaka tadi dia membayangkan dilamar oleh Ivanders dengan cara yang romantis
"Kita hanya menikah kontrak Ziva buat apa aku melamar mu dengan cara romantis."kata Ivanders
"Ya walaupun hanya nikah kontrak tapi setidaknya ada kenangan manis yang akan diingat saat sudah berpisah nanti."kata Zivana
"Emang kamu pengen banget ya dilamar secara romantis??"tanya Ivanders
"Iya mas."jawab Zivana
"Baiklah nanti aku akan menyuruh Rommy membuatkan acara lamaran romantis untukmu."kata Ivanders
"Sebenarnya yang mau menikah mas Ivan atau kak Rommy kok yang buat acara kak Rommy."kata Zivana mengerucutkan bibirnya
"Walaupun yang buat Rommy itu juga atas perintahku jadi sama saja aku yang buat acara itu."kata Ivanders
"Terserah mas lah."kata Zivana pasrah karena berdebat dengan Ivanders tak akan pernah menang
Disela-sela makan mereka tiba-tiba ada orang yang menghampiri meja mereka
"Hai boleh ikut gabung gak."kata orang itu
__ADS_1
"Kalian!!!"seru Ivanders melihat kedua sahabatnya